
🌹VOTEEE YEEE GHAISSSRRONG🌹
Oma menarik napas dalam, dia benar benar merindukan cucu dan cicitnya. Oma kesepian, senam saja dia tidak semangat.Â
Umurnya semakin bertambah, yang Oma inginkan sekarang adalah sering berkumpul.
Eta yang sedari tadi melihat majikannya menyalakan TV tapi tidak menontonnya, membuatnya penasaran. "Nyonya?"
Pyyuuuuuuuttttttttt….
Oma malah kentut, membuat Eta di belakang sana terbatuk batuk karena aroma yang membuat tenggorokan kering.
Dan dengan santainya Oma berucap, "Maaf, Eta. Akan aku tambahkan bonus untukmu bulan ini."
"Apa ada masalah, Nyonya?"
"Aku merindukan mereka."
Paham dengan apa yang dikatakan majikannya, Eta memberi saran. "Bagaimana jika anda menelponnya?"
"David baru saja pergi, aku pikir mereka sedang membuat adonan."
"Mungkin anda harus mencobanya dulu, Nyonya."
"Haruskah?" Tanya Oma mengambil ponselnya.Â
Dia menghubungi David dengan video call.
Lama tidak dijawab membuat Oma kesal.
Pyuuuuuuttttttt!
"Uhuk uhuk uhuk!" Eta kembali terbatuk batuk.
"Astaga, Eta. Kapan pikiranmu terang? Haruskah aku nyanyi terangkanlah?" Gumam Oma yang masih menunggu jawaban David. "Bergeserlah jangan duduk di belakangku."
Eta diam tidak menjawab, membuat Oma penasaran dan menengok. Ternyata Eta sudah dari tadi menjauh dari belakangnya. "Astaga! Kau sudah sejauh itu?"
Oma tertawa tidak percaya. "Jika kau sejauh itu kenapa kentutku sampai membuatmu mabuk?"
"Maaf, Nyonya," ucap Eta diam di belakang sana. "Apa anda butuh sesuatu yang lain?"
"Ya, buatkan aku teh hangat."
David baru mengangkatnya di panggilan kelima.
"Hallo, Oma? Kenapa Oma menelpon terus?"
"Ya Tuhan, dimana kau? Sedang diluar?"
"Ya, jangan mengganggu," bisik David.
"Kenapa kau berbisik bisik?" Tanya Oma penasaran.
David berdecak. "Aku sedang membawa Lily ke pasar malam. Agar dia mau membuat adonan denganku malam ini. Sudah dulu ya, aku harus membawa sosis ini untu Lily."
"Kau tetap mesum, bule tengik! Sosis katamu?"
Wajah David di sana bingung seketika. "Aku sedang membeli sosis? Apa yang Oma pikirkan? Ya Tuhan… ck…. Ck…. Ck…. Oma berfikiran kotor?"
"Dasar, bule tengik!"
Pyuuuuuutttttttt!
"Uhuk uhuk uhuk!"
Oma menengok. "Astaga dragon, Eta. Kenapa kau selalu ada di belakangku?"
🌹🌹🌹
Tanpa berkata lagi, Lily melepaskan tautan tangannya dan melangkah lebar menuju putra putrinya.
David diam sejenak di sana, dia menatap tangannya yang menggenggam udara. "Astaga, kenapa aku merasa anak anak itu kini menjelma menjadi antek antek pak RT yang menggangguku ketika sedang berpacaran."
"David!" Panggil Lily dari dalam.
"Iam cooming," ucap David melangkah ke dalam.
Pikirnya anak anaknya akan marah karena membawa mommy mereka. Ternyata tidak. Saat dirinya datang, kedua anaknya langsung datang dan memeluknya.
"Daddy…..," ucap Athena dan Ares sambil menangis memeluknya.
"Hei, Sayang. Ada apa? Kenapa kalian menangis?" Tanya David menggendong keduanya, dan duduk di sofa. "Katakan pada Daddy, kenapa? Apa sesuatu menggigit kalian?"
Lily yang ada di sana memberi isyarat pada pengasuh untuk keluar, dia ikut duduk di samping suaminya.
"Kenapa mereka?" Tanya David yang belum mendapat jawaban dari anak anak.
Lily menggeleng. "Pengasuh pun tidak tahu apa apa, mereka menangis tiba tiba."
"Daddy….. hiks…. Daddy….."
"Daddy… daddy…."
"Mereka memanggilmu sejak tadi, itu yang pengasuh katakan," ucap Lily.
"Sudah… sssstttt…. Katakan pada Daddy. Ada apa?"
Athena dan Ares mulai beringsut diam, tapi mereka belum mengatakan apa pun.
Membuat Lily peka. "Mommy akan membuatkan kalian susu."
Setelah Lily pergi, baru keduanya mengadah menatap sang daddy.
"Ada apa, Hmmmm? Katakan pada Daddy."
"Athena belmimpi," ucap Athena duluan.
"Ares juga," tambah putranya.
Membuat David terkekeh. "Mimpi apa? Katakan pada Daddy."
Ares dan Athena menatap satu sama lain sebelum Ares yang berkata, "Ares bermimpi Mommy dan Baby dalam perut Mommy pergi meninggalkan aku dan Thea."
David mengerutkan kening. "Kau juga sama, Thea Sayang?"
Athena mengangguk.
Membuat David mencium satu per satu puncak kepala anak anaknya. "Kenapa kalian sedih? Itu hanya mimpi, Sayang. Mommy dan Baby tidak akan meninggalkan kita."
"Tapi itu telasa nyata."
"Sayang….," Ucap David dengan lembut. "Mommy dan Baby tidak mungkin pergi meninggalkanmu dan saudaramu. Kenapa Mommy pergi?"
Keduanya diam, tapi mimpi itu benar benar membuat keduanya terasa sedih hingga menangis saat bangun.
David menarik napas dalam. "Jika Mommy yang kalian mimpikan, kenapa kalian malah mencari Daddy dan menangis pada Daddy?"
Athena kembali mengadah, dia berkata, "Kalena Mommy tidak akan pelgi jika Daddy baik dan lebih sayang pada Baby dan Mommy."
Ares mengangguk setuju. "Daddy harus menjaga Mommy. Help us, please. Tetap buat Mommy dan Baby di sini supaya tidak pergi."
🌹🌹🌹🌹
TBC