Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Sesuatu yang berharga



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak semuanya. Semoga kalian sehat selalu. Maaf emak agak telat, sekarang udah mulai masuk lagi kuliah jadi emak agak sibuk apalagi punya dua anak.🌹


🌹Follow juga igeh emak ya : @REDLILY123.🌹


🌹Selamat membaca ya anak anak kesayangan emak, emak sayang kalian.🌹


David tersenyum mendapati ada kekacauan saat dia keluar dari kamar mandi. Ternyata seblak yang dia masak itu gosong dan menyebabkan bau yang sangat menyengat.


Seketika David langsung menengok ke ruangan tengah untuk memastikan anak anaknya baik baik saja. saat tidak ditemukan, David panic. “Dimana anak anak?” tanya David dengan mata melotot. “Anal anak?”


“Anak anak sudah dipindahkan ke kamar, Tuan. Mereka masih terlelap,” jawab Eta yang ada di sana.


“David!” teriak Oma dari arah dapur.


Suara Oma terdengar sangat marah, membuat David memilih diam mematung di sana dan bertanya pada Eta. “Apa ada sesuatu yang terjadi?”


“Anda meninggalkan masakan anda, Tuan.”


“Eh, Eta…. Maksudku apakah ada kerugian? Yang terluka?”


“Tidak, hanya saja wajan pink Nyonya Besar jadi hitam.”


“David!” teriak Oma lagi dari sana. “Kemari kau!”


David berdehem, dia mencoba jantan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Ada apa, Oma?”


“Ada apa matamu, lihat wajan kesayangan Oma!”


“Maaf, Oma,” ucap David langsung membuat wajah penyesalan. “Aku tidak sengaja.”


“Kau mulas atau bagaimana?” tanya Oma frustasi.


“Aku memandang cermin, tapi tidak bisa berhenti melakukannya.”


“Kenapa tidak?” tanya Oma dengan raut wajah kesal. Apalagi Oma sedang membersihkan wajan yang hitam itu, keraknya menempel membuat Oma ingin menangis.


Dan David sadar akan hal itu. “Kenapa Oma sangat kesal? Aku bisa membelikannya lagi untuk Oma, sebutkan sajja harganya.”


“Tengik….,” ucap Oma menarik napas dalam mencoba tenang. “Tidak semua bisa dibeli dengan uang,” ucap Oma.


“Lalu? Dengan berlian? Atau apa?” tanya David yang mana membuat Oma semakin frustasi.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Lily mengerutkan keningnya melihat David kembali ke rumah, padahal Lily akan menyusul ke rumah Oma untuk memakan seblak. “Kenapa?”


David mengusap wajahnya kasar, dia duduk di samping Lily sebelum membaringkan kepalanya di paha sang istri.


“Ada apa? Apakah makanannya sudah siap?”


“Aku mengacaukannya,” ucap David.


“Apa maksudku?”


“Makanannya gosong.”


“Astaga, apa ada yang terluka?”


“Tidak, anak anak sedang tidur di kamar. Tapi Oma marah padakku, dia benar benar marah sampai enggan menatap mataku.”


“Pasti ada alasannya Oma marah bukan.”


David mengangguk, dia menghadap perut Lily supaya bisa mengusap buah hatinya di dalam sana. “Oma bilang wajan itu sangat berharga.”


“Berarti tidak bisa dibeli dengan uang?”


David kembali mengangguk, bibirnya mengerucut karena sedih.


“Lalu apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk menggantinya? Kau tahu apa yang membuat wajan itu special?”


“Itu ditandatangani oleh chef terkemuka di Amerika.”


“Apa chef itu masih hidup?”  tanya Lily.


Membuat David terdiam, dia tidak tahu kenyataan itu. “Aku tidak tahu.”


“Apa kau memikirkan apa yang aku pikirkan?”


“Ah……,” rengek David. “Aku tidak ingin meninggalkan kalian,” ucap David menggelengkan kepalanya kuat. “Tidak mau.”


“David, bukankah letaknya di Amerika? Kau bisa sambil menjenguk adik adikmu, sudah lama kau tidak ke sana. Mereka mungkin mengharapkan kedatanganmu.”


“Tapi aku mengirimi mereka uang setiap bulan, dan itu lebih dari cukup.”


“David, kau belum belajar,” ucap Lily masih dengan mengusap kepala sang suami.


“Hah?”


“Ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan uang. Jika kau menganggap memiliki banyak uang dapat membuatmu menyelesaikan semua masalah, maka itu pembodohan.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf pendek, emak lagi nugas. But, I Love kalian. Jangan lupa pake masker.