Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Kutu yang pindah tempat



🌹VOTEEE YEEE GAISSHHHH🌹


Satu hari saja bersama cicitnya membuat Oma hampir pingsan karena pusing terus mendengar keributan. Jeritan Athena mampu membangunkan seluruh kawanan kelelawar yang terlelap, dan kejahilan Ares penyebabnya.


"Omaaaaa!" Teriak Athena berlari menuju Oma lalu memeluk kakinya erat. "Alesna jahat."


"Ares?" Tanya Oma memicingkan mata saat cicitnya menyembunyikan sesuatu di belakangnya. "Apa itu?"


"Nothing."


"Athena ketakutan olehmu, Tampan. Dia adikmu, berbuat baiklah padanya, oke?"


"Ini hanya kaki seribu," ucap Ares mengeluarkannya dari sana.


"Omaaa!" Teriak Athena panik.


"Ini untuk cincinnya."


Oma menatap tidak percaya. Mulai dari wajah sampai tingkah, Ares mirip dengan David. Oma berharap ada tamu yang datang, yang mana membuat Ares diam dan sangat tertutup. Seperti halnya David, pada orang asing Ares selalu dingin, bahkan enggan menyapa.


"Omaaaa!" Rengek Athena lagi.


"Ares, teman Oma akan datang. Maukah kau menjadi anak yang manis?"


Ares berbalik setelah menyimpan kaki seribu yang menggulung itu di lantai. "Ares memang manis, Oma."


Menatap kepergian cucunya dengan tidak percaya, Ares sekarang pasti akan melakukan hal jahil lainnya sebelum sang tamu datang.


"Oma…"


"Tidak apa, Sayang. Oma akan menjitak kepalanya jika dia kembali berulah."


"Thea mau ikulan bela dili."


"Bela diri?"


Athena menggangguk.


"Coba kau bicarakan dengan Eta, oke?"


"Oke, Oma." Athena berlari mencari Eta.


Sementara Oma bersiap siap menyambut kedatangan temannya yang tidak lain adalah kakek dari Luke.


Saat hampir menunjukan waktu jam makan siang, barulah tamu itu datang.


"Nobles! Kau semakin tua!"


"Lihatlah kau juga semakin bongkok."


Keduanya tertawa sebelum berpelukan sesaat. "Bagaimana kabar Luke?"


"Dia masih di sana bersama Medina."


"Tidak jadi menikah?"


"Biarkan saja Medina dengan karirnya."


"Kau terlalu memanjakan wanita model itu, masuklah ayo," ucap Oma menuntun temannya menuju dalam. "Eta, bawakan cicitku dan makanan."


"Mereka di sini?" Tanya Nobles, terakhir kali melihat anak dari David yaitu dua tahun yang lalu. "Di mana mereka?"


"Sedang bersiap siap aku rasa."


Keduanya duduk di ruang tamu, Nobles melihat ke sekitar. Sudah lama dia tidak datang ke Indonesia, tugasnya di negara sebrang adalah mengawasi Luke agar tidak pergi pada pelukan wanita lain. Nobles tahu Medina sangat mencintai cucunya, maka darinya dia yakin Medina akan merawatnya dengan baik. Hanya saja sekarang Medina sedang disibukan puncak karirnya.


"Biarkan saja Luke memilih wanita yang dia sukai, Nobles."


"Dia menyukai Medina. Berhenti membicarakan cucuku, di mana cicitmu?"


Dan saat itulah Athena dan Ares yang sudah siap datang mendekat. 


"Nah… ini dia cicitku. Kemari, Nak. Beri salam pada kakek Nobles."


"Hallo, aku Ares," ucap Ares dengan ekspresi kalem dan manis.


Berbeda dengan Athena yang malu malu centil. "My name is Thea."


"Ya ampun, si pria itu mirip dengan David. Sungguh berkharisma dan pendiam."


Athena menatap Ares dengan mulut terbuka. "Grandpha, Ales itu cacing kepanasan. He's suit diam."


🌹🌹🌹


Lily merasakan usapan di perutnya. Kali ini mereka berdua berada di lantai dua, membuka kolam renang yang biasanya ditutup menjadi lantai. Lantai dua yang bisa disulap jadi apa saja kini berubah menjadi ruangan musim panas.


Lily berbaring di dada suaminya, mereka bersantai di kursi musim panas.


"Ingin berenang, Sayang?"


"Jangan khawatir, aku sudah menghubungi saudaraku di sana supaya menjauhkannya dari kekasihnya. Pria itu adalah otaknya."


"Dia tidak menyukaiku dan anak anakku. Maaf."


David terkekeh. "Kenapa kau minta maaf?"


Lily menunduk merasakan usapan di perut telanjangnya, dia hanya dibalut bikini dengan handuk yang siap dilepas jika akan berenang.


"Sayang?"


"Aku minta maaf membuat hubunganmu dan ibumu renggang."


Saat itu juga David tertawa tidak percaya. "Kedatanganmu membuat hidupku berwarna, Lily. Dahulu semua kehidupanku hanya untuk kesenangan tanpa makna, aku hampa sampai tidak memiliki mata hati."


Lily menarik napas dalam, kalimat itu tidak membuatnya jauh lebih baik. Pasalnya Lily menemukan album kebersamaan David dan Dena saat suaminya masih kecil.


"Sayang…., Kau tidak menjauhkanku. Hubungan kami sudah tidak baik sejak ayahku meninggal."


"Aku merasa kau berbuat jahat padanya karena aku."


David mengerutkan kening. "Aku? Jahat? Sayang, aku memberinya tunjangan dalam angka empat setiap bulannya, aku menjamin anak anaknya untuk sekolah sampai perguruan tinggi. Apa aku jahat?"


Lily menarik napas dalam. "Dia selalu membuat keadaan kalau kau jahat karena diriku."


"Sudahlah, daripada memikirkannya lebih baik berenang," ucap David menggendong tubuh istrinya.


"Astaga," ucap Lily melingkarkan tangan di leher suaminya. "Mau apa?"


"Berenang!"


"Aaaaaa!"


BYUR!


David meloncat dengan istrinya yang ada di pangkuan. "Menyenangkan bukan, Sayang?"


"Kau menyebalkan," ucap Lily terbatuk batuk. Dia memukul mukul dada suaminya. "Nyebelin!"


David tertawa, mereka bercanda tawa di dalam kolam sambil sesekali berciuman.


Sampai akhirnya terdengar, "Daddy! Mommy! Ikutaaaan!" Teriak Ares langsung terjun ke dalam kolam.


Disusul Athena yang merengek karena di tinggalkan.


BYUR!


BYUR!


Kedua bocah itu dengan lincahnya berenang ke sana ke mari.


David mengerutkan kening heran bagaimana mereka datang. "Kenapa anak kecebong ini datang?"


Lily tidak menghiraukannya, istrinya malah bermain bersama Athena.


"Daddy!" Teriak Ares di bagian yang dalam.


David mendekat dan mengejar putranya.


"Aaaa ha ha ha ha!"


"Dapat!" Teriak David memegang kaki Ares.


"Aaaaaaaa! Lepas!"


David segera melepaskannya saat Ares akan menangis. Anak itu cemberut saat David memeluknya. "Maaf, ehe he."


"Daddy is evil!"


"Oh my God," ucap David merasa terkejut. "Kenapa kau ke sini, Ares?"


"Ingin membawa mainan, but Thea mendengar suara air dari sini."


"Alesss! Lets go!" Teriak Athena yang sudah keluar dari kolam. "Ambil mainan!"


"Oke! Let me go, Daddy!" Teriak Ares saat David terus menciuminya. "Daddy!"


"Oke, you got it."


Kedua anaknya berlarian mengambil mainan untuk dimasukan ke kolam renang. David tersenyum pada istrinya yang di ujung kolam, dia mendekat perlahan. "Hari manis yang gagal."


"Aku senang bersama mereka."


"Benarkah?" Tanya David sambil menggaruk kepalanya. "Kenapa rambutku gatal?"


🌹🌹🌹


TBC