
🌹SELAMAT DATANG DI CERITA INI, SEMOGA KALIAN MENIKMATINYA. GENRENYA ITU REMAJA KOMEDI YA🌹
🌹IGEH EMAK DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
Ares Fernandez, remaja yang sedang mengalami proses pertumbuhan. Di usianya yang tujuh belas tahun, dia berada di kelas XII.
Sayang dengan dirinya sendiri, Ares memilih kelas IPS. Dia tidak ingin stress dengan angka angka yang membuatnya berkeringat, Ares lebih suka berkeringat karena olahraga.
Karena hobbynya itu, Ares menjadi kapten untuk tim basket di sekolahnya.
Awal smester baru tidak ada bedanya untuk Ares. Dia tetap bangun terlambat seperti biasanya.
Ddddrrrrrrrtttttttt! Ddddrrrrtttttt!
Kesekian kalinya, alarm terus menyala. Dan seperti biasa, Ares menutupnya dengan bantal kemudian masuk kembali dalam selimut.
Sampai akhirnya terdengar teriakan, "Ares Fernandez!"
Seketika Ares membuka matanya, "Iam wake up!"
Ares berlari ke kamar mandi, membasuh tubuhnya dengan singkat. Sampai waktunya dia bercermin, Ares terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Astaga, kenapa kau sangat tampan?" tanya Ares pada dirinya sendiri sambil mengedipkan matanya sebelah.
Bagaimana tidak, ibunya memiliki darah China yang membuat kulitnya seputih salju, ditambah sang ayah yang memiliki darah barat. Membuat dirinya terlihat sempurna.
Ares keluar kamarnya, dia menuruni tangga dan melihat anggota keluarganya sudah berkumpul untuk sarapan. Sebuah kewajiban untuk ibunya, dimana sarapan dan makan malam menjadi ajang kebersamaan keluarga.
Sang Daddy yang menyuapi adik bungsu mereka yang berada di kelas tiga sekolah dasar.
Sang mommy yang masih menyiapkan jus, dan saudari kembarnya yang sibuk berselfie.
"Athena jangan mainkan ponsel di meja makan."
"Ya, Mommy."
"Kenapa kau selalu membuat Mommy marah?" tanya Ares menatap Athena.
Yang mana membuat gadis cantik itu menggertakan giginya kesal.
"Ares akan pulang terlambat nanti."
"Thea beritahu Mommy, dia pasti akan bermain game dengan teman temannya."
"Benarkah, Ares?"
"No, Mommy. Aku akan berlatih basket bersama yang lain."
David sang ayah menambahkan, "Tidak apa untuk seorang remaja bermain game di luar bersama teman temannya, Daddy juga dulu begitu."
"Tapi, Daddy, Ares selalu lupa mengerjakan PR nya, dia selalu malas membuat pekerjaan rumah jika sudah dihadapkan dengan game. Daddy tahu betapa bodohnya Ares saat ditanya pelajaran kimia?"
Ares hanya tersenyum melihat Athena yang mencoba mengkomporinya. "Kau sangat tidak pintar, kenapa menanyakan pelajaran Kimia pada anak IPS?"
"Berhenti ribut," ucap Lily yang menyediakan segelas susu untuk anak anaknya. "Lihat Alden, dia sangat tenang."
"Alden hanya takut Daddy akan menambahkan potongan roti lainnya."
Davif berdecak mendengar itu. "Jangan dengarkan kedua kakakmu, Alden. Ayo makan bersama Daddy."
"Daddy kenyang," ucap si bungsu.
"Satu suap lagi, oke?"
"Lihat, Alden ketakutan. Dia akan gemuk jika Daddy memberinya terlalu banyak roti, lihat bagaimana pipinya mengembang seperti bola."
"Mommy….," ucap si bungsu mengadu pada Lily.
"Ares kau harus pulang sebelum jam 3 sore."
"Mommy….," rengek Ares. "Dua minggu aku menghabiskan waktu belajar di rumah. Mommy tidak kasihan pada otakku?"
Lily hanya mengusap kepala Ares dengan tenang. "Makan makanan kalian dengan tenang, lalu pergi temui Oma sebelum berangkat."
🌹🌹🌹🌹
Ares melambaikan tangannya pada Oma yang sudah lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Keadaannya baik baik saja, hanya saja kondisi karena usia yang membuat Oma selalu mudah lelah.
Ditemani oleh asisten pribadinya sejak muda, Ares menitipkan pesan, "Tolong jaga Oma, Eta. Nanti aku belikam martabak telur untukmu."
"Terima kasih, Tuan Muda."
Saat Ares menuruni tangga di depan rumah Oma, terdengar teriakan melengking. "Ares! Cepat!"
Athena berteriak. "Ares!"
"Berhenti berteriak," ucap Ares yang masih berjalan dengan santai.
"Tidak, aku malas," ucap Ares yang malah melewati mobil yang ditumpangi Athena. "Kau mau kemana lagi?! Ares!"
"Cepat berangkat, kau akan terlambat."
Kemudian terdengar suara gas motor sport dari dalam garasi yang membuat Athena mengumpat kesal. "Kenapa dia tidak bilang akan naik motor?"
Athena sangat kesal, dia menutup kaca jendela. "Ayo berangkat, dengan kecepatan penuh."
"Baik, Nona."
Saat mobil baru melaju beberapa detik keluat dari gerbang rumah, Ares dengan motor sport hitamnya menyalip begitu saja dan bekendara dengan sangat cepat meninggalkan Athena di belakang sana.
Tahu dirinya akan terlambat, Athena hampir menangis di dalam mobil. "Pak, bisakah kita lebih cepat?"
"Astaga maafkan saya, Nona. Ada kemacetan di sana."
"What?!" Athena semakin frustasi. "Kalau begitu kita ke jalan alternatif."
Saat supir akan memundurkan mobil, ternyata di belakang sudah dikepung oleh bus.
"Apa ini?"
"Maaf, Nona."
"Aaaaa! Ini tidak seharusnya terjadi!"
TIN! TIN!
Athena menoleh ke samping dimana ada suara klakson dibunyikan, ternyata di samping jalan itu ada Ares yang berhenti dengan motor besarnya. Dia memberi isyarat agar Athena segera turun dan naik motor bersamanya.
Athena langsung melakukannya, sambil mengoceh, "Ini semua karena dirimu bangun terlambat, lihat apa yang aku dapatkan sekarang."
"Oke, pakai helmnya."
"Bagaimana denganmu?"
"Aku tahu apa yang akan terjadi," ucap Ares mengangkat tangan lain yang memegang helm.
"Tapi aku tidak mau pakai helm, nanti rambutku rusak."
"Pilihannya kepalamu atau rambutmu yang hancur."
Athena bedecak kesal, dia langsung memakainya dan segera menaiki motor besar itu.
Diantara kemacetan itu, Ares dengan mudahnya menerobos, menyalip dengan motor sport hitam itu.
Membuat Athena ketakutan dan memegang kepala Ares dengan spontan.
"Jangan pegang kepalaku! Di pinggang saja!"
"Tidak mau! Nanti bajuku kusut!"
"Kau membuatku terlihat bodoh!"
BUK! Athena memukul helm yang dikenakan Ares. "Kau memang bodoh!"
"Thea jangan pegang kepalaku! Sebentar lagi kita sampai!"
"Nanti aku jatuh!"
Beberapa meter sebelum sampai di gerbang sekolah, Ares berhenti
"Turun."
"Apa?"
"Turun."
"Baiklah aku tidak memegang kepalamu."
"Bagus," ucap Ares.
Namun, saat motor kembali melaju, Athena menyimpan tangannya di bahu Ares.
"Kau membuatku seperti tukang ojeg, Thea!"
"Nanti bajuku kusut!"
🌹🌹🌹
ARES FERNANDEZ
TO BE CONTINUE.
GIMANA KOMENTAR KALIAN UNTUK EPISODE INI ANAK ANAK?