
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA JANGAN LUPA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN UNTUK BACA KARYA RECEH EMAK INI YA.🌹
Beberapa bulan kemudian……
Perut Lily semakin membesar, bayi di dalam sana mulai bergerak, yang mana menandakan kebahagiaan akan segera tiba. Lily memejamkan matanya merasakan tangan tangan kecil mengusap perut Lily dengan lembut.
Anak anaknya yang sedang libur kini akan mengantar Lily melakukan USG bersama David pula. Sambil menunggu daddy mereka bersiap siap, keduanya memilih untuk merasakan pergerakan saudara mereka di dalam sana.
Mulut mulut lucu Ares dan Athena mengeluarkan kata kata seperti;
“Woaahhh…., dia bergerak, Mommy.”
“Mommy, apakah dia dapat mendengal kita?”
“Mom, dia akan keluar beberapa bulan lagi? Bisa aku ajak main bola.”
“Dia mungkin cantik sepelti Thea, bukan begitu Mommy?”
Lily tersenyum dan mengusap pipi kedua anaknya dengan sangat lembut. “Kita akan mengetahuinya sekarang, ini bayi perempuan atau laki laki.”
“Tapi….” Athena menegakan tubuhnya, menjauh dari perut sang Mommy sambil cemberut. Dia menghela napas dalam.
“Kenapa?” tanya Lily.
“Thea ingin menjadi Princess selamanya, Mommy.”
“Wow, Mommy,” ucapan Ares memotong karena rasa kagumnya. “Dia lancar mengatakan Princess, tapi tidak dengan kalimat yang memakai huruf R lainnya.”
“Jangan memotong kalimat Thea, Ales.”
“Sudah…, nanti Daddy mendengarkan kalian,” ucap Lily memberi keduanya pengertian, kemudian tatapannya beralih pada Athena. “Sayang, kau akan selamanya menjadi Princess di sini, tapi bukankah Princess butuh teman?”
“Sebagai pelayan?”
Ares dan Lily jelas terkejut dengan pertanyaan itu, bagaimana bisa dia menjadikan adiknya sebagai pelayan?
“Sebagai teman,” ucap Lily.
“Pelayan boleh juga,” tambah Ares.
“Ares…..” Lily menatap sang putra sulung untuk meminta dia tidak mengatakan apa apa lagi.
“Akan lebih menyenangkan jika Princess memiliki teman, Sayang. Lagipula kita belum tahu, jadi jangan terlalu khawatir.”
David yang sudah siap pun datang dengan wajah cerianya. “Oke, lets go! Daddy sudah siap.”
“Apa Daddy bercukur dan merapikan rambut? Pantas lama,” gumam Ares.
“Hei, kau tidak tahu apa yang Daddy alami,” ucap David tidak suka, jelas dia ingat bagaimana kejadian satu bulan yang lalu,
Davi datang dan menggendong Athena ke pangkuannya, dia memberikan ciuman di pipi putrinya. “Tidak ada yang tahu apa yang Daddy alami.”
“Kenapa? dokter mengira Daddy sedang mengantar putrinya cek kandungan?”
David terdiam seketika, dia menatap Ares dengan mata membulat. “Bagaimana bisa?”
“Jelas mudah ditebak, ‘kan?”
“Kalau begitu Ares boleh mengatakannya pada Daddy orang lain?”
“Ares,” ucap Lily dan David secara bersamaan.
“Belhenti mengganggu Daddy.”
Ares henya tertawa. “Ares tidak risau karena saat tua nanti pasti masih tampan seperti Daddy.”
Dan itu mampu membuat David tersenyum lebar, kapan lagi dia bisa mendapatkan pujian dari putra sulungnya?
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Jenis kelaminnya laki laki,” ungkap sang dokter dengan senyuman yang lebar.
Hal tersebut di dengar oleh Ares dan Athena yang bermain di lantai ruang pemeriksaan.
“Kalian dengar itu, Kids?”
Ares mengangguk kemudian berbisik pada Athena, “Telinga kita masih terpasang bukan.”
Athena tidak mendengar sama sekali, gadis kecil itu sibuk tersenyum sambil membayangkan kalau dirinya tetap akan menjadi gadis paling cantik di keluarga Fernandez. Yang mana lamunannya itu membuat Ares ketakutan, dia mundur perlahan.
“Kau ini kenapa?”
Bahkan saat keluar dari rumah sakit, Athena masih tersenyum senyum sendiri karena tahu jenis kelamin adiknya itu laki laki.
Kini keluarga kecil itu dalam perjalanan menuju mall untuk makan siang di sana, ini sudah seperti rutinitas keluarga jika sudah melakukan pemeriksaan kandungan.
“Kali ini ingin makan apa?” tanya Lily. “Kalian boleh memilih dua menu, selebihnya Mommy yang menentukan.”
Bukan apa apa, kedua anaknya sering hilang kendali dan membeli banyak junkfood yang tidak sehat.
“Ingin ayam goreng dan pizza,” ucap Ares. “Bukan begitu, Thea?”
Athena hanya mengangguk masih dengan senyumannya.
David mengulum senyumannya, dia kembali menggenggam tangan Lily saat sedang mengemudi.
“Jangan lakukan ini, simpan untuk nanti.”
Sementara di belakang sana, Ares masih mencoba mengajak Athena berbicara dan menghentikannya dari senyuman kesendiriannya.
“Kau ingin memberi nama bayinya apa?”
“Dia laki laki,” gumam Athena kemudian tertawa kecil, menutup mulutnya dengan tangan imut miliknya itu. “Hihihihi, dia laki laki.”
Mata Ares membulat, dia beringsut mundur menjaga jarak. “Kau ini kenapa?”
“Hihihihi, laki laki.”
“Thea, tawamu mengerikan,” ungkapnya. Meskipun suara tawanya kecil dan hampir tidak terdengar, tapi itu sangat mengerikan. “Kau ini kenapa?”
“Hihihihi, laki laki, Ales.”
Dan saat Athena membalas tatapan Ares masih dengan senyuman di wajahnya, Ares syok melihat ekspresi aneh adiknya, dia lantas berteriak, “Mommm! Athena kesurupan! Selamatkan Ares! Selamatkan wajah tampan Ares!”
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE