
🌹Vote dulu dong ghais.🌹
🌹Ajak yang lain.🌹
🌹Follow igeh emak : @REDLILY123🌹
Beberapa lama berjalan, akhirnya David melihat sebuah mobil lewat. Pikirnya itu adalah orang lain, sehingga dia melambaikan tangannya meminta bantuan.
Namun, Sebastian sadar siapa di sana. “Bukankah itu Holland?”
Luke tertawa. “Kau kehilangan martabatmu, David.”
“Sial,” ucapnya segera berdiri penuh dengan martabat dan harga diri, yang mana membuat Luke dan Sebastian tertawa.
“Kau lupa hanya orang orang tertentu yang bisa keluar masuk?” tanya Luke.
“Diamlah.”
Holland membawa dua mobil lain untuk mengangkut majikan dan teman temannya. Holland segera keluar begitu mobil berhenti. Dia langsung mendekati David. “Tuan,” ucapnya penuh kekhawatiran.
“Kenapa baru mencariku sekarang?”
“Maaf, Tuan, ada kendala di perjalanan.”
“Sepertinya itu berkat doa Oma dan istrimu, David,” ucap Luke yang masuk ke mobil lain.
Begitupun dengan Sebastian yang masuk ke mobil lainnya.
David segera memberi isyarat pada Holland untuk menyetir dan membawa dirinya keluar dari sini. Holland menyerahkan sebuah tas kertas kecil berisi sarapan.
“Kau pengertian dan pandai,” puji David mulai memakan sandwich itu. “Bagaimana kau tau aku di sini?”
“Nyonya Muda menghubungi saya dan mengirimkan foto itu.”
“Ah, aku paham,” ucap David.
Saat itulah dia ingat dengan Lily dan Oma juga anak anaknya.
“Apa Lily menghubungimu dengan marah?”
“Tidak, Tuan,” jawab Holland dengan jujur.
Namun tetap saja itu membuat David khawatir, dia pasti akan dimarahi habis habisan.
“Berhenti dulu di sebuah hotel.”
“Anda tidak berniat untuk menginap di sana kan, Tuan?” tanya Holland mengingatkan.
“Tidak, aku ingin membasuh diri dengan benar. Setidaknya aku harus bertemunya dengan keadaan bersih.”
Holland mengangguk paham.
“Dan berhenti dulu di sebuah tempat, belikan baju untukku dan mereka berdua, Holland.”
“Baik, Tuan.”
Karena mobil yang dikendarai Holland itu berada di depan, jadi saat mereka berhenti, kedua di belakangnya ikut berhenti.
Saat Holland memasuki butik untuk membeli pakaian, David diam di mobil.
Hanya butuh waktu sepuluh menit, Holland kembali. Mobil kembali berjalan diikuti yang dibelakang.
“Kita mau apa lagi di sini?”
“Basuh diri kalian da perbaiki, kalian akan bertemu istriku.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Sesuai keinginan David, keduanya membasuh diri hingga sangat rapid an bersih.
Hanya butuh beberapa menit mengingat mereka mengejar waktu.
“Kau akan kembali sekarang juga?” tanya Luke yang masih memakai kaosnya.
Mereka sengaja berbagi ruang demi menghemat biaya.
David sudah kehilangan mobilnya, jika Lily melihat atm nya banyak berkurang, dia yakin akan menjadi mangsa istrinya.
“Kalian langsung pulang saja, jangan datang.”
“Hei, aku ingin melihat anak anakmu,” ucap Sebastian tidak terima.
“Tidak bisa, kalian hanya akan membuat Lily marah.”
“Akan lebih marah jika kau pulang sendirian,” ucap Luke. “Kau akan ditodong pertanyaan. Kau tau Bas pintar mengalihkan perhatian.”
David diam, dia menatap kedua temannya. “Kalian hanya ingin masakan istriku bukan?”
“Wah, kau cepat tanggap. Kalau begitu ayo.”
“Tidak, Bas. Kalian tidak akan datang.”
“Baiklah, aku akan mengatakan kejujurannya saja jika ditanya.”
Luke mengangguk. “Setidaknya jika kami ikut, kami akan meminta maaf karena memaksamu pergi ke klab malam.”
Saat itulah David menyeringai, dia mengangguk setuju.
“Oke, ayo kita pergi.”
Luke dan Sebastian bertos. Ketiganya turun dan menunggu di depan sambil merokok.
Sampai sesuatu yang tidak asing lewat. David membelalakan matanya melihat mobil sport yang ditukar Luke kini dikendarai seorang kakek tua. Dan sialnya dalam posisi atap terbuka guna kambing bisa muat.
Sebastian berdecak. “Itu seperti mobilmu, David.”
David segera menatap Luke. “Thai kuda aku simpan di bagasi mobilku, Luke.”
“Hei, ayolah. Aku tidak sadar saat itu.”
“David! Lihat!” Teriak Sebastian dengan tangan menunjuk pada mobil David yang lewat di depannya.
Saat itulah kambing yang diangkut di sana mengeluarkan kotoran.
PRETEK PRETEK PREKET
Suaranya saat mengenai bagian mobil.
🌹🌹🌹🌹
TBC