
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
"David, ayolah. Kita harus pulang."
David menatap istrinya yang hampir 50% sudah siap untuk pulang ke rumah. Sementara dirinya masih terbaring di atas ranjang, dengan pakaian yang belum lengkap.
"Sayang, ini sudah malam. Ayo kita tidur dan kembali besok. Ah iya, aku juga belum memberikan petuah petuah untuk kehamilanmu bukan?"
"Ayo pulang," ucap Lily yang kesekian kalinya. Dirinya sibuk memakai baju dengan benar.
Tidak sempat mandi, dan tubuhnya masih bau akan keringat dan juga aroma tubuh David. Membuat Lily menumpahkan banyak parfume di bajunya.
"Mereka pasti sudah tidur, kenapa kau tidak berbaring saja di sini? Biarkan aku mengusap kepalamu penuh kasih sayang dan menciumu semalaman?"
"Aku akan meninggalkanmu," ucap Lily yang mana itu bukan lagi peringatan.
Hal itu jelas membuat David segera turun dari ranjang, memunguti pakaiannya seketika. Suara Lily yang berat dan penuh penekanan jelas membuatnya ketakutan.
"Aku akan membersihkan diri sebentar."
"Sepuluh menit, waktumu sampai itu."
"Aku paham, Sayang. Makanlah sesuatu sambil menunggu, aku tidak ingin kau tidak punya tenaga karena aktivitas barusan."
"David."
"Aku paham aku paham," ucap David segera meluncur ke kamar mandi.
Dan sambil menunggu, Lily benar benar mamakan makanan yang mereka pesan untuk makan malam tadi.
Disebabkan oleh nafsu sang suami yang menggebu gebu, makanan penutup tidak disentuh sama sekali.
"Ice creamnya mencair," gumam Lily sambil memakan pudding.
Meskipun sambil makan dan posisi bersantai, matanya sesekali melihat jam di tangannya.
"David," panggilnya lagi saat suaminya itu tidak bersuara di dalam kamar mamdi.
Tidak lama kemudian, David keluar. "Ada apa, Sayang?"
"Kenapa kau sangat lama?"
"Itu bahkan belum sepuluh menit," ucap David dengan penuh kesabaran, dia mengusap pipi istrinya yang masih duduk menikmati makanan penutup sebelum mengambil belt miliknya yang tergeletak di lantai. "Makanlah dengan santai."
"Tidak bisa, aku benar benar merasa tidak enak. Perasaanku rasanya kacau."
"Jika terjadi sesuatu, Oma pasti menelpon. Jangan khawatirkan apapun, Sayangku."
"Cepatlah."
"Oke oke." David kembali memberikan ciuman di puncak kepala istrinya. Rasanya gemas dengan Lily yang tiba tiba merubah suasana perasaannya, dan menciumnya adalah salah satu cara David meredakan dirinya sendiri.
🌹🌹🌹
Dalam perjalanan pun, Lily diselimuti rasa khawatir.
"Tutup jendelanya, kau bisa masuk angin," ucap Lily tetap memperhatikan sang suami.
Yang mana membuat David tersenyum. Dia kembali mendapatkan perhatian sang istri.
"Kau yakin tidak apa apa, Sayang?"
"Aku hanya ingin pulang ke rumah."
"Baiklah," ucap David menambah kecepatan mobil. Dia menyalip halus mobil mobil di depannya.
Yang mana membuatnya bisa sampai di rumah lebih cepat.
Begitu mesin mobil mati, Lily langsung berlari keluar.
"Hati hati, Sa---" ucapan David terpotong tatkala Lily berlari semakin jauh.
Dia hanya bisa menarik napas, keluar dari mobil dan berjalan menyusul sang istri.
"Hormon ibu hamil," gumam David sambil melangkah menuju pintu.
Namun, belum juga dia masuk menemui sang istri, Lily lebih dulu keluar dengan wajah berlinangan air mata.
"Sayang, ada apa?"
"Ayo ke rumah sakit," ucap Lily menggenggam tangan David dan membawanya melangkah menuju mobil.
"Ada apa, Sayang? Tenangkan dirimu, siapa yang sakit?"
"Athena jatuh, kakinya mungkin patah!" teriak Lily tidak dapat menahan emosinya.
Saat itu juga David langsung masuk ke dalam mobil, menggendarainya dengan kecepatan di atas rata rata.
Satu tangannya terulur mengusap tangan sang istri. "Hei, dia gadis kuat, putri kita akan baik baik saja."
"Aku takut, ini pertama kalinya untukku. Anakku terluka… Hiks… hiks…." tangisan Lily menjadi pengiring. "Kenapa Oma tidak memberitahu kita?"
"Oma mungkin tidak ingin membuat kita panik, atau belum sempat. Telpon lah dia, kita harus tahu kamar Athena."
Lily melakukannya, dia menelpon Oma. Sementara David tetap menggengam tangan sang istri, yang sesekali mengusap surai halusnya.
Begitu sampai di tempat tujuan, Lily membawa David dengan terburu buru menuju lantai paling atas. Athena ada di ruangan VVIP.
Sepertinya parah, karena harus di rawat.
Begitu sampai di koridor lantai VVIP, Lily mendengar suara tangisan yang tidak asing.
"Sayang, tenanglah."
Dan begitu membuka pintu ruangan itu, semua orang yang ada di dalamnya menoleh.
"Mommy….," ucap Ares yang datang mendekat sambil menangis. "Hiks.. Mommy…. Theaa…."
Kemudian tatapan Lily beralih pada Athena yang sedang makan, gadis kecilnya tersenyum. "Mom, ini kejadian langka melihat Ales menangis. Hebat bukan?"
🌹🌹🌹
To be Continue