Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Seperti biasa, pagi ini Ares memakai motor sport miliknya ke sekolah. Saat motornya mulai memasuki gerbang, para wanita yang melihatnya begitu terpesona. Mereka bertanya tanya siapakah wanita beruntung yang akan menepati jok belakang di sana.


“Wahh…. Dia sangat keren.”


“Siapa wanita yang akan menarik perhatiannya?”


“Aku ragu dia belum pernah berpacaran, lihat saja tampangnya.”


“Aku penasaran tipe nya, akan secantik apa?”


Itulah gumanan gumanan kekaguman yang Ares dengar sepanjang dia berjalan. Sampai dia mendengar percakapan.


“Aku melihat Kak Ares membawa wanita kemarin sore.”


“Wanita mana?”


“Murid baru di kelas 12.”


“Ah, teman baru Kak Thea? Jangan khawatir, dia tidak cantik. Kulitnya saja lebih cokelat daripada milikku, jangan merasa tersaingi.”


Ares tiba tiba menghentikan langkahnya, sesaat dia merasa terganggu dengan percakapan itu. Sampai dia sadar dan menggeleng, “Itu memang fakta, lagipula kenapa aku harus marah?”


Sampai di kelas, Ares memilih bangku belakang di dekat jendela seperti biasanya. Dia menyimpan tasnya di meja dan dijadikan bantal untuk dirinya merebahkan kepala.


Saat mencoba terlelap dibawah dinar matahari, Ares mendengar Samuel yang berada di depannya sedang menelpn.


“Sayang, kau tahu aku sibuk. Apalagi ini tahun terakhirku, bagaimana jika akhir pekan nanti kita jalan jalan lagi?”


“……”


“Oh ayolah,” ucap Samuel merengek. “Aku akan membawa lambo milikku.”


“…..”


“Tentu saja aku punya SIM, jadi hanya kita berdua tanpa adanya supir. Bagaimana?”


“…..”


“Jangan marah lagi, oke? Kiss nya mana? Aku tidak mendengarnya.”


“….”


“Muach too… I love you sayangku, Stefany Laundry.”


“…..”


“Iya, Laura. Aku merasa kau mencuci otakku. Hehehe, I Love U.”


Saat telpon terputus, Ares berdecak. “Pacar lu masih mahasiswa hukum itu?”


“Yoi, masih sama dia. Seksi banget, lu pernah liat ‘kan?”


Ares tidak bergeming dari tidurnya menghadap cahaya.


“Ar, lu beneran belum pernah pacaran?”


“Gue terlalu berharga buat dimilikin.”


“Maksudnya emang lu gak nafsu liat cewek cantik gituh…. Ar, lu normal ‘kan?”


“Ngomong apa lu?” tanya Ares menegakan tubuhnya seketika.


“Enggak, Ar. Bercanda, gue cuma penasaran aja siapa cewek yang bakalan cairin hati es lu.”


Ares tertawa menyeringai. “Belum ada cewek yang narik perhatian gue. Dan kalau itu ada, gue jamin dia bakal jadi pacar gue.”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Thea, kapan kau akan meng-upload semua video itu?”


“Nanti, aku harus tampil sempurna.”


“Tapi kau sudah sempurna, kau cantik dan semua video yang aku tonton ini bagus,” ucap Cantika memberikan ponsel milik Athena.


Dan kebetulan, di jam istirahat ini, ada anak anak lain yang sedang bermain futsal di sana. Cantika yang membawa bekal itu memakannya di sana ditemani oleh Cantika.


“Thea!”


Athena menengok. “Arin, apa kau mencariku?”


“Astaga, aku mencari kalian berdua. Ini.”


“Apa ini?” tanya Athena dan Cantika secara bersamaan.


“Salad buah, aku membelikannya untuk kalian.”


“Wah, terima kasih.”


“Kau yang terbaik,” puji Athena.


Arin ikut duduk di sana. “Ternyata enak juga makan siang di sini, bagaimana kalau besok kita membawa bekal, Thea?”


“Aku setuju saja, tapi aku malas jika lapangnya dipakai. Apalagi melihat pria itu,” tunjuk Athena dengan tatapannya.


Cantika mengerutkan keningnya. “Galuh? Dia ketua osis bukan?”


Athena mengangguk. “Dia yang selalu membuatku berada diperingakat kedua, dia benar benar menyebalkan.”


“Wah, Thea, kau di peringkat dua? Itu menakjubkan. Bagaimana dengan Ares?” Tanya Cantika.


Athena menjawab dengan mulutnya yang penuh. “Dia peringkat tiga….”


“Wah…”


“Puluh dua.”


“Oh, benarkah? Tapi itu ranking semua siswa bukan?”


Arin mengangguk. “Dia mengagumkan dan tetap nomor satu. Ngomong-ngomong, Cantika, aku mencoba menambahkanmu ke Group penggemar Ares. Tapi tidak bisa.”


“Ah, maaf. Aku belum mengubah pengaturannya.”


“Oh ayolah, guys,” ucap Athena kesal. “Jangan membicarakan saudaraku yang menyebalkan.”


Namun, Cantika dan Arin sama sekali tidak mendengarkan.


“Jadi, apa yang kita lakukan selaku penggemarnya?”


“Karena ini klub penggemar, jadi kita ingin yang terbaik yang membuat Ares bahagia.”


“Aku setuju.”


“Jika ada pertandingan basket, kita akan membuat poster semacamnya dan menyiapkan dukungan untuknya.”


“Wah, sepertinya menyenangkan,” ucap Cantika.


“Anak baru juga banyak yang bergabung, sekitar 120 orang untuk kelas X.”


“Wah….”


“Mahasiswa juga ada yang selalu memberi dukungan untuk Ares, mereka yang sudah lulus tapi masih ingin mendukungnya.”


“Wah…., itu akan menyenangkan.”


“Jadi, ayo kita lakukan yang terbaik untuk mendukung Ares.”


“Ayo.”


Kedunya bersalaman di hadapan Athena, yang mana membuat Athena memutar bola matanya malas.


🌹🌹🌹🌹🌹


 


 


To Be Continue