Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Tidak bisa berkata kata



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹


"Omaaaaa!" Teriak Lily penuh kebahagiaan. Dia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang selama ini selalu bersama dengannya. "Oma?!"


"Oma di belakang."


Lily datang dengan wajah penuh senyuman. Oma yang saat itu sedang memotong sayuran itu mengerutkan keningnya. "Kenapa tersenyum seperti itu?"


"Oma… aku hamil," ucap Lily dalam satu tarikan napas. Yang mana hal itu membuat Oma terdiam. "Oma, kau mendengarku bukan?"


"Lila… kau hamil?"


"Iya, aku hamil, Omaaa!"


"Bagusssss!" Oma berdiri dan memeluk Lily erat. "Akhirnyaaaaaaa, Oma akan menggendong bayi lagi. Oma sangat merindukan sosok bayi. Apa David tahu?"


Lily menggeleng. "Aku akan memberikannya kejutan malam ini."


"Benarkah? Eitss… tapi kita harus tahu bagaimana reaksi David dulu."


"Maksudnya?" Tanya Lily ikut duduk di samping Oma.


Tangan Lily otomatis ikut membantu mengupas sayuran di sana. "Aku tidak paham, Oma."


"Bagaimana bisa? Bukankah kalian selalu memakai pengaman?"


"Ya, tapi saat mabuk David selalu melupakannya. Jadi….., kita tidak memakainya saat itu terjadi."


"Kita harus melihat kemungkinan. David selalu berusaha keras melarang kau hamil lagi, dan kemungkinan…..," ucapan Oma menggantung.


"Kemungkinan?" Tanya Lily penasaran. "Dia tidak bahagia?"


"Dia pasti bahagia, hanya saja sedikit kecewa karena tujuannya tidak terpenuhi."


Lily menghela napasnya dalam. Memang benar David selalu memintanya untuk tidak cepat cepat mendapatkan bayi lagi dan menikmati waktu berduaan saja.


"Apa yang harus aku lakukan, Oma?"


"Siapkan makan malam keluarga yang romantis, di tepi kolam renang misalnya."


"Bersama anak anak?"


Oma menggeleng. "Jangan, berdua saja. Ekspresi Ares mungkin akan membuat David ikut kecewa, kau tahu dia tidak ingin memiliki adik lagi."


"Baiklah Oma, terima kasih sarannya. Aku akan menyiapkan semuanya," ucap Lily bergegas pergi.


Lily segera kembali ke rumahnya dan mempersiapkan makan malam romantis untuk kedatangan suaminya.


"Buatkan ini. Ini dan ini. Jangan lupa meja bundar untuk di tepi kolam renang, aku ingin lilin di sana, dan di sana."


Lily menginstrupsi dengan baik. Membuat para pelayan mulai melakukan apa yang diperintahkannya.


"Mommy, ada apa ini?" Tanya Ares.


"Oh tidak ada, Sayang, hanya menyiapkan makan malam kecil untuk Daddy," jawabnya pada kedua anaknya yang baru bangun.


"Bersihkanlah diri kalian dan nanti Mommy suapi untuk makan malam."


Keduanya mengangguk. 


"Apa Mommy hamil?" Tanya Ares.


Lily terkejut seketika. "Bagaimana kau tahu?"


"Mommy tadi muntah."


Lily tersenyum. "Apa kau suka?"


"Yaaa bagaimana lagi, Ares akan menyayanginya."


Lily tersenyum bahagia. "Rahasiakan ini dari Daddy ya, Mommy membuat kejutan ini untuk Daddy."


"Oke, mommy."


Athena mengusap matanya. "Eung? Hmm… iya, Mommy," ucapnya sambil menguap dan kembali pergi.


🌹🌹🌹


David turun dari mobilnya dengan penuh kelelahan, dan tidak disangka disambut oleh sang pemilik hatinya.


"Hallo… selamat datang," ucap Lily memeluk David.


Membuat David heran, karena biasanya Lily menunggunya di kamar.


"Sayang, apa kau baik baik saja?"


"Kenapa menanyakan hal itu?" Tanya Lily tidak suka. "Apa kau ingin mandi air hangat? Aku sudah menyiapkannya."


"Ah… baiklah….," Ucap David mengikuti langkah sang istri yang menggandengnya.


Bukan haya itu, Lily juga terus tersenyum manis. Yang mana membuat David malah mengkhawatirkannya.


"Sayang, kau baik baik saja?"


"Ini, pakai baju ini."


David hanya menurut saja.


"Apa wajahmu kram? Kau tidak berhenti tersenyum."


Plak!


Lily memukuk bahu suaminya. "Bagaimana bisa kau mengatakan hal tersebut pada istrimu yang tersenyum manis ini?"


"Maaf, Sayang."


Kemudian Lily kembali tersenyum, itu hal aneh bagi David. Biasanya istrinya itu merajuk bahkan sampai berhari hari.


"Sayang, kau baik baik saja bukan?"


"Berhenti menanyakan itu, ayo turun dan makan malam."


David melamun dalam langkahnya, dia kebingungan.


"Anak anak mana?"


"Anak anak sudah makan malam duluan."


"Bagaimana bisa?"


"Hai, Daddy," sapa kedua anaknya yang sedang memakan ice cream sambil berjalan.


"Kalian mau kemana?"


"Ke kamal," jawab Athena.


"Sudah makan?"


"Sudah, David. Mereka makan duluan."


"Kenapa mereka makan duluan?"


"Kalena Mommy ingin makan beldua dengan Daddy."


"Kenapa? Tidak biasanya?"


"Untuk membeli kejutan kalau Mommy hamil."


"Apa?" Tanya David terkejut.


"Ish! Kau tidak boleh mengatakannya," bisik Ares.


"Oh iya, aku lupa."


Lily terdiam di sana. Dia mematung.


🌹🌹🌹🌹


To be Continue