Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Hal hal Random



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


 


“Ares sayang, bereskan mainanmu, Nak,” ucap Lily saat melihat balkon yang begitu berantakan karena Ares yang meninggalkan sisa mainannya di sana. Tapi tidak kunjung ada jawaban, yang membuat Lily mengerutkan keningnya. Dimana sosok putranya itu.


“Ares?” panggil Lily sekali lagi. Dia menelusuri ruangan dan hanya mendapati Oma yang sedang menghitung pernak pernik yang dibelinya, Athena yang sibuk dengan mainannya, juga David yang sedang membantunya packing. 


Dimana anak sulungnya itu, dia selalu saja membuatnya khawatir.


Sementara itu, anak yang sedang dicari oleh Lily sedang berada di caffe yang ada di sebelah villa. Dia sedang duduk dengan choco banana milk di hadapannya, jika dilihat dari depan, hanya kepalanya saja yang terlihat mengingat itu tempat duduk untuk orang dewasa.


Bukan itu masalahnya, tapi Ares sedang berada di sekeliling wanita wanita bule yang seksi yang sesekali menggodanya.


“Kau tidak punya pacar?” tanya salah satu wanita yang sudah dewasa itu.


Ares menggelengkan kepalanya. “Aku ingin punya pacar yang bisa menyadari ketampananku ini.”


“Kau tampan,” celetuk salah satunya. “Kini kita pacaran?”


“Oh tidak, aku harus pulang,” ucap Ares yang membuat wanita wanita itu merengut manja.


Mereka kehilangan anak usil yang selalu memberikan lelucon pada mereka, yang mana juga membuat si pemilik caffe sesekali tertawa. Pria gendut itu melihat bagaimana Ares sangat lihai dalam membuat wanita terpesona dalam usianya yang masih kecil.


“Nak, kupikir kau akan menjadi bintang jika sudah dewasa.”


“Paman, aku akan menjadi manusia.”


“Maksudku kau akan digilai banyak wanita.”


Ares mengusap gelasnya yang mengeluarkan keringat karena itu air dingin kemudian menyisirkannya pada rambut. Anak yang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi itu tersenyum lebar. “Tidak aneh, aku memang sering membuat anak orang gila.”


Sampai sosok yang mencarinya sejak lama itu menemukan putranya yang sedang duduk manis di sana.


“Ares?”


Mendengar suara yang tidak asing, membuat Ares langsung mendekap minumannya, dia menyedotnya dan menatap Lily dengan tatapan yang begitu lucu. Matanya memperlihatkan mata bobba.


“Kau kemana saja, kau membuat Mommy khawatir.”


“Mommy, aku akan merindukan paman penjual ice ini. jadi aku ke sini untuk perpisahan.”


“Ayo berkemas, jangan membuat Mommy khawatir lagi.”


“Bidadariku khawatir? Oh tidak, Mommy. Duduklah dan coba minuman ini, rasanya sanat enak, apalagi jika Mommy cantikku yang meminumnya.”


“Benarkah?” tanya Lily yang malah duduk.


🌹🌹🌹🌹


Mereka sudah berada di bandara, menunggu persiapan berangkat untuk pesawat jet pribadi. Mereka memiliki ruang tunggu pribadi, dimana di sana tersedia sofa dan juga TV, anak anak bisa bermain dengan bebas di ruangan yang besar itu. 


Tapi bukan Ares namanya yang bisa diam dan menunggu, dia ingin keluar dan membeli beberapa camilan. Tidak seperti Athena yang kini sedang berbaring di sofa menunggu keberangkatan mereka.


“Iya?”


“Ares mau jajan ica cream.”


“Sayang, kita akan berangkat. Nanti di dalam juga ada.”


“Please…. Mommy,” ucap Ares dengan penuh harap.


Yang mana membuat Lily menghela napasnya, dia menyimpan majalah yang tengah dipegangnya dan berniat untuk memberikan ceramah pada putranya itu.


Tapi belum juga Lily membuka mulutnya, Oma lebih dulu mendekat dan berkata, “Biar Oma saja yang mengantarnya, Oma juga mau.”


“Baiklah, tapi jangan jauh jauh ya, dan kembali lagi, Oma.”


“Iya, ayo Ares.”


Ares dengan senang hati mengikuti Oma dari belakang, mereka menuju kedai ice cream di bandara.


“Duduk saja di sini, biar Oma yang mengantri.”


“Oke, Oma,” ucap Ares duduk di salah satu kursi, membiarkan Oma memilihkan ice cream untuknya. Toh meskipun tidak mengatakannya Oma akan tahu apa rasa kesukaannya.


Saat sedang menunggu, ada wanita yang duduk di dekat Ares sambil focus ke hapenya tanpa menghiraukan bocah yang ada di sana.


“Hallo, Tante, gantungan kuncinya jatuh,” ucap Ares yang tidak dihiraukan oleh wanita itu, sepertinya dia tidak mendengar karena memakai headset.


Ares memungut gantungan kunci yang jatuh itu kemudian menarik pelan lengan baju wanita di dekatnya.


“Kenapa?”


“Milikmu jatuh,” ucapnya.


“Oh, terima kasih. Kau sangat membantu.”


“Sama sama, apa yang sedang kau lakukan?”


“Mendengarkan lagu.”


Ares berdecak kagum. “Wah… kau memutar menggunakan apa? Spotify? Pasti yang VIP ya? Beda dengan Daddyku, milih laku nina bobo yang keluar malah lagu koplo.”


“Ares, ayo,” ucap Oma yang sudah memesan.


“Sudah ya, Byeee.” Ares melambaikan tangannya membuat wanita itu terdiam seribu bahasa.


“Ini milikmu,” ucap Oma memberikan dua cup ice cream.


“Kenapa dua?” tanya Ares bingung.


“Satu lagi untuk Thea.”


‘Okay,” ucapnya berlari pelan menuju adiknya, sampai Ares mendapati Athena sedang tertidur di atas sofa dengan mulut terbuka lebar dan air liur yang keluar. Yang mana membuat tubuhnya bergidik. “Pasti sedang bermimpi disiksa kubur sampai mulutnya mangap begitu.”


🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE