
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK JUGA SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Seperti biasanya, orang orang melihat Cantika yang dibawa oleh Ares dengan tatapan aneh. Yang mana membuat Cantika semakin terbiasa, dirinya tidak peduli yang penting hatinya bahagia.
“Cantikaaaaaa…..,” ucap Arin memeluk Cantika saat perempuan berkulit kecokelatan itu turun dari motor.
Kemudian Arin berdehem. “Hallo, Ares.”
“Hallo, Fitria.”
“Namaku Arin.”
“Oh iyakah?” tanya Ares sambil melangkah pergi.
Membuat Arin menjerit. “Ahhhh…. Pria tampan itu tahu namaku,” ucapnya kembali memeluk Cantika.
“Dia menyebutmu Fitria, Arin.”
“Tapi Fitria tidak beda jauh dengan Arin kan, Cantika?”
Cantika hanya tertawa, apalagi mengingat bagaimana jauhnya nama Arin dan Fitria. “Ngomong ngomong kau terlihat bahagia.”
Arin mengangguk. “Aku sekarang punya pacar.”
“benarkah? Siapa?”
“Temannya Ares.”
“Yang mana?”
“Namanya Samuel.”
“Wah….. selamat ya.”
“Sssstttt… ini rahasia ya, aku baru jadian dengannya lima menit yang lalu. Lihat,” ucap Arin memperlihatkan pesan antara dirinya dan Samuel.
“Oke oke, aman.”
“Apa kau sudah punya pacar?” tanya Arin.
“Belum, kenapa?”
“Ares punya banyak teman yang tampan, kau tidak minta dia mengenalkannya padamu?”
“Heisssshhh!” cantika mendorong Arin kesal. Kemudian matanya menatap langit. “Ares terlalu tampan sampai mataku terasa tidak berdaya melihat pria lain.”
“Utuk utuk utuk.” Arin menghampiri dan memeluk dari samping. “Tidak apa, itu proses, kita hanya harus sering sering tahu diri supaya tidak banyak sakit hati.”
“Hiks, aku tahu itu.”
“Besok dia ada pertandingan, kau akan melihatnya bukan? Anggota yang lain sudah mulai membuat pernak pernik dukungan.”
“Aku akan datang, tapi mungkin tidak bisa membantu.”
“Its okay, cukup datang saja bersamaku.”
“Oke, byeee.”
“Byeee..”
Keduanya berpisah saat memasuki kelas yang berbeda meskipun saling bersebelahan.
Saat Cantika masuk, dia duduk di bangku biasanya dan mempersiapkan alat belajarnya. Saat itulah seseorang tiba tiba mendekat.
“Hai.”
Cantika mengadah. “Oh, Hallo.”
“Kau mau berteman denganku?”
“Oh, tentu.”
“Aku laura, aku yakin wajah cantikku ini tidak mudah dilupakan bukan. Dan siapa namamu?”
“Aku Cantika.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Cantika, mau ikut ke kantin gak?” tanya teman teman perempuan sekelasnya.
“Aku bawa bekal,” ucap Cantika mengeluarkan bekalnya.
“Mau titip sesuatu?”
“Gak usah deh, terima kasih.”
Dan saat Cantika hendak keluar menemui Athena dan Arin, murid baru itu duduk di samping Cantika. “Kenapa tidak dimakan di sini?”
“Ah, aku biasanya makan di lapangan terbuka bersama Thea dan Arin.”
“Athena? Perempuan cantik kelas sebelah?”
Cantika mengangguk. “Kau mengenalnya?”
“Tidak, hanya tahu saja. Dia adiknya Ares?”
“Wah, kau juga mengenal Ares?” tanya Cantika terkejut.
“Apa? Pppfttt.. bukan,” ucap Cantika menahan tawanya. “Dia dan aku berteman sejak kecil. Kami bersahabat bersama Athena.”
“Oh.. aku melihatmu dibawa naik motor olehnya.”
“Dia sering main di bengkel, jadi aku selalu ikut nebeng.”
“Cantika!” panggil Athena dari luar kelas.
“Sebentar,” ucapnya. Kemudian menatap Laura. “Kau mau ikut?”
“Tidak, aku akan makan ke kantin.”
Cantika mengangguk angguk dan melangkah keluar kelas, dimana Athena dan Arin yang juga membawa bekal sudah menunggunya. “Kenapa lama sekali?” tanya Athena kesal.
“Maaf, tadi bicara dengan Laura.”
“Murid baru itu?” tanya Arin.
Cantika menganggukan kepalanya.
“Jauhi dia,” ucap Athena memperingati. “Aku merasakan energy negative dari dirinya, dari tatapannya saja sudah seperti bukan orang yang tulus.”
“Aku juga merasakannya,” tambah Arin.
Cantika berfikir, dia tidak pernah mengamati orang orang disekotarnya. “Bagaimana kalian bisa melihatnya?”
“Astaga, Cantikaaa…. Kau ini polos sekali. Jangan terlalu dekat dengannya saja oke.”
“Ares bilang dia menyukainya.”
“What?” tanya Arin dan Athena bersamaan, keduanya langsung berhenti melangkah dan menatap Cantika. “Dia mengatakannya?”
“Ya, dia bilang dia fikir menyukainya.”
“Ah, dia masih berfikir,” ucap Arin.
“Tapi Ares bodoh, dia tidak pandai berfikir,” lanjut Athena.
“Eh ayolah, kita tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain,” ucap Cantika. “Ayo kita makan siang, aku sangat laparrrrrr sekali.”
Athena mengerutkan keningnya. “Kalian tidak kecewa?”
“Tidak,” ucap Arin. “Kami hanya menjadikan Ares sebagai obyek penyembuhan fikiran dengan ketampanannya, dan mengaguminya. Dia adalah visualisasi untuk tokoh pacar idaman di dalam benakku.”
“Iyuh,” ucap Athena, kemudian menatap Cantika. “Kau jangan terlalu dekat dengan Ares, meskipun kalian bersahabat tapi kebodohan bisa menular bukan?”
🌹🌹🌹🌹🌹
Ares mengerutkan keningnya melihat Samuel yang sedang menuliskan pesan di ponselnya. “Lu pacaran sama si Arin?”
“Eh anjriit, lu ngintip, Ar?”
“Kagak, baca doang,” ucap Ares dengan santai. “Lu dah putus sama itu anak kuliahan?”
“Belum sih, lagi digantung. Dia nya sibuk, ya gue carilah yang baru.”
“Kena karma baru lu tau rasanya neraka,” ucap Ares dengan santainya menusuk cilok di depannya dan memasukannya ke dalam mulut.
Kini Ares dan teman temannya sedang makan siang. Dan saat mereka sedang bercanda tawa, terlihat ada murid baru yang sedang mereka bicarakan akhir akhir ini.
“Itu dia cewek yang gue maksud, Ar,” ucap Samuel.
“Wuih, cantik banget kan?” tambah yang lain.
“Gak mau diambil, Ar?”
Sampai Laura melihat ke arah Ares, namun hanya bertahan sepersekian detik saja.
Yang mana hal itu membuat sekumpulan teman teman Ares bersorak.
“Wuiiiihhhhhhh,” ucap mereka secara bersamaan.
“Doi gak liatin lu lama lama kayak cewek yang lain, Ar.”
“Langka tuh.”
“Susuk lu udah gak manjur kali.”
“Lu kurang pesugihan ya?” tanya Samuel,
Yang mana membuat Ares menyisir rambutnya ke belakang seketika. “Gue, Ares Demetrio Fernandez……”
Teman temannya itu diam mendengarkan sang penguasa sekolah untuk mengatakan kelanjutan kalimatnya.
“……..Susuk gue kagak pernah luntur, matanya dia yang siwer.”
🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE