Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Kue untuk Ares



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Athena sudah dibawa ke rumah, dengan kaki kiri yang memakai gips. Dia kini lebih banyak menghabiskan waktu di atas ranjang, memainkan boneka sambil belajar bersama dengan Lily.


Oma melihat kebersamaan dua orang itu dari balik pintu, tersenyum melihat quality time ibu dan anak yang jarang sekali dilihatnya. “Oma akan ke toko.”


Lily menengok, kaget melihat Oma yang ada di sana. “Ada pegawai yang mengambil alih, Oma. Tidak apa untuk tidak ke sana.”


Oma menggeleng. “Oma juga bosan di rumah.”


“Oma bosan jika ada Thea?” tanya Athena yang merasa seperti itu.


Oma seketika menggeleng, dia mendekat; merangkup wajah Athena dan mencium pipinya dengan lembut. “Bukan seperti itu, Sayang. Oma hanya akan memeriksa beberapa bunga yang akan masuk, ingin dibelikan pudding cokelat di perjalanan Oma pulang nanti?”


Athena mengangguk. “Hati hati di jalan, Oma,” ucapnya memberikan pelukan.


“Hati hati, Oma. Lekas pulang jika sudah selesai, Lily hanya berdua bersama Athena, akan menyenangkan jika Oma ada.”


“Tentu saja,” ucap Oma bergegas pergi, meninggalkan dua orang itu di sana.


Lily memang berhenti beraktivitas berat demi keamanan sang buah hati, dan itu juga permintaan dari sang suami. 


“Thea lindu Ales.”


“Ares baru pergi beberapa jam yang lalu, dia akan segera pulang.”


“Tapi Ales bilang dia ada kelas bela dili.”


“Ah iya,” gumam Lily baru mengingatnya. “Tapi dia akan pulang secepatnya untuk menemui Tuan Putri Cantik ini.”


“Thea ingin main ponsel,” ucap anak kecil itu dengan senyuman manisnya.


Yang mana membuat Lily menyipitkan matanya, ini adalah hal yang sangat dia hindari. “Tidak,” ucapnya pelan. “Bagaimana kalau kita membuat cookies saja untuk Ares dan Daddy?”


Dalam gendongannya itu, Athena sesekali mencium pipi Lily kemudian berkata, “I love you, Mommy.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Canda tawa terdengar di rumah yang megah itu, memberikan kesan hangat dan juga keluarga yang manis.


Athena dan Lily membuat cookies disana dengan dibantu beberapa pelayan yang bersama mereka.


“Jangan terlalu banyak, Sayang, itu akan pahit,” ucap Lily memberi peringatan kepada Athena saat menuangkan terlalu banyak pewarna makanan.


“Tapi walnanya akan sangat cantik, Mommy.”


“Tapi rasanya juga akan mengerikan, itu akan pahit, bukankah itu untuk Ares?”


Athena mengangguk. “Ales sudah telbiasa dengan sesuatu yang pahit, hidupnya saja sudah pahit.”


Lily tercengang mendengarnya, dia tidak bisa berkata kata. Gen David memang mendominasi anak anaknya, yang mana membuatnya berharap kalau anak yang ada di dalam kandungannya itu tidak sepenuhnya mirip David dan kedua saudaranya.


“Biar Mommy yang memasukannya ke dalam oven,” ucap Lily mengambil Loyang yang sudah dipenuhi cookies yang sudah dicetak oleh Athena. “Ingin menunggu sambil menonton film kartun?”


Athena mengangguk dan merentangkan tangannya meminta digendong.


Sebelum Lily melakukannya, seorang pelayan datang lebih dulu. “Nyonya, tolong izinkan saya menggendong Nona Muda. Tuan besar tidak mengizinkan anda mengangkat barang barang berat.”


Bibir Athena mengerucut bingung. “Tapi Thea ingin digendong Mommy.”


“Tidak apa, Athena tidak seberat itu,” ucap Lily.


“Tolong, Nyonya, saya akan dimarahi Tuan Besar jika membiarkan anda mengangkat barang barang berat.”


“Heol, Thea bukan balang, Thea olang. Bagaimana bisa kau bekelja di sini jika tidak bisa membedakan balang dan olang?” tanya Athena ketus.


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE