Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
Menunduk



🌹VOTE YAA GAISSS🌹


David tertawa tidak percaya apa yang dilakukan Oma. Banyak berita di mana mana yang mengatakan kalau dirinya kecelakaan lalu meninggal. Padahal rekaman itu lima tahun yang lalu, di mana David mencoba pesawat miliknya yang dimana malah jatuh di kawasan hutan miliknya. Saa itu tidak ada yang tahu demi membuat saham stabil.


Dan kini, David tinggal memberikan rekamannya pada Oma. Lalu…. BOM! Dunia berguncang, apalagi terlihat jelas bahwa di sana terdapat tulisan Fernandez Corp.


Di media sosial, media berita, media cetak. Semua meliput rekaman itu dengan masih bertanda tanya.


"Astaga, Oma. Lambe Turahmu begitu mengguncang dunia," gumam David.


Kenyataannya, David sudah mendarat di Indonesia. Dia berada di rumah baru miliknya dan Lily yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari mansion Oma.


David ingin mengejutkan istrinya, dia tidak tahan untuk menemui istrinya saat ini. Namun, demi melangsungkan kejutan, David menahannya kuat.


"Aku tidak kuat bertemu istriku. Astaga, bagaimana ini."


Dan saat itulah Holland datang. "Tuan Muda. Harga saham turun drastis."


"Ha ha ha, biarkan saja. Mereka akan menyesal, pasalnya ini hanya PRANK!"


Holland memberikan pesanan David berupa makanan.


"Jangan sampai ketahuan, Holland."


"Tidak, Tuan Muda. Semuanya baik baik saja."


David mengangguk senang, dia kembali tersenyum. "Aku tidak tahan bagaimana ekspresi Lily saat datang ke sini."


Holland diam, dia tau ini bukan ide yang bagus. Pasalnya beberapa kali Holland menahan David melakukannya. Bukan hanya saham yang anjlok, tapi juga Lily yang tertekan. 


Sebagai seseorang yang sudah tua dan sudah lama bersama David, Holland berusaha mencegat. Namun, kuasa dan keinginan David lebih kuat.


"Ada lagi yang anda butuhkan, Tuan Muda?"


"Tidak, kau bisa mengawasi sekitar."


"Baik, Tuan."


Dan setelah Holland keluar, ponsel David berbunyi. Dia segera mengangkatnya tahu itu dari Oma.


"Hallo, Owner Lambe Turah. Password nya apa?"


"Dasar cucu tengik! Lila menangis terus menerus!"


"Tidak apa, Oma. Itu bukti dia mencintaiku."


"Anak anakmu ikut menangis!"


"Astaga, Oma seharusnya membuatku tenang agar tidak pergi ke sana. Dekorasi di sini sudah siap. Oma cepat datang. Oke?"


"Tap--"


David buru buru mematikan telpon guna menahan diri untuk pergi. Dia kembali tersenyum tidak bisa membayangkan Lily yang akan sangat senang saat melihatnya.


🌹🌹🌹


Di sisi lain, Oma menarik napas dalam dan kembali menemui Lily di kamarnya. Seperti sebelumnya, dia memutar berita tentang dugaan kematian David, seorang pengusaha besar di Asia.


Lily menangis sambil menggendong Athena di pangkuannya. Berbeda dengan Ares yang santai dan malah tidur.


Oma mendekat, dia memberi isyarat Eta agar mengambil alih Ares dari pangkuan perawat.


"Lily…., Ikut Oma ayo."


"Aku tidak ingin pergi, aku ingin menanti David  di sini."


"Lily….., ini juga bersangkutan dengan David."


"David hidup kan, Oma?"


"Ayo kita cari tahu hal itu," ucap Oma pelan, dia menuntun Lily untuk melangkah di setiap jalannya.


Sampa di mobil pun, Oma memeluk Lily dari samping. Dia tidak tahan mengatakan kebenaran saat melihat Athena terus menangis. Cicitnya sangat peka dengan perasaan ibunya.


"Oma… David hidup kan?"


"Kita akan tahu nanti, Sayang. Tenanglah, Lila."


Tanpa diduga, Lily kembali menangis. Dan itu membuat baby Athena dalam pangkuannya ikut terbangun. "Bagaimana aku bisa tenang, Oma? Dia meninggalkanku dan anak anak yang belum dia gendong, belum dia peluk, belum dia cium. Dia tidak mungkin seperti ini. Hiks..  hiks…."


"Oke, kita akan cari tahu jawabannya, Lila. Cukup berdoa saja."


Tatapan Lily beralih pada Baby Athena, menatap bayinya merasa kasihan. Bagaimana mungkin suaminya tega meninggalkan makhluk secantik ini.


"Tenang, Sayangku. Daddy akan pulang dan memberikanmu mainan. Jangan khawatir ya…"


Oma merasa sesak, sampai dia memberi isyarat pada Nina agar berkendara lebih cepat.


Dan sampai Lily merasa mobil memasuki halaman rumah asing, dia menyeka air matanya. "Rumah siapa ini, Oma?"


"Jawaban tentang David ada di sini."


"Ini rumah polisi?" Tanya Lily polos.


"Ayolah, masuk."


Lily melangkah dengan Eta yang disamping menggendong Baby Ares yang sangat sibuk dengan dunianya. Malah, Baby Ares terlihat bahagia. Beda dengan Baby Athena yang menangis.


"Berikan Baby Athena pada Nina, kau harus bicara dengan pemilik rumah."


"Baik, Oma." Lily menurut dengan lemah, dia memberikan bayinya pada Nina yang diikuti beberapa perawat alias baby sitter di belakangnya.


"Oma, kita harus mengetuk dulu."


"Pemilik tempat ini tuli," ucap Oma mendorong pintu dan masuk.


Lalu tanpa diduga.


DOR!


DOR!


DOR!


Terdengar suara ledakan dari petasan kertas pesta. Lalu terdengar suara.


"Surpriseeeeee! Selamat datang di rumah kita, Sayang," ucap David.


Dari sekian banyak orang, fokus Lily hanya pada pria yang mendekat sambil tersenyum padanya.


"Maaf membuatmu kaget, aku hanya ingin memberimu kejutan de--"


PLAK!


Tanpa diduga, Lily menampar suaminya yang membuat senyuman David memudar. Dia menatap dalam istrinya, yang perlahan mengeluarkan air mata dengan tubuh bergetar menahan isakan.


Tanpa berkata lagi, David memeluk Lily erat. Kemudian berkata, "Aku bodoh, aku sangat bodoh hingga membuat ini menjadi permainan. Maafkan aku, Sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi."


🌹🌹🌹


TBC