Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Anak anak



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, TERUS KASIH ULASAN BAGUS, SAMA AJAK TEMEN TEMEN KALIAN YANG LAIN BUAT BACA INI JUGA.🌹


🌹FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹


Oma mengetuk pintu kamar Lily, dimana di dalam Lily sedang melihat lihat online shop sambil mengelus perutnya. 


“Boleh Oma masuk?”


“Masuklah, Oma,” ucap Lily. “Apa anak anak membuat Oma kesal?”


“Mereka sedang bermain di rumah, jadi ya biarkan saja. oma ingin bicara denganmu.”


“Tentang wajan itu?” tanya Lily yang khawatir Oma akan marah pada suaminya, sebisa mungkin dia akan membantu David untuk mendapatkan maaf Oma lagi. “David mungkin tidak bisa mendapatkan tanda tangannya lagi, tapi Lily akan menggantinya dengan hal lain. Oma katakan saja apa yang Oma inginkan.”


“Bukan itu,” ucap Oma sambil berdecak dan mengibaskan tangannya di udara. “Oma ingin membicarakan tentang Luke.”


“Apa dia benar benar akan bertunangan?”


“Iya, kau akan ke sana?”


“Entahlah,” ucap Lily memegang perutnya yang lumayan besar.


“Lily Sayang, kau tahu mereka bertiga adalah sahabat. Jika David pergi, dia harus memiliki pawang yaitu dirimu. Mereka tidak boleh menghancurkan pernikahan Luke.”


“Jadi menurut Oma, Lily harus ikut?”


Oma mengangguk kuat. “Harus,” ucapnya dengan yakin.


“Karena jika pernikahan nanti, kemungkinan saat kau bulan bulab melahirkan, kau tidak mau bukan kau melahirkan seorang diri tanpa suami seperti waktu itu?”


Lily menggeleng. 


“Jadi sekarang, Oma pikir kau harus ikut bersama David. Setelahnya, meskipun David tidak pergi saat Luke menikah, setidaknya dia datang saat mereka bertunangan.”


“Dan anak anak?” tanya Lily khawatir. “Mereka sedang dalam kesibukan.”


“Itu sebabnya Oma di sini bukan?” tanya Oma dengan alis terangkat. “Jangan khawatirkan mereka, Oma akan menjaganya.”


“Eum… aku sedang berfikir untuk membawa mereka.”


“Kau yakin?” tanya Oma dengan mata menyipit. “Bagaimana jika kau mabuk di pesawat? Dan anak anak juga, David akan menjadi milik siapa?”


Lily tersenyum malu malu, memang benar jika dalam keadaan sakit, dirinya maupun anak anaknya akan selalu ingin berada di dekat David.


“Milikku,” gumam Lily pelan.


“Kalau begitu kau saja yang ikut. Oke? Oma khawatir David akan membuat sesuatu yang mengakibatkan Nobles jadi mati.”


“Ah…. Kakek yang menjodohkan Luke?”


“Iya, si tua Bangka itu.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Lily membuka matanya saat dia mendengarkan keributan, dia menatap jam dan ini masih jam enam pagi. Karena penasaran, Lily keluar dan melihat anak anaknya sedang berebut untuk membuka pintu. Keduanya membawa selimut kesayangan mereka masing masing.


“Ales halus mengalah pada pelempuan.”


“Pria mengalah pada perempuan yang bicaranya lancar!”


“Huaaaa! Ales jahat!”


“Thea cengeng!”


Pengasuh mereka bahkan kebingungan.


“Sudah,” ucap Lily menaikan sedikit nada bicaranya, dan itu membuat keduanya diam seketika.


Mereka menyadari mommy mereka terbangun dan menatap dengan tajam.


Dengan santai, Lily membukakan pintu kaca itu. “Ayo masuk.”


“Ales jahat,” gumam Athena sambil masuk.


“Thea cengeng.”


“Maafkan saya, Nyonya,” ucap pengasuh itu.


“Kenapa kau minta maaf? Anak anak alami melakukan hal itu, meski seharusnya tidak terlalu sering,” ucap Lily. “Tolong urus mereka, aku ingin istirahat lagi.”


“Baik, Nyonya.”


Lily merasa tidak enak badan, dia akan kembali membaringkan diri.


Namun, baru juga sampai di kamar. Lily kembali mendengar keributan anak anaknya.


Terdengar perdebatan dengan, “Thea jangan begitu!”


“Ales halus mengalah!”


“Tapi Thea lambat, jadi Ares yang membukanya!”


“Ales tidak menyayangi Thea Huaaaaa!”


Lily menarik napas dalam dan melangkah menuju sumber suara.


“Ada apa lagi?” gumam Lily saat melihat anak anaknya memperdebatkan untuk membuka pintu depan.


Dan saat Lily sadar di depan ada suaminya, dia membuka pintu seketika dan berlari menuju suaminya. “David.”


Dan kedua anaknya melihat itu.


“Mommy menang?” tanya Thea.


“Dia selalu menang.”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE