Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Rencana



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Hari hari biasa Lily jalani dengan seperti sebelumnya, dia mengurus suaminya dan juga anak anaknya. Total ada 6 pembantu di rumahnya, untuk membantu nanti persalinannya. Tidak ada pekerjaan berat yang boleh dilakukan oleh Lily, dirinya hanya boleh melakukan aktivitas sebagai ibu hamil dimana mempersiapkan kelahiran bayinya seperti senam dan lain sebagainya.


“Sayang….?”


Lily yang sedang memasak itu menengok, menatap suaminya yang melihat binary ke arahnya. Uh, sepertinya bayi besarnya bangun dan tidak mendapatinya di kamar. Itu membuat David tidak menyukainya, David suka saat Lily terus berada di sampingnya. “Aku bilang jangan terlalu lelah.”


“Aku hanya memasak untuk anak anak ayolah, aku yakin mereka merindukan makananku.”


David mendengus kesal, Lily memang tidak pernah mendengar perkataannya. Yang mana membuat Lily mematikan kompor. “Tolong selesaikan ini,” ucapnya kepada salah satu pelayan.


Sementara dirinya mendekati suami tampannya itu dan memeluknya. “Kenapa hmmm? Ingin dimandikan?”


David mengangguk, dia tersenyum lebar akan dimandikan oleh Lily. Itu sudah lama sekali, yakni sebelum kehamilannya. Ini yang David takutkan jika memiliki anak, dimana bayinya akan menarik perhatian Lily lebih banyak.


Dengan telaten, Lily menggosok punggung pria yang berbadan kekar itu.


Dan bukan David namanya jika dia terus saja menngganggu Lily dengan tangan tangan nakalnya, bahkan sesekali dia mencubit dada istrinya, membuat Lily meringis dan ingin memukul kepala David.


“Dias umber uang,” batin Lily berkata.


“Kemana kita akan liburan paskah nanti?” tanya David.


“Entahlah, kita baru saja pulang.”


“Bagaimana kalau kita bertemu Luke dan Sebastian? Sudah lama aku tidak menemui mereka, hanya bertemu dalam pekerjaan saja. itupun tidak pernah bersama bertiga.”


“Mereka sangat sibuk dengan keluarga mereka, sama seperti kita.”


“Itu tidak menyenangkan, terkadang aku berfikir kalau keluarga menyita waktu bermain.”


Seketika Lily menghentikan gerakannya menggosok punggung David. Ingin sekali dia menggosok bibir pria itu dan membuatnya tidak bisa lagi berkata hal buruk seperti itu.


“Aku hanya bercanda sayang, hehehehe… aku senang menghabiskan sisa waktuku bersama dengan kalian.”


“Coba hubungi mereka, cari waktu yang tepat dengan anak istri mereka. Kita bahkan tidak datang ke acara acara besar mereka, itu menunjukan kalau jadwal kita selalu bentrok.”


“Aku akan mengusahakannya kali ini, aku yakin Luke dan Sebastian merindukan ocehean Oma.”


“Mommy!” teriak Ares dari luar kamar.


Ya, si pengacau di pagi hari. Pasti ada saja tingkahnya yang membuat Lily berpaling darinya.


“Mommy?!”


“Iya?”


“Mandikan aku!”


🌹🌹🌹🌹


“Thea tidak bersemangat,” bisik Lily pada sang suami.


Yang mana membuat David mengalihkan pikirannya dari adegan ranjang bersama sang istri dalam otaknya menuju pada anaknya yang kedua. “Thea Sayang, kenapa kau murung?”


“Thea, lindu Cantika.”


Yang mana kalimat itu membuat Ares tersenyum dalam diam.


“Cantika? Siapa dia?” tanya David.


“Ishhh, Daddy! Dia teman baik Theaaaaaa…..,” rengek anak yang mendominasi gen Lily itu tidak terima.


Lily segera membisikan sesuatu lagi di telinga sang suami, membuat David paham siapa itu Cantika.


“Anak yang pindah itu ya?? Teman baik Thea?”


“Iyaaaa, tolong bantu cali.”


Ares yang juga penasaran ikut menambahkan, “Iya, Daddy. Kasihan Thea kehilangan kontak dengan sahabatnya itu. Ughh…. Apa jangan jangan Cantika di sana sudah mati?”


“Huaaaa… Ales penuh enelgy negative.”


“Ares sayang tidak baik mengatakan hal seperti itu, Nak.”


“Maaf, Mom. Aku hanya memberi Daddy semangat saja.”


“Semangat ndasmu,” gumam David menahan rasa kesalnya. Yang dibalas dengan senyuman tanpa dosa dari Ares.


David segera mengusap kepala putri kesayangannya itu. “Nanti Daddy bantu cari kontaknya ya supaya Thea bisa bicara dan menelpon lagi bersama Centini.”


Athena yang sedang menyeka air matanya itu menatap tajam sang Daddy. “Nama Cantika!” dia tidak terima, ternyata isi otak Ares dan Daddy nya sama saja.


“Iya, Cantika. Sekarang makan dengan benar ya, nanti malam tidur dengan Daddy bagaimana?”


Athena menggeleng. “Tidul dengan Daddy belisik.”


“Apa? Berisik bagaimana?” tanya David.


“Yang katanya Daddy main kuda kudaan belsama dengan Mommy.”


PLAK! Lily memukul paha suaminya. “Kau mengatakan apa pada Athena tanpa sepengetahuanku?”


“Ehehehehehehe,” ucap David tanpa dosa.


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE