Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Bibit unggul David



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW JUGA DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


Lily memulai kembali aktivitasnya sebagai penjual bunga bersama dengan Oma. Mereka berbincang sambil menyirami bunga. Oma dan Lily hanya perlu untuk memastikan bunga segar, dapat kiriman baru dan mencari cara agar uang terus berputar. Untuk bagian menjaga toko tentu ada pegawai.


“Oma lihat tadi Athena sangat kesal, ada apa?”


“Ares dan David terlambat bangun.”


“Tapi tadi mereka berangkat pada jam biasanya, Lila.”


Lily terdiam sejenak, dia menengok ke arah Oma. “Lily, Oma.”


“Apapun namamu yang penting kau cucuku.”


“Baiklah,” ucap Lily tidak ingin berdebat, kemudian kembali melanjutkan apa yang menjadi topic pembicaraan. “Ares dan Athena mendapat hukuman untuk membersihkan koridor sekolah.”


“Astaga, siapa yang berani menghukum cicit cicitku?”


“Tidak, Oma. Bukan yang seperti Oma pikirkan. Itu karena mereka memang berbuat salah.”


Oma berdecak. “Tapi seharusnya tidak menghukum seperti itu. Datang lebih awal ke sekolah?”


“Oma,” ucap Lily terdiam sejenak kembali, kemudian berkata, “Aku tidak ingin membuat sekolah sendiri.”


Barulah Oma tersadar dan berkata, “Ah benar, aku seharusnya sadar. Mereka berhak menghukum anak anak nakal.”


“Aku belum tahu kejadian spesifiknya, jadi aku akan bertemu dengan gurunya nanti sembari menjemput anak anak.”


“Jangan terlalu kaget dengan Ares, dia memiliki 100% DNA David. Oma sangat pusing saat mengurus David, kau juga akan merasakannya, Lila.”


“Ya, selama mereka sehat, aku akan baik baik saja.”


Lily yang terus bicara betapa berharganya anak anaknya itu tidak didengarkan oleh Omak arena dia mendapat notifikasi masuk pada ponselnya.


Yang mana membuat Lily sadar akan hal itu, dia berdehem merasa terabaikan. “Ehem!”


“Oh astaga.”


“Ehem.”


“Ini tidak mungkin.”


“Oma, apa Oma mendengarkan aku?”


“Kemarilah, Lila. Lihat ini.”


“Apa?” tanya Lily mendekat dan melihat layar ponsel Oma.


“Kurasa wanita ular ini memegang hal berbahaya yang membuat Luke harus menikahinya. Astaga, kasihan sekali nasib Luke. Oma mengkhawatirkan nasib anaknya nanti. Andai saja dia dekat, akan Oma atur dan Oma bantu.”


“Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk saat ini?”


“Oma bahkan kesulitan untuk menghubunginya.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Masih dalam rangka pekan olahraga, murid perempuan dan murid laki laki di satukan. Di sanalah ada Ares yang sedang menonton perlombaan lain sambil memakan lollipop ditemani teman sekumpulannya.


“Ini membosankan,” gumam Ares melihat ke sana kemari.


“Bu Guru bilang jangan kemana mana,” ucap salah satu teman laki laki Ares yang sedang flu.


Membuat Ares sedikit enggan melihatnya. “Minum obatmu, dan duduk di sana supaya tidak kepanasan.”


“Wah, kau teman yang baik.”


“Aku takut diriku tertular,” ucap Ares, kemudian dia mengedarkan pandangannya lagi. “Aku ingin makan mangga di belakang sekolah lagi.”


“Jangan lakukan itu, Bu Guru bilang kita harus tetap di sini. Sebentar lagi giliran kita.”


Ares mengerucutkan bibirnya. “Aku tidak mengajak kalian.”


Ares berdiri dari kumpulan teman temannya, beberapa anak dengan suara lucunya mencoba menghentikan dengan bisikan, tapi tidak dihiraukan oleh Ares.


Ares mendekati Athena yang berada di kerumunan anak perempuan.


“Thea,” bisik Ares.


Yang mana membuat Athena menatap tajam. “No,” ucapnya tegas.


Membuat Ares berdecak, dan memilih keluar dari sana sendiri. Saat akan keluar dari aula olahraga, ada guru penjaga di sana. 


“Ares mau ke mana?”


“Mau ke belakang.”


“Ah, mau ke toilet? Ayo Bapak antar, sebentar Bapak memanggil guru pengganti untuk berjaga di sini.”


Dan saat gurunya pergi, Ares bergumam, “Karena Ares bukan mau ke toilet, Ares akan pergi sendiri.”


Kemudian kakinya melangkah meninggalkan tempat itu untuk menuju ke belakang sekolah menemui mangga pujaannya.


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE