Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Petualangan Baru



🌹Selamat datang di Season dua, di mana kalian akan dipertemukan dengan perasaan sedih, bahagia, marah bahkan gemas dengan sosok David si CEO Arogan yang menjadi seorang ayah🌹


Empat tahun kemudian…..


Suara keributan terdengar jelas di dalam sebuah rumah. Pagi yang sangat heboh, dimana ada banyak teriakan, tawa bahkan jeritan dari dua orang anak kecil yang saling bermain kejar kejaran.


"Aaaaaaaa! Mommy!" Teriak Athena yang dikejar oleh kakaknya, Ares mengambil belalang lalu menakut nakuti Athena.


"Mommy! Mommy!"


Dan… HAP! Athena memeluk kaki ibunya saat dia datang. "Mommy! Help me! Help me!"


Lily menggendong putrinya seketika. Dan Ares yang sedang berlari mendekat langsung berhenti, dia menyembunyikan belalang di belakangnya.


"Ares," ucap Lily memperingati.


"No," ucap Ares seolah menolak apa yang ada dalam pikiran ibunya. "Iam just….. ingin kebun binatang."


"Kau ingin kebun binatang?"


Ares mengangguk


Dalam pangkuan Lily, Athena mengadu dengan kalimat, "Ales menyimpan belalang belalang itu di kepala Thea, Mom."


"Ares?"


Anak tampan itu mengangkat bahu. "Rambut Thea sangat cocok untuk jadi kebun binatang."


Dan saat itulah Athena menangis membayangkan kepalanya akan dijadikan kebun binatang. "Nooo…., Help me, Mom. Thea ndaa mau lambutnya banyak binatang…. Mommy…."


"Tidak, Kakakmu hanya bercanda. Kau tidak serius kan, Ares Sayang?"


Dengan tengilnya, Ares menggeleng. Anak yang sudah lebih fasih dan jelas dalam bicara itu berucap, "Ares pernah memasukan kutu ke dalam rambut Thea."


"Huaaaaaaaaaa!!!!!" Athena menangis seketika. "Mommy! Kutu! Nooooo! Mommy!!!!!"


Dan saat itulah, Oma yang baru datang dengan Eta mendengar keributan. "Lilaaaaa?"


"Omaaaaa!" Athena turun dari pangkuan ibunya dan berlari memeluk Oma yang datang. "Oma.. huaaaaa! Ales jahat, Oma!"


Di sana Lily memberi isyarat bahwa dia akan berbicara dengan putranya, sementara Athena ditinggalkan dengan Oma.


"Sudah jangan menangis," ucap Oma. "Lihat tangisanmu ke mana mana. Ayo duduk di sofa."


Karena tidak bisa menggendong, Oma menuntun cicitnya untuk duduk di sofa. Oma datang bersama Eta untuk senam seperti rutinitas biasanya, pola hidup yang sehat membuat Oma semakin bugar.


"Apa punggung Oma masih letak?"


"Retak, Sayang. Kenapa kau belum lancar bicara?"


Mendengar itu, Athena yang memiliki sifat cengeng dan  sensitif itu kembali siap siap menangis.


"Ehoooo, maksud Oma bukan begitu. Sudah jangan menangis, Thea sudah memakai baju seragam, nanti kotor."


"Lambut Thea ada kutunya."


"Apa?" Oma terkejut, dia melihat rambut pirang cicitnya. "Berapa banyak?"


Dan saat itulah Ares menceletuk, "Ada dua puluh, karena sudah beranak."


Seketika itu membuat Athena menangis kencang lagi, dia menjerit hingga membuat Oma menutup telinganya.


🌹🌹🌹


"Iya, Oma. Ares suka olahraga, dan Athena suka musik, mereka less sampai pukul tiga."


"Astaga, kenapa tidak gurunya saja yang datang?"


Lily yang sedang membereskan bekas sarapan bersama Eta itu terseyum. "David tidak ingin berlebihan pada anaknya, dia ingin mereka hidup biasa seperti yang lain."


"Ares masih nakal?"


"Ya, dia sangat nakal," ucap Lily mendesah pelan.


Inilah alasan dia belum ingin menambah anak, melihat Ares yang masih ribut dengan Athena saja membuat Lily tidak ingin kehilangan perhatiannya pada mereka. 


Namun, Tuhan berkata lain, dia kini tengah mengandung lagi.


"Apa sudah David tahu kehamilanmu?"


"Ini akan jadi kejutan untuknya, Oma."


"Kapan dia pulang dari Thailand?"


"Dia bilang hari ini."


Lily tidak menyangka hidupnya akan seberwarna ini. Dia kembali mengandung.


Banyak hal yang dia lewati bersama David. Namun, dua tahun terakhir David sering menghabiskan waktunya di luar negara untuk bekerja.


"Apa anak anakmu tidak penasaran kenapa perutmu membuncit, Lila?"


Memang David sudah berada di luar negara selama empat bulan karena proyek besar.


"Mereka bertanya, tapi Ares menjawab kalau aku busung lapar, Oma."


Seketika Oma tertawa, Ares mengingatkannya pada David kecil. 


"Kau tidak keberatan David sering pergi?"


"Dia janji padaku tahun ini akan liburan," ucap Lily sambil tersenyum. Beberapa tahun ke belakang mereka tetap di rumah karena anak anak masih kecil.


"Tidak mual?"


"Tidak, Oma. Ini ajaib, aku tidak mu--" kalimat Lily terpotong karena suara telpon.


Itu dari Holland. "Hallo, Holland? Apa kalian sudah mendarat?"


"Ya, Nyonya, tapi Tuan dibawa ke rumah sakit."


"Apa? Apa yang terjadi?"


"Dia muntah muntah di dalam pesawat."


Lily mengerutkan keningnya, David tidak biasanya muntah. "Bagaimana bisa? Apa sesuatu terjadi?"


"Tuan muntah tanpa alasan logis, dia bilang karena rambut pilotnya botak."


🌹🌹🌹


TBC