Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Kuas



🌹VOTEEE YEEE GHAIS🌹


Pipi David mengembung saat dia kembali diabaikan oleh Lily dan anak anak yang sedang bermain.


Hal itu membuat David kesal.


"Theaaaa," panggilnya berharap anak anaknya datang dan berhenti bermain bersama Lily.


Namun, keduanya malah semakin asyik melukis.


Kesal sendirian, David mendekat. Namun, yang dia dapatkan adalah penolakan.


"Daddy! Go away!" Teriak Ares. "It's secret."


"Apa yang kalian gambar hingga menjadi rahasia? Kode CIA?"


Anak anaknya diam, membuat David menatap Lily meminta bantuan istrinya. 


"Go away, Daddy!" Teriak Athena mengikuti langkah saudaranya. "Go go!"


Lily memberi isyarat agar jangan menganggu dulu. "Mommy akan membuat kue. Rasa apa yang kalian inginkan?"


"Orange!"


"And Peach!" Tambah Athena.


"Oke, tunggu di sini."


"Apa kau butuh bantuan, Sayang?" Tanya David pada istrinya.


Namun, saat dia hendak berdiri, tangan Ares menahannya. "Daddy menunggu kami saja, jika menunggu Mommy nanti kuenya lama matang."


"Betul itu betul," tambah Athena yang fokus melukis sambil membelakangi.


"Daddy disini saja. Jangan ikut belsama Mommy."


Lily tersenyum, dia mengusap kepala anak anaknya sebelum keluar dan meninggalkan David yang menatap penuh keinginan.


Dia bosan jika tidak diizinkan keluar atau pun bermain bersama anak anak. "Daddy kesal," ucap David mengerucutkan bibirnya.


"Tidul saja."


"Ingin ikut melukis."


"No," ucap Ares. 


David menghela napas, dia membaringkan diri di atas karpet menatap langit langit.


Lama kelamaan, angin ngantuk membawa David memejamkan matanya perlahan hingga akhirnya dia pulas terlelap.


"Mau kemana?" Tanya Athena melihat saudaranya berdiri.


"Poop," jawab Ares yang merasa mulas, dia keluar dan memanggil pengasuhnya. "Nanny!"


Sementara Athena diam di sana, balita itu melukis wajah David dalam kanvas. Inilah yang akan dia jadikan kejutan untuk daddy nya. Athena melukis wajah pria itu.


Athena tersenyum merasa bangga dengan karyanya yang menurutnya mirip dengan daddy nya.


Saat itu pengasuh pribadi Athena datang untuk membawakan susu. "Ini susu anda, Nona."


Kemudian sang pengasuh menatap hasil karya buatan anak asuhnya. "Wah, orang orangan buatan anda sangat cantik, Nona."


Seketika Athena terdiam. "Ini Daddy," ucapnya pelan.


"Astaga." Pengasuh itu kaget. "Maaf, Nona. Apakah…. Ini…. Tuan?"


"Aku mau lolipop," ucap Athena mengusir pengasuhnya dengan halus.


Membuat wanita itu keluar.


Di dalam ruangan, Athena menatap daddy nya yang terlelap. Memang sedikit beda dengan yang ada dalam lukisan.


Di dalam lukisan, David memiliki kumis, rambut warna warni dan bibir yang bersinar dengan warna emas.


Hal itu membuat Athena berinisiatif membuat David mirip dengan yang ada dalam lukisan.


Lelapnya David membuatnya tidak sadar, David terlelap terlalu dalam sampai tidak merasakan adanya kuas yang menari nari di wajahnya.


Athena tertawa puas. "Daddy tampan, you ale so handsome!"


🌹🌹🌹


Lily jelas terkejut saat dia masuk ke dalam ruangan bermain anak anak. Di sana dia melihat kedua anak kembarnya sedang berdebat dengan suaminya yang masih terlelap, disertai wajahnya yang penuh warna.


"Astaga!"


"Mommy!" Kedua anak itu berlari dan memeluk kaki mommy nya.


Lily menyimpan dulu kue di dalam piring. "Apa yang kalian lakukan?"


"Thea yang melakukannya."


"Tapi daddy tampan, Mommy."


"Bukan Ares yang melakukannya."


"But, Daddy sekalang milip dengan lukisan Thea."


"But, itu nakal kan Mommy?"


"Thea tidak nakal!" Teriak Athena tidak terima. "The jenius."


"Dia mencoret Daddy. So bad huh?"


"No, that is kleatif!"


"Mana ada kreatif!"


"Berhenti bertengkar," ucap Lily, dia menarik napas dalam sebelum mensejajarkan tinggi badannya bersama dengan anak anak.


Lily menarik napas untuk yang kedua kalinya. Pertama dia menatap Ares dahulu. "Ares Sayang, jangan membentak seperti itu, dia adikmu."


Kemudiam beralih pada Athena. "Dan Sayangku Thea, wajah bukan untuk digambari tanpa izin. Jangan mel--"


"Huaaaaaa!"


Belum juga Lily menyelesaikan kalimatnya, Athena menangis lebih dulu terseguk seguk.


Itu membuat David terbangun dan mendekat pada putrinya. "Athena Sayang….., kenapa kau menangis?"


"Huaaa…. Hiks…. Hiks…."


"Athena nakal, Daddy."


"Ares." Lily membiarkan David menggendong putri mereka, sementara dirinya mengambil alih Ares.


"Kenapa saudarimu menangis, Ares?"


Ares diam.


"Ada apa, Sayang?" Tanya David pada istrinya.


"Hiks… hikss… huaaaaa! Daddy! Hikss… hiksss!"


"Lihat ke cermin."


"Ayo kita lihat cermin, gadis kecil," ucap David menggendong Athena.


Dan saat menatap cermin. "Aaaaaaa! Astaga Dragon!"


Sontak saja teriakan daddy nya membuat Athena ikut terkejut, dia menangis kembali seketika.


"Huaaaaaa! Hiks! Mommy!"


🌹🌹🌹


To be continue