Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Otak Ares



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE SEBELUM MEMBACA YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW YA DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN ANAK ANAK EMAK.🌹


Anak anak terlihat sangat gembira mendapatkan mainan baru dan juga bunga untuk ditanam. Dari gazebo, Lily melihat kedua anaknya sedang berkebun bersama dengan David. 


Melihat itu membuat hati Lily menghangat, melihat kebahagiaan kecil yang dia dapatkan membuatnya kembali bersyukur. Dalam pikirannya terukir, menangis tidak akan menyelesaikan apa pun, menyesal dan marah pun begitu. Jika sudah terjadi, cukup menangis sekali, cukup marah sekali dan lanjutkan hidup,


Tidak perlu dilupakan, tapi jadikan pelajaran supaya menjadi lebih baik lagi.


Saat sedang meminum wedang jahe di sana, Oma ikut bergabung.


“Oma, duduklah di sampingku.”


“Kau terlihat memiliki berita yang menghebohkan, Lila.”


Lily tersenyum, Oma benar benar tahu apa yang ada dalam pikirannya. 


“Kau sudah merasa mendingan?”


“Jauh lebih baik, Oma,” ucap Lily dengan senyuman manisnya, “Aku bersyukur masih punya Oma, David dan anak anak.”


Oma duduk di samping cucu menantunya itu. “Baiklah berhenti membicarakan itu, ada gossip apa?” tanya Oma.


“Luke tahu Rara mengandung anaknya, begitu pun dengan Medina, aku dengar dari David kalau Medina tidak sengaja mendorong Rara hingga dia jatuh.”


“Ya Tuhan, bagaimana keadaan bayinya? Rara selamat? Apa Nobles tahu?”


Lily mengangguk. “Rara mengalami koma, anaknya mereka masih dalam incubator. Karena Kakek Nobles menentang dan membenci Rara bahkan bayinya, Luke menyembunyikan mereka di Desa Guarda.”


“Dan pernikahan mereka? Luke dan Medina?”


“Kakek Nobles melakukan percobaan bunuh diri saat Luke berencana meninggalkan Medina, tapi aku dengar Luke tidak akan datang saat pernikahan itu berlangsung.”


Oma terdiam. “Nobles sangat menyayangi Luke, dan dia tidak akan gegabah mengambil keputusan apalagi melibatkan nyawa Kakeknya.”


“Lalu bagaimana nasib Rara?”


“Dia koma bukan? Berarti dia tidur.”


“Oma,” rengek Lily yang merasa kasihan. “Aku merasa bersalah karena menyembunyikan hal ini.”


“Tidak apa, itu pilihannya yang memintamu merahasiakan. Jangan merasa bersalah, Luke harus membuat keputusan.”


“Apa yang bisa aku lakukan untuk mereka?”


“Berdoa saja, berdoa pada Tuhan supaya doamu di dengar oleh Tuhan dan sampai ke Swiss.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Lily mencari keberadaan anak anaknya, dia tidak menemukannya di rumah. Dan hanya mendapati David yang sedang bemain game di lantai dua dengan menghadap ke kolam renang yang berantakan.


“Bersama Oma.”


“Apa kau yang membuat tempat ini berantakan?”


David menghentikan sesaat permainannya dan menatap Lily. “Sayang, anak anak yang melakukannya. Sekarang mereka ada di rumah Oma.”


“Kenapa tidak membereskan ini dahulu?” gumam Lily kesal meninggalkan tempat itu, dimana David malah kembali focus pada permainannya.


Lily menelpon Oma lewat telpon rumah, dan diangkat oleh Eta.


“Hallo?”


“Eta, ini aku.”


“Ada apa Nyonya Lily?”


“Anak anak tolong diantar kemari, mereka harus membereskan mainan mereka.”


“Baik, Nyonya.”


Di sisi lain, Eta segera melapor pada Oma yang sedang membaca di sana. Dia memberitahukan semuanya.


Membuat Oma bergegas sebelum Lily mengeluarkan taringnya. Dia melangkah ke tempat bermain anak anak, dan di sana hanya ada Athena.


“Thea Sayang, dimana Ares?”


“Di kamal mandi.”


“Sayang, jika sudah selesai bereskan mainannya ya.”


“Tapi Thea lelah.”


“Tidak apa istirahat sebentar, tapi nanti bereskan. Tuhan suka dengan orang yang menjaga kebersihannya, Thea ingin masuk surga Tuhan bukan? In heaven?”


Athena mengangguk seketika. “Akan Thea beleskan.”


Oma tersenyum dan meninggalkan cicitnya.


Saat itu, Ares keluar dari kamar mandi. “Sedang apa?”


“Beles beles, kata Oma kalau mau masuk sulga halus beles beles cinta kebelsihan dulu.”


Mendengar suara Ares di sana, Oma segera mendekat. “Ares sayang, bereskan bekas mainanmu ya. Kau tahu apa yang orang lakukan untuk bisa masuk surga?”


“Mereka harus mati dulu.”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE