
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
Cantika benar benar malu, dengan apa yang Ares lakukan padanya. Bagaimana bisa dia mengumukannya di pengumuman seluruh sekolah? Ini gila, Cantika benar benar ingin menghilang dari dunia ini. dia mungkin senang, tapi dia juga malu di saat yang bersamaan, bagaimana bisa Ares melakukan hal itu. Ditambah lagi teman teman kelasnya tidak bisa berhenti menggodanya, seperti memberikan kerlingan nakal padanya.
Hal itu membuat Cantika kabur saat jam istirahat, dia memilih untuk diam di perpustakaan lama dan membaca buku untuk mengalihkan perhatiannya. Wajahnya terlalu tipis untuk menahan godaan teman temannya.
Dan ketika Cantika mendapatkan ketenangan di perpustakaan itu, seorang penjaga perpustakaan tiba tiba saja bertanya. “Oh, apa kau yang bernama Cantika?” tanya dia saat sebelumnya Cantika mengisi nama kehadiran di perpustakaan.
“Iya.”
“Pacar Ares ya?”
“Hmm..” Cantika hanya menjawab seperti itu. Karena kebenarannya, dia belum menerima Ares.
“Ck, pantas saja kau kemari. Pasti orang orang di luar sana mengganggumu ya.”
“Saya hanya malu, Bu.”
“Tentu saja, Ares punya banyak penggemar. Tapi kau tidak buruk, jangan merasa insecure. Pasti ada alasan kenapa pangeran sekolah jatuh cinta.”
Cantika tersenyum kikuk sebelum dia pindah tempat ke ujung perpustakaan yang sepi. Bodo amat mereka mengatakan kalau sudut itu berhantu, Cantika ingin ketenangan. Dia bahkan mengabaikan beberapa panggilan pada ponselnya.
Dan ketika ketenangan kembali didapatkannya… “Cantika.”
“Astaga!” cantika berbalik dan mendapati Ares di belakangnya sedang tersenyum.
“Ares?” gumam Cantika kaget.
Sementara pria itu tersenyum tanpa dosa, kemudian duduk di bangku di samping Cantika. “Kau tau sudut ini berhantu?”
“Bagaimana kau tau aku di sini?”
“Hei, aku ini belahan jiwamu. Jadi tau kau kemana.”
“Hmm. Ares aku malu, kenapa kau melakukan itu?” gumam Cantika. “Mengumumkannya?”
“Hei, supaya mereka tidak mengganggumu. Dan berita itu dijadikan kebohongan semata.”
Cantika menelan ludahnya kasar. “Ares, apa kau tau siapa pelakunya?”
“Laura? Si titisan ular phiton itu kan?”
“Heh, jangan bicara seperti itu!” teriak Cantika tidak suka.
“Ekhem!” deheman sang penjaga perpustakaan membuat Cantika terdiam menegang. Apalagi saat sosok itu melanjutkan, “Kalian pintar ya mencari tempat kencan, bukannya akan dibelikan es bonbon sepulang sekolah? Kembali ke kelas. Bel sudah berbunyi.”
“Baik, Bu. Ayo Ares.”
“Berjanjilah kau tidak akan membuat mentalnya rusak,” ucap Cantika saat keduanya dalam perjalanan pulang menuju ke kelas masing masing.
Ares yang mendengar itu hanya terdiam, mengangkat bahunya sembari mengabaikan sosok yang terlihat khaawtair di sampingnya. Mana Cantika berjalan miring demi mendapatkan perhatian Ares, membuat sosok itu semakin gemas.
“Ares, mendengarku tidak? Laura pasti merasa kecewa karena kau membuatnya memiliki harapan, jadi dia melakukan itu.”
“Berhentilah mengkhawatirkan orang lain, Centini. Kau akan kencan denganku nanti.”
“Ares, berjanjilah padaku tidak akan melakukan sesuatu padanya.”
“Aku hanya akan menghukumnya sesuai Undang undang.”
“Itu jahat.”
“Sayang…,” ucap Ares menghentikan langkahnya.
Yang mana membuat Cantika menegang mendapatkan panggilan itu, apalagi saat Ares menyentuh kedua bahunya. “Cintaku, Cantikku, My Love, My World, My everything.”
“Ares berhenti mengatakan hal hal menggelikan. Permisi, tanganmu bisa menarik perhatian orang lain.”
“Aku gemas padammu, seharusnya jangan memikirkan orang lain apalagi saat bersama denganku. Pikirkan saja kencan kita.”
“Memangnya kita akan benar benar berkencan?”
Kalimat yang mana membuat Ares menegang, sontak membuatnya melepaskan tangannya dan berdiri tegak. “Tolong jangan tolak aku, semalam aku banyak berkhayal bermain seharian denganmu, bukan menangis.”
Cantika tertawa mendengarnya.
“Jadi bagaimana? Mau kan berkencan denganku?”
“Ares, apa kau yakin dengan perasaanmu? Kita ini bersahabat, mungkin kau terbawa suasana saja.”
“Cantika, jangan memandang rendah perasaanku,” ucap Ares menyipitkan matanya. “Demi Tuhan aku menyukaimu sejak dulu! Hanya saja aku mengakuinya sekarang karena gengsi,” ucap Ares.
“Kenapa gengsi?”
“Karena…. Um…..” Ares gugup seketika.
“Karena aku Jelek?”
“Kau cantik, kau punya hati yang tulus.”
“Wahh, wajahku seburuk itu kah?”
“Demi Tuhan, Centini. Jikapun rupamu mirip kuda, selama itu jiwamu, hatimu, sifatmu. Aku akan menyukaimu. Tolong jangan tolak aku, Daddyku lupa membayar asuransi kesehatan, bagaimana jika aku serangan jantung dan masuk rumah sakit karenamu?”
🌹🌹🌹🌹
TBC