Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


Ares kembali ke rumah setelah mengantarkan sang Pujaan Hati. Dia terdiam sejenak di ambang pintu, rasanya sangat sepi tanpa kedua orang tua dan juga adik adiknya yang selalu ribut.


"Hiks... Aku merindukan kalian," ucapnya dengan Satu Tetes air mata yang tidak sempat jatuh; Ares lebih dulu menyukainya. "Tapi... Rasanya tenang sekali, hehehe."


BUK!


"Astaga naga!" teriak Ares dengan spontan saat sebuah sendal melayang dan mengenai kepalanya, akan membuatnya kini tengah tertunduk di atas lantai.


Belum juga memarahi sosok yang membuatnya terjatuh dia terlebih dulu melihat dua orang yang sedang kejar-kejaran. "Kembali ke sini, Alden, kau harus mandi," teriak Athena sambil membawa ember dan gayung yang berisi air.


Di belakang sana ada pelayan yang berusaha mengeringkan lantai supaya tidak ada yang terjatuh. Ares mengerjapkan matanya. "Apa yang terjadi?" tanya Ares pada sang pelayan.


"Mari saya bantu Anda berdiri, Tuan muda."


"Berapa lama mereka seperti itu?"


"Sejak Tuan Alden pulang ke rumah dengan pakaian yang kotor dan enggan mandi, Sepertinya dia gagal dalam sebuah eksperimen."


Kemudian Ares melihat saudaranya itu berlarian di tangga, ditambah lagi dengan Alden yang berteriak kuat. "Aku tidak mau mandi! Bau tubuhku ini adalah eksperimen."


"Tapi aromanya sampai di kamarku!"


Ares melihat pelayan di sana terlihat khawatir, yang mana membuatnya berdiri kemudian berdehem. "Jangan khawatirkan apapun, aku akan menyelesaikan semuanya. Tenanglah," ucap bocah yang berusia 17 tahun itu. Seolah dirinya adalah bos di rumah ini.


Kemudian Ares melangkah menaiki tangga, menuju kamar saudara laki-lakinya. Dia hendak memarahi mereka berdua, tapi ketika masuk ke sana dan melihat keduanya sedang tertawa. Aris terdiam, dia mematung bingung. "Kalian tadi saling berteriak, dan sekarang saling tertawa. Ada apa dengan kalian?"


Tidak menghiraukan pertanyaan Ares, Athena dan Alden terus bermain bersama bahkan saling mengotori tubuh mereka masing-masing.


"Bau apa ini?! Mandi dan Berhenti memainkan slime aneh itu."


Dan ketika keduanya menatap ke arah Ares, anak laki-laki itu menelan ludahnya kasar. "Bukan seperti itu maksudnya….."


"Serang dia, Alden, buat dia bau malam ini."


"Aaaaaaa! Nannyy!" teriak Ares sambil berlari ketakutan mencari pengasuhnya.


****


Malam ini, Ares berencana untuk mengajak Cantika keluar sambil membujuknya untuk ikut perlombaan piano. Namun tanpa diduga, kedua saudaranya itu ingin ikut.


Dan sekarang Ares harus cemberut, sambil menyetir di depan.


Sementara kedua saudaranya itu terus saja berdebat tentang Dimana mereka akan makan malam.


"Ini tentang aku dan Cantika, jadi aku yang akan menentukannya."


Sedangkan, Aden dan Athena tidak mempedulikannya sama sekali.


"Kak Ares, Aku ingin makan di Mcd. Kalau tidak di Pizza Hut."


"Tidak," rengek Athena tidak terima. "Aku ingin makan seafood malam ini."


"Berhenti mendapatkan hal itu, karena pada akhirnya Cantika yang akan menentukan."


Athena berdecak kesal, dia melipat tangannya di dada. "Kau membuat aku kecewa dan kesal, Ares."


Sementara Ares hanya menghela nafasnya dalam, nasibnya lebih buruk karena dirinya berada di depan sendirian. Persis seperti sopir.


"Aku sudah menghubungi Mommy dan Daddy, Mereka bilang aku harus menjaga kalian. Jadi ingat, aku itu yang mengendalikan kalian sampai mereka kembali pulang."


Bukannya menanggapi perkataan sang kakak, Alden malah berkata, "Kak Ares, kau membawa kantong yang berisi buku sangat banyak. Wah, ini semua soal matematika. Apa kau berencana memeras otak kekasihmu?"


"Itu privacy, Tutup kembali tasnya."


Yang mana membuat Athena tertawa karenanya. "Kau pasti ingin memanfaatkan Cantika. Kau berpacaran dengannya untuk bisa mengerjakan PR mu kan?"


"Tentu tidak." Ares segera mengatakan tujuannya, "Aku melakukan itu supaya aku bisa berlama-lama dengan Cantika, supaya aku punya alasan untuk berlama-lama dengannya. Tapi kalian malah ikut, sangat menyebalkan."


"Apa kau tahu, Ares?" tanya Athena


"Apa?"


"Kekasihmu itu sebelumnya pernah sekolah di Amerika International School, Hebat bukan?"


"Benarkah?" Ares melebarkan senyumannya. "Kekasihku sangat pandai rupanya."


Senyuman Ares tidak pernah luntur, bahkan sampai dia berhenti di depan gerbang rumah Cantika. Di mana sang kekasih sudah menanti disana


"Hai semuanya, kita akan kemana?" tanya Cantika dengan ramah Sebelumnya dia mendengar kalau kedua adik Ares akan ikut.


Bukannya menjawab pertanyaan sang kekasih, Ares malah antusias dengan berdaya. "Caca..?"


"Iya?" tanya Cantika dengan khawatir, raut wajah Aris terlihat begitu aneh dengan senyumannya. "Kenapa?"


"Kenapa kau tidak pernah memberitahuku?"


"Tentang apa?"


"American International School."


Cantika terdiam seketika, dia bingung untuk menjawab apa. "Aku tidak berpikir itu adalah hal yang penting. Maaf."


"Tidak apa" Ares tersenyum seketika. "Kau masuk Amerika International School lewat mana?"


"Lewat pintu," cewek cantik sambil memasangkan sabuk pengaman.


🌹🌹🌹


to be continue