Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


Sesuai perkataannya, Cantika tidak bisa berangkat bersama dengan Ares, dia berangkat bersama sang Kakek dimana dia diajak terlebih dahulu untuk makan bubur di tempat kesukaan kakeknya sebelum mereka pergi ke sekolah.


“Apa kau menyukai Ares?” tanya sang Kakek tiba tiba.


“Hmm? Ya, aku menyukainya, Kakek.”


“Jangan setengah-setengah jika suka, gas terus jika memang benar benar suka padanya,” ucap sang Kakek saat Cantika sedang memakan bubur.


Membuatnya tersedak dan batuk beberapa kali. Cantika menatap ponselnya, dimana Ares terakhir menghubunginya tadi malam, dimana dia mengatakan akan menagih jawaban sepulang sekolah. Dia juga berkata akan terlambat datang ke sekolah karena ada urusan dengan Daddy nya.


“Sudah makannya?”


“Sudah, Kek.”


“Ayo berangkat, anak cantik harus rajin,” ucap sang Kakek membayar makanannya sebelum kembali menaiki motor bebek. “Kakek pulangnya nanti agak malam, sampaikan sama Nenek ya. Kakek harus memilah barang barang untuk di museum.”


“Iya, Kek.”


“Lumayan, Pak Fernandez sering memberikan bonus untuk yang lembur. Hehe.”


Cantika tersenyum mendapati Kakeknya begitu nyaman dengan pekerjaannya saat ini. dia naik ke atas motor, kemudian sang Kakek mengantarkannya menuju depan gerbang sekolah.


“Jangan nakal, jangan main terus dengan Ares.”


“Kakek,” ucap Cantika malu malu, dia segera menyalami sang Kakek sebelum masuk ke gedung sekolah.


Sampai Cantika menyadari ada sesuatu yang salah, dimana orang orang di sekitarnya mulai saling berbisik, mengatakan kalau ada penggoda di dalam sekolah. Dan dia merasa mulai tidak nyaman dengan tatapan mereka yang terpaku padanya.


“Ada apa ini?” gumam Cantika penasaran.


“Cantika!” teriak Arin yang berlari ke arahnya; sahabatnya sekaligus pacar Samuel.


“Hei, jangan lari. Ada apa?”


“Ikut aku,” ucap Arin menarik tangan Cantika ke toilet perempuan, Arin menguncinya dari dalam. “Lihat ada yang menyebarkan ini di situs sekolah.”


Cantika memicingkan matanya dan melihat. “Itu apa?”


“Di sini mengatakan kalau kau menggoda Ares, untuk mendapatkan uang. Itu tidak benar ‘kan?” tanya Arin panic.


Yang dibalas helaan napas oleh Cantika. “Bagaimana menurutmu? Apa ini benar?”


‘Tentu tidak.”


“Maka jangan percaya, aku baik baik saja. ayo kita ke kelas.”


Arin yang khawatir itu menyusul Cantika yang melangkah lebih dulu. “Tunggu, bagaimana jika ada yang menjahilimu di kelas hanya karena berita ini?”


“Jangan khawatir, aku tidak melakukannya, jadi aku tidak takut,” ucap Cantika dengan ceria.


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti yang diinginkan Arin, dia memanggil sang kekasihnya untuk menemuinya di dekat toilet perempuan. Sampai akhirnya Samuel datang dengan terburu-buru.


“Honey Bunny Sweety,” ucapnya pada Arin. “Maaf aku terlambat.”


“Astaga kau ini! sudah melihat berita di situs sekolah?”


“Sudah barusan, aku mencoba menghubungi Ares, tapi dia tidak mengangkat panggilannya,” jelas Samuel dengan wajah yang sama sama panic dengan kekasihnya. Kemudian dia menatap Cantika dengan tatapan kasihan. “Tenang, kami akan melindungimu dari fans fans Ares. Jangan takut.”


“Uh, kalian jangan khawatir. Aku tidak memeras Ares, jadi aku tidak khawatir. Aku malah mengkhawatirkan kalian.”


“Cantika.” Arin menatap iba. “Tadi aku melihat anak anak kelas 10 yang menggila, mereka berteriak di gedung sebelah.”


“Mereka tidak akan mudah mempercayainya ‘kan? Mereka tidak akan melukaiku ‘kan?”  tanya Cantika dengan mata bulatnya.


Yang dibalas helaan napas oleh Samuel. “Sudahlah, ayo aku antarkan ke kelas.”


“Bagaimana reaksi anak anak kelas 12?” tanya Arin pada kekasihnya.


“Sayang, aku tidak tau. Hehehe, aku tidak ke kelas tadi, tapi ke kantin.”


“Hei! Kau berbohong?!”


“Sssttt.. ayo focus pada Cantika,” ucap Samuel dengan wajahnya yang tengil.


Dia mengiring Cantika untuk memasuki gedung kelas 12, dimana mereka yang ada di lorong juga menatap Cantika dengan aneh.


“Itu semua tidak benar! Jika kalian menyakitinya maka akan aku potong tangan kalian!” teriak Samuel menggema.


Yang jelas membuat Cantika kaget. “Kalian jangan seperti itu. Aku ke kelas dulu oke? Bye,” ucap Cantika yang buru buru pergi ke kelas.


Dia malas menjadi pusat perhatian. Namun, saat memasuki kelas, ternyata sama saja. orang orang di sekitarnya menatapnya tajam seolah ingin melahapnya, ditambah lagi satu orang yang menyeringai di sana; Laura.


Sampai sedetik kemudian;


“Cantikaaa! Selamat kau memenangkan hati Ares!”


“Oh aku senang dia jatuh cinta padamu daripada wanita yang gila harta!”


“Aku yakin kau tidak memeras Ares, melainkan Ares yang jatuh cinta padamu!”


“Tidak aneh, kau memang punya positive vibes. Selamat yaaa!”


“Jangan lupa makan makannya!”


“Ciuman itu terlihat panas, bagaimana rasanya?!” goda salah satu anak hingga diakhiri dengan tawa.


Karena pada kenyataannya, mereka semua menerima kabar itu dengan sangat baik


🌹🌹🌹🌹


TBC