
🌹vote ya anak anak.🌹
🌹Maaf pendek, emak lagi diluar🌹
Lily terbangun, dia menyadari kalau suaminya tidak ada di sana.
Beberapa menit terdiam, pintu hotel terbuka. Masuklah David dengan senyuman konyolnya.
"Hallo, Sayang?"
"Dari mana saja dirimu?"
"Menemui Luke, dia akan tunangan, Sayang."
"Dan kau meninggalkanku?"
David mengerucutkan bibirnya saat Lily mengeluarkan kata kata sinis. Dia mencium pipi sang istri. "Kau tidur dengan lelap."
"Kau sengaja membuatku lelah supaya kau bisa kabur bukan."
David tersenyuk kemudian berbisik, "Luke tidak mencintai Medina. Dia jahat, Luke ingin bebas. Dan kekangnya Kakeknya pada Luke, membuatnya berubah."
"Berubah bagaimana?"
"Luke menjadi sedikit nakal, dia merokok dan minum lebih banyak."
"Astaga, dia adalah yang terbaik diantara kalian bertiga."
"Semua bisa berubah dengan cepat, Sayang."
"Dan pertunangan?"
"Tetap akan terjadi besok."
🌹🌹🌹
Lily merasa bosan dengan pesta ini, dia melihat Nana yang tidak bisa dilepaskan oleh Sebastian. Jadi dia tidak ada teman bicara.
"David?"
"Iya, Sayang?"
"Aku tidak melihat Rara."
"Rara?"
"Pembantu Medina itu."
"Ah, dia sudah lama tidak bekerja."
"Kenapa?"
"Medina memecatnya."
"Kenapa?"
"Aku tidak tahu, Sayangku." David tersenyum manis.
Namun Lily terlalu bosan, dia berdiri dari tempatnya.
"Sayang, mau kemana?"
"Jalan jalan, ini outdoor dan aku ingin menghirup udara."
"Acaranya akan dimulai."
"Hanya sebentar," ucap Lily melangkah menjauhi suaminya.
Dia penasaran apa yang ada di luar pagar tanaman itu, dan langkahnya secara spontan menuju gerbang kecil tersembunyi di samping.
Lily ingin menuju jalan rahasia, bukan jalan gerbang utama.
"Rara?"
Dan yang lebih mengejutkan, perut Rara mengembang sedang hamil. Dia membawa dua tas besar terlihat baru saja diusir.
Saat Rara hendak menghindar, Lily menahannya.
"Rara kenapa kau menangis?"
🌹🌹🌹
Lily membawa Rara ke tempat yang lebih sepi untuk berbicara, di sana mereka terhalang pagar tanaman sehingga tersembunyi dari pesta. Lily membawa Rara duduk di bangku yang ada di bawah pohon besar, mereka benar benar tersembunyi di sana.
“Rara, kau tidak bekerja lagi pada Medina?”
Rara menggeleng, kemudian tatapan Lily terpaku pada perut Rara yang membesar. Dia tidak menduga itu. Apalagi melihat Rara yang membawa dua tas besar, terlihat jelas kalau Rara tidak punya tempat tujuan.
“Kau tinggal dimana sekarang?”
Rara kembali menggeleng.
“Astaga, Rara. Dimana suamimu? Atau pacarmu?”
Rara kembali terdiam, matanya berlinang apalagi saat dia mendengar suara music dari pesta itu.
“Rara, katakan padakku. Kau seorang diri?”
Rara sudah tahu bagaimana baiknya Lily, jadi dia tidak bisa menahan air matanya. Membuat Lily mengusap punggungnya. “Hei, tenanglah. Tidak apa, kau bisa ceritakan semuanya padakku. “
“Aku tidak punya tempat tinggal,” ucap Rara pada akhirnya mengeluarkan suara.
“Ya Tuhan, dan pria yang menghamilimu?”
Rara menggeleng, membuat Lily bingung kemanakan pria itu. “Apa dia mati?”
“Dia masih hidup?”
“Apa dia tidak bertanggung jawab?”
“Dia tidak tahu aku hamil,” ucap Rara menyeka air matanya. “Dia memperk*saku.”
Saat itulah mata Lily terbelalak kaget, dia tertawa tidak percaya. “Dimana pria itu? Katakana padaku. Apa Medina tahu tentang hal ini? Apa karena kau hamil jadi kau diusir?”
Rara menarik napasnya dalam kemudian mengatakan, “Luke yang melakukannya.”
“Apa?” Lily terkejut bukan main.
Dia tidak percaya Luke bisa melakukan hal sejahat ini, tapi dia lebih tidak percaya jika Rara berbohong.
“Luke yang melakukannya?”
Rara mengangguk dan menyeka air matanya. “Dia melakukannya saat mabuk, lalu Medina datang dan mengusirku.”
“Jadi…. Mereka tidak tahu?”
Rara mengangguk. “Dan tolong biarkan selamanya seperti itu. Aku tidak keberatan membesarkannya seorang diri, anak ini berharga untukku. Ini kehidupanku yang baru.”
"Tapi kau mau kemana? Tidak punya rumah, tujuan dan seorang diri."
"Setidaknya bayiku tidak akan merasakan hal yang sama denganku. Dicaci maki dan diusir oleh mereka. Aku ingin melindunginya."
🌹🌹🌹
Untuk membaca cerita tentang Rara dan Luke, silahkan klik profil aku dan temukan judul, "Wanita Simpanan CEO."
Ini gambarnya.
Selamat membaca kisah Rara.