Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Tidak diduga



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK..🌹


🌹EMMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹


🌹EH, FOLLOW DENG IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹


“Lila?!” teriak Oma dari luar.


Lily yang sedang mencuci piring itu membuka jendelanya untuk melihat Oma. “Ada apa, Oma?”


“Ayo ke rumah Oma, makanannya malah dikirim ke sana. Eta sedang memasaknya.”


“Baik, Oma, aku akan ke sana setelah selesai mencuci piring.”


“Perlu Oma bantu?”


“Tidak usah,” ucap Lily memberi isyarat supaya Oma segera kembali ke rumahnya sementara dirinya menyelesaikan pekerjaan di rumah.


Karena pelayan sedang berbelanja, yang ada di sini hanya penjaga. Itu pun di depan. Tadi Oma memesan  makanan untuk makan siang, jadi Eta sedang sibuk menata makanan di sana.


Setelah selesai mencuci piring, Lily hendak ke rumah Oma. Tapi terhenti saat dia melihat ada makanan @***** peliharaannya, membuatnya mengingat kalau hewan itu belum diberikan makanan.


“Oh, Cat belum diberi makan,” ucap Lily segera mengambil makanannya dan memasukannya ke dalam kantong yang lebih kecil.


Tempat hewan hewan ada di belakang, memiliki kandang masing masing. Lily sudah terbiasa memberi makan hewan hewan peliharaan, jadi dia masuk dengan tenangnya ke dalam kandang @***** peliharaan putranya.


“Cat, ini waktumu makan,” ucap Lily mendekat.


Dia tidak melihat hewan itu, membuatnya berspekulasi kalau @***** itu ada di dalam rumah mininya. Jadi Lily menyimpan saja makanannya di sana.


“Cat, ayo makan.”


“Ggggrrrrrr…..”


Suara geraman @***** itu membuat Lily terdiam, dia menegakan tubuhnya dan mundur perlahan saat melihat hewan berbulu hitam itu menatapnya dengan tidak bersahabat.


“Astaga, apa yang terjadi? kenapa kau menatapku seperti itu?


“Ggggggrrrrr…..” hewan itu menatap Lily seolah musuh dan siap menyerang, giginya terlihat.


“Apa yang terjadi denganmu? Tenanglah, Cat. Ini aku Lily.”


GUK!


GUK!


GUK!


Lily lari seketika saat hewan itu hendak menyerangnya. Dan ketidak beruntungan sedang ada pada dirinya, Lily jatuh dengan tengkurap seketika.


Di sisi lain, Oma merasa Lily sangat lama, dia mulai merasa gelisah.


“Eta?”


“Iya, Nyonya Besar?”


“Baik, Nyonya.”


Eta segera berjalan untuk memastikan majikannya yang lain. 


“Nyonya Lily? Nyonya Lily?” panggil Eta berkali kali namun tidak ada jawaban.


Sampai Eta ke belakang rumah untuk memeriksa, dia kaget saat melihat Lily yang tidak sadarkan diri.


“Tuhanku! Nyonya!”


🌹🌹🌹🌹🌹


David tersenyum puas ketika melihat pekerjaannya selesai. Dia tidak sabar untuk pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarganya lagi.


David menguap lebar dan bersiap siap untuk pulang, dia keluar dari ruangannya dengan penuh kebanggan. 


Ketika di dalam lift, David melihat panggilan dari Holland. Karena merasa tanggung, David mematikannya dan berniat menelpon kembali nanti di dalam mobil.


Melangkah di basement, David kembali mendapat panggilan.


“Hallo, ada apa, Holland? Aku menyelesaikan semuanya. Kau bisa lihat.”


“Nyonya Lily ada di rumah sakit, Tuan.”


“Apa? Kenapa?”


“Dia terjatuh.”


“Kirim alamatnya padaku,” ucap David segera mematikan telponnya.


Dia segera mencari jalan tercepat saat mendapatkan alamat rumah sakit. Menyetir dengan terburu buru, David sampai di rumah sakit dengan Holland yang menunggu di lobi.


“Tuan?”


“Dimana Lily?”


“Dia masih ada di ruang operasi.”


“Operasi? Apa maksudmu?”


“David…..,” ucap Oma yang mendengar suara cucunya.


David menengok. “Oma?” dia segera mendekat pada Oma. “Oma apa yang terjadi? kenapa Lily di ruangan operasi?”


“Lily jatuh, bayinya tidak bisa diselamatkan. Dia harus dikeluarkan.”


Saat itulah David merasa hidupnya runtuh, dia menatap tidak percaya pada Oma dengan mata berkaca kaca. “Apa? Bagaimana bisa?”


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE