
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Sepulang sekolah, Athena memiliki les biola di rumah gurunya.
“Arinnnnnnn……,” Athena merajuk sambil memeluk Arin dari samping.
“Apa? Kenapa?”
“Aku tidak bisa ke mall hari ini.”
“Apa? Kenapa?” tanya Arin sambil memajukan bibirnya kesal. “Kau bilang bisa.”
“Mommyku menghubungiku dan baru memberitahuku kalau aku mulai les hari ini.”
“Lagi? Kapan kau akan mengupload semua tutorial make-up mu ke youtube?”
“Aku akan memberitahumu lagi nanti. Tapi….,” ucapan Athena menggantung sambil memasukan barang barangnya ke dalam tas, pelajaran sudah berakhir dan ini waktunya pulang ke rumah. “Aku ingin memintamu membelikanku lipstick, ada diskon di sana.”
“Tidak bisakah kau ikut aku ke sana?”
“Ayolaaah, aku titip ya.”
“Aku akan beli peralatan pesta, bukan ke griya kecantikan.”
“Peralatan pesta?” tanya Athena bingung.
“Iya, bukankah Ares akan bertanding? Kita akan mempersiapkannya dengan sangat baik.”
“Astaga, pertandingan basket ternyata,” gumam Athena malas. “Kenapa kau menjadi Admin Club penggemar saudaraku?”
“Thea, ini bukan sekedar Club penggemar, ini adalah dukungan akan masa depan idola kami. Aku yakin suatu saat dia akan debut menjadi idol. Dan aku bukan hanya menghabiskan uang untuk hal konyol, klub penggemar Ares juga sering melakukan amal, kau tahu itu bukan?”
“Tentu aku tahu, kalian berbuat banyak untuknya.”
“Tentu saja karena dia akan menjadi idol di masa depan.”
“Wah…, berhenti berkhayal. Ayo pulang, jangan lupa belikan aku lipstick merah muda itu.”
Saat keduanya keluar kelas, terlihat sekolah yang mulai sepi dan hanya didatangi orang orang yang akan melakukan kegiatan ekstrakulikuler dan kelas tambahan untuk mengasah skill mereka.
“Apakah itu Cantika?” tanya Arin.
Athena mengerutkan keningnya. “Cantika, apa yang kau lakukan?”
“Oh, hallo,” sapa Cantika kemudian membuang sampah yang ada di tangannya.
Dia mencuci tangan di kran.
“Kau mengambil sampah di saluran air itu?” tanya Athena.
“Airnya tidak mengalir dengan baik, seseorang harus membersihkannya.”
“Dan itu kau?” tanya Athena lagi.
Membuat Arin kagum, “Astaga, kau benar benar tidak jijik.”
“Kalian baru pulang?”
“Ya, kau mau ikut ke mall?” tanya Arin. “Tadinya aku harus pergi bersama dengan Athena, tapi dia harus less.”
“Aku tidak bisa,” jawab Cantika.
“Aku akan mengantarkanmu pulang, ayoolllaaaah kita akan memberi dukungan untuk Ares.”
“Ah, aku sangat ingin. Tapi hari ini aku janji akan pulang lebih cepat pada nenekku. Aku juga harus mampir ke pasar untuk mengambil hasil penjualan sayuran.”
“Kau ke pasar?” tanya Arin kaget.
“Ya, sampai jumpa besok teman teman.”
Saat Cantika menjauh, Arin berkata, “Aku bangga berteman dengannya, bukankah dia tidak menjaga image nya? Dia melakukan sesuatu apa adanya.”
“Itulah kenapa dia menjadi sahabatku.”
🌹🌹🌹🌹
Seperti perkataannya, Cantika pergi ke pasar untuk mengambil hasil penjualan dari sayurannya. Karena sistemnya dia menitipkan barang, maka Cantika akan memberikan uang upah untuk penjual.
“Neng, kedepannya bisa gak kalau Bibi sistemnya beli saja? katanya ada timun juga ya?”
“Tapi Cantika gak janji ada setiap hari, Bi.”
“Simpen nomor bibi deh, Neng. Nanti kasih tau ada apa aja.”
“Oke, Bi,” ucap Cantika menerima ponsel pedagang itu dan memasukannya. “Udah, Bi. Makasih ya.”
“Bibi juga makasih ya, soalnya pada suka sama sayuran yang Neng simpen, seger semua. Orang orang di sini pada kapok sebelumnya banyak sayuran yang di cet.”
Cantika tersenyum sambil mengangguk. “Duluan ya, Bi.”
“Hati hati, Neng. Jalannya becek.”
“Siap, Bi.”
Cantika kembali melanjutkan perjalanan pulangnya menuju ke terminal angkot. Namun, angkot yang dicarinya tidak ada. Dan mengingat jarak dari pasar ke rumah neneknya tidak terlalu jauh, Cantika memilih untuk berjalan.
Sampai seseorang tiba tiba memanggilnya. “Centini?”
“Kalau aku di bengkel, berarti ada yang salah dengan otakku.”
“Hah?”
Ares berdecak. “Kenapa berjalan?”
“Baru pulang dari Pasar.”
“Apa yang kau lakukan di sana?”
“Kanapa kau ingin tau? hehe, habis melaksanakan perintah nenek ke tukang sayur,” gumam Cantika yang kembali berjalan. “Aku pulang dulu.”
“Tunggu sebentar,” ucap Ares yang motornya selesai dikerjakan. “Siapin semuanya ya, Bang. Nanti sore Ares ke sini lagi.”
“Mau nganterin itu pacar dulu, Ar?”
“Bukan pacar, temennya Thea,” ucap Ares kemudian memundurkan motornya. “Ayo naik.”
“Rumahku dekat, tidak usah.”
“Ayo cepat,” ucap Ares memaksa.
Cantika akhirnya naik, dan motor mulai berjalan. “Hari ini sangat panas, biasakan bawa payung kemana mana.”
“Tapi tidak hujan, Ares.”
“Payung bukan hanya untuk hujan, Centini. Kulitmu bisa semakin hitam.”
Cantika menatap kulitnya yang kecokelatan. “Apakah itu buruk?”
“Nanti aku tidak bisa melihatmu di kegelapan.”
“Tapi membawa payung kemana mana itu menyusahkan.”
“Payung lipat, kenapa kau tidak pintar?”
Cantika hanya tersenyum di belakang sana. “Aku pandai bahasa Inggris.”
“Kau pikir aku tidak?”
🌹🌹🌹🌹🌹
Dalam perjalanan menuju ke rumah Cantika, Ares terus saja bicara menyuruh Cantika membawa payung.
Sampai Cantika bosan dengan topic itu dan berkata, “Aku masuk klub penggemarmu.”
“bagus, kau bisa menambah lingkaran pertemananmu.”
“Ya, aku dengar disana bukan hanya mendukungmu, mereka seringkali berbuat amal.”
“Lihat, menjadi penggemarku saja sudah mendapatkan banyak manfaat.”
“Wah… memang benar.”
“Kau harus bersyukur mengagumiku, Centini. Kau bisa mendapatkan banyak manfaat.”
Cantika mengangguk anggukan kepalanya.
Sampai akhirnya saat mereka hampir sampai, hujan pun turun.
“What the…,” ucapan Ares tertahan.
“Bawa ke sana saja,” ucap Cantika menunjuk halaman depannya yang memiliki pohon rindang untuk berteduh.
Ares masuk ke halaman rumah menggunakan motor dan memarkirkannya di sana.
“Mau berteduh dulu di rumah?”
“Centini, jangan mengundang pria masuk ke rumahmu.”
“Ah baiklah jika kau tidak mau.”
“Tunggu, aku tidak bilang tidak mau,” ucap Ares. “Ada siapa di dalam?”
“Kakekku bekerja di Museum, Nenek dan Mamaku ada di dalam.”
“Mamamu sedang sakit bukan? Aku tidak membawa apa apa.”
“Memangnya kau harus bawa apa?”
Saat mereka sedang bercakap cakap, terdengar panggilan, “Cantika! Apa yang kau lakukan? Kemarilah, hujan sangat deras,” teriak sang nenek.
Cantika dan Ares pun lari ke dalam rumah.
Dengan sopan, Ares menyapa, “Hallo, Mamanya Cantika. Saya teman Cantika ingin ikut berteduh sebentar.”
“Eum Ares, dia nenekku.”
Saat Ares sedang salam, dia berhenti bergerak sesaat. “Benarkah?” gumamnya dengan pelan.
Kemudian Ares menegakan tubuhnya dan tertawa. “Maafkan aku, Nek. Tapi Nenek terlihat sangat awet muda sehingga saya kira Mama nya Cantika.”
Dan Nenek yang awalnya kaget itu tersipu malu. “Ah, Nak Ares bisa saja. ayo masuk dulu, berteduh di dalam.”
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE