
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹JANGAN LUPA JUGA IGEH EMAK DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Ares baru pulang sekolah dimana langit sudah gelap. Dia sangat kelelahan karena berlatih basket.
“Mom, I’am home.”
Tidak ada jawaban. “Mommy?”
“Tuan muda, anda sudah datang? Ingin disiapkan makan malam atau mandi dahulu?” tanya pelayan itu.
“Dimana Mommy?”
Pelayan itu tidak menjawab, sampai akhirnya Athena yang menuruni tangga sambil minum jus berkata, “Nyonya sibuk bersama Tuan Besar di kamar.”
“Ugghhhh Daddy,” gumam Ares kesal, dia benar benar merindukan Mommy nya akhir akhir ini. apalagi dirinya disibukan oleh kegiatan di sekolah. “Kau sudah pulang les?”
“Kalau aku belum pulang, lalu siapa yang sedang bicara denganmu, Bodoh?”
“Thea.” Ares mendekat. “Kau tidak berfikir Daddy akan membuat adik untukku lagi bukan?”
“Tidak,” jawab Athena yang membuat Ares tenang. “Daddy membuat adik untukku.”
“What?”
“Aku ingin adik perempuan, aku tidak bisa bermain dengan kalian berdua.”
“Kau bisa bermain denganku, ayo main lagi.”
“Tidak mau, terakhir kali kau bermain denganku, kau memukulku dengan diapers Oma.”
“Itu salahmu sendiri, Thea.”
Athena mengacuhkan Ares, dan focus membuka kulkas. “Aku akan membuat mukbang ASMR.”
“Kau sudah menumpuk video seperti dosamu.”
“Jangan kacaukan kebahagiaan orang lain, Ares.”
Ares berdecak, dia mengambil air putih dari dalam kulkas. “Tolong siapkan makan malam, aku ingin makan dengan sayur.”
“Baik, Tuan Muda.”
Ares naik ke lantai dua, dan saat melewati kamar kedua orangtuanya, Ares mendengar suara yang membuatnya memejamkan mata. “Oh Dad, kau membuatku kesal.”
Kemudian sambil berjalan lagi, Ares mencoba menelpon Daddy nya. Beberapa kali sampai akhirnya terangkat.
“Son, bisakah jangan sekarang?”
“Alat peredam suara di kamar Daddy tidak berfungsi lagi, tolong periksa sebelumnya.”
“benarkah? Athena tidak protes apa apa sebelumnya.”
“Itu karena hanya kupingku yang normal.”
“Kupingmu yang normal atau kau yang menguping?”
“Iyuh, aku lebih baik menonton,” ucap Ares.
“Apa katamu?”
Dengan cepat, Ares mematikan ponselnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti biasa, Ares dan Athena selalu ke rumah Oma sebelum mereka tidur. Bercerita dan bercanda sampai Oma tertidur oleh pijatan mereka.
Saat berjalan pulang, Ares membuka ponselnya. Di sana ada banyak sekali panggilan tidak terjawab dari nomor baru. Yang mana membuatnya sedikit kesal. Karena posisinya sebagai kapten basket, banyak orang yang membutuhkan nomornya sehingga tersebar dengan baik.
Saat sedang menghapus panggilan panggilan itu, Ares menyisakan dimana ada log panggilan dimana dia menghubungi Cantika sebelumnya.
Setelah menghapus itu, dia menghubungi Cantika.
Sambil melangkah, dia menempelkan ponsel di telinganya.
“Hallo?” tanya Cantika dari sana.
“Centini, ini sudah jam 10 malam. Kenapa kau belum tidur?”
“Hah? Aku masih membaca.”
“Membaca apa?”
“Tulisan.”
“Ha ha ha.” Ares tertawa hambar menahan rasa kesal. “Itu alasannya kau sangat pintar, apa yang kau baca? Apa kau butuh penyegaran? Kau ingin melihat wajah tampanku?”
“Ah iya.”
“Iya?” tanya Ares samba tersenyum.
“Aku baru ingat, tadi aku bersama Laura. Dia bilang dia suka cookies buatan rumahan.”
“Dia seperti memberi kode untuk memberinya hadiah ulang tahun itu, mungkin kau bisa membuatnya.”
Ares berfikir sambil duduk sejenak di ayunan yang ada di depan rumahnya. “Baiklah, nanti setelah pertandingan babak pertama aku akan membuatnya. Ulang tahunnya akhir pekan ‘kan?”
“Aku rasa, pekan depan.”
“Itu maksudku, Centini.”
“Iya,” ucap Cantika yang sepertinya sudah focus lagi pada bukunya.
“Apa kau sedang mengacuhkan pria tampan saat ini?”
“Ah bukan begitu, aku sedang membaca jadi tidak focus.”
“Baiklah aku akan menutup telponnya, jangan menangis jika aku tutup. Dan lekaslah tidur.”
“Bye, Ares.”
TUT.
Ares terdiam, dia tidak menyangka Cantika akan menutupnya begitu saja. “Wah… dia benar benar.”
🌹🌹🌹🌹
Saat melihat saudaranya sedang bermain ayunan, Athena datang bergabung di sana.
Ares yang merasa Athena memicingkan mata sambil menatapnya itu menengok. “Kenapa? kau seperti akan memakanku hidup hidup?”
“Kau dan Cantika, ada apa?”
“Ada apa apanya?”
“Kenapa kau selalu terlihat bersamanya.”
“Kau juga sering terlihat bersama sahabatmu.”
“Ares, aku saudarimu. Kau sebelumnya tidak pernah menempeli orang lain, kau menyukainya?”
“Kau bercanda, aku menyukai Centini? Gadis hobbit itu?”
Athena tertawa dan menggeleng geleng. “Kau akan tahu rasa jika sudah menyukainya.”
Sampai percakapan terpotong saat ponsel Ares berbunyi, itu dari Samuel.
22.23 P.M
*Samuel :**Cewek inceran lu, Bro. Beuh cantik amat, lu yakin bisa dapetin dia? Hebat banget anjirrrr, baru ada cewek yang nyuekin lu kayak gitu.*
Ares menatap dua foto yang dikirimkan oleh Samuel. Itu foto Laura, anak baru yang memiliki kulit putih, mata indah dan juga wajah yang cantik.
Dan Athena ternyata membaca pesan itu.
“Kau benar benar akan mengejarnya?”
“Tidak sopan, matamu bisa ditusuk malaikat maut jika membaca privacy orang,” ucap Ares kesal.
Athena hanya meledek. “Dia cantik karena make-up saja.”
“Kau hanya iri karena dia sudah pandai memakai make-up.”
“Iyuh, lebih manis juga aku,” ucap Athena mengibaskan rambutnya. “Jangan bilang kau menyuruh Cantika berteman dengannya untuk hal ini.”
“Hei, tenanglah. Centini membantuku sebagai teman.”
“Cantika tidak boleh berteman dengan makhluk seperti itu.”
“Makhluk seperti apa? Memangnya dia kenapa?” tanya Ares memasukan ponselnya.
“Kau tidak sadar atau kualitas matamu 144p hah? Terlihat dari wajahnya saja dia wanita menyebalkan.”
“Tidak baik mengatakan itu, bodoh.”
“Ck, cantikan juga Cantika.”
“Kau punya foto Centini?”
Athena berlari seketika. “Tidak akan kuberikan padamu yang idiot!”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE