
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
Ares menarik napasnya dalam setelah beberapa saat diam di kelas Cantika, dia harus ke parkiran karena perempuan itu pasti sudah menunggunya. Dan saat dirinya keluar…
“BO!”
“Aaaa!” teriak Ares terkejut, dia menatap nyalang adiknya yang kini sedang terkikik geli melihatnya tertawa. Athena dan tingkah jahilnya, memang tidak bisa dipisahkan. Benar benar membuat Ares yang baru saja tenang oleh Cantika, kembali harus mengalami detak jantung yang meningkat.
“Kenapa kau mengagetkanku?”
“Kau akan ke rumah Cantika?”
“Ya, kenapa?”
“Tidak, tolong belikan dia makanan enak ya. Kudengar kemarin dia pulang denganmu karena tidak mendapatkan taksi.”
Ares berdecak, kemudian menatap Athena dengan penuh kritikan. “Kau sahabat yang tega meninggalkan.”
“Bukan begitu!”
“Lalu kenapa kau tidak membelikannya makanan sendiri?”
“Kau yakin aku boleh ikut?” tanya Athena menatapnya menggoda, yang dibalas deheman oleh Ares.
Pria itu berpaling merasakan pipinya panas, sepertinya Athena tau sesuatu, dan Ares tidak menyukainya. “Baiklah, menjauhlah dariku,” ucap Ares yang bergegas pergi dari sana, dia berlari di lorong.
Yang mana membuat Athena tertawa di sana, dia menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Akhirnya dia sadar,” gumamnya.
Sementara itu, Ares tidak lupa jika dirinya harus menebar pesona pada para penggemarnya. Gunanya untuk memberikan mereka energy, Ares merasa kasihan pada anak anak yang kelelahan setelah belajar seharian.
Jadi sepanjang jalan, dia terus mengibaskan rambutnya ke belakang. Hingga akhirnya sampai di parkiran, Ares menghentikan kegiatannya itu. Dia melihat Cantika yang menungguunya di sana dengan bibir mengerucut. Sungguh lucu dan menggemaskan.
“Kak Ares tampan.”
“Kak Ares, aku penggemarku.”
“Semangat kak Ares.”
“Astaga, idolaku.”
Semua jeritan penggemar itu tidak dihiraukan sama sekali. Ares mencoba mengatur napasnya, kemudian melangkah pelan menuju Cantika yang menunggunya. Debaran sialann! Ares terus mengutuk dirinya dalam hati.
“Ares! Astaga! Aku pikir kau sakit lagi. Kenapa lama sekali?”
🌹🌹🌹🌹
Selama dalam perjalanan, Ares tersenyum karena Cantika tidak ingin berhenti bicara, perempuan itu mengoceh mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. Membuat hati Ares menghangat, memang inilah yang dia inginkan dan dia butuhkan. Bagaimana keramaian bibir Cantika membuatnya pusing.
“Ares, kau mendengarkanku bukan?”
“Ya, aku mendengarkan. Teruslah bicara,” ucap Ares yang sibuk mengendarai motor.
“Aku rasa sudah, ceritanya sampai di situ.”
“Kalau begitu cari cerita lain, ayo bicaa lagi.”
“Aku bingung harus bercerita tentang apa.”
Ares terdiam sejenak, dia bahkan sengaja menurunkan kecepatan motor karena ingin berlama lama bersama dengan Cantika.
“Kalau begitu kau yang bertanya padaku, apapun. Cepat tanyakan,” ucap Ares yang tidak ingin ada keheningan diantara dirinya dan juga Cantika.
“Tanya apa?”
“Apa saja.”
“Um….” Cantika berfikir sejenak. “Bagaimana hubunganmu dengan Laura?”
Dan saat itulah Ares tidak menyukainya, ternyata Cantika belum mengetahui hal ini. yang mana membuatnya memilih menaikan kecepatan, tanpa menjawab pertanyaan itu. Sampai akhirnya Cantika berspekulasi, “Maaf jika tidak sopan,” ucapnya membuat Ares gemas.
Hingga motor berhenti di luar gerbang, Cantika segera turun, dia membuka helmnya dan memandang Ares yang masih duduk di atas kuda besinya. Pria itu juga melepas helmnya dan menyimpannya di depannya.
“Maaf jika pertanyaanku membuatmu kesal.”
Bukan jawaban yang Cantika dapatkan, melainkan tarikan tangan Ares sehingga jarak mereka kini sangat dekat satu sama lain.
“Aku dan Laura tidak pernah memiliki hubungan special, kami tidak lebih dari seorang teman. Sampai aku sadar, kalau aku tidak benar benar menyukainya. Yang aku sukai itu dirimu, Centini,” ucap Ares yang kini menarik pinggang Cantika.
Hingga…. CUP. Kecupan itu terjadi, bibir mereka saling beradu.
Cantika menegang, otaknya belum bisa mencerna semua ini. matanya membulat kaget tidak percaya dengan apa yang Ares lakukan.
Sementara pria itu tersenyum ketika menjauhkan wajah mereka, sambil berkata, “Asyik gak asma.”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE