
🌹🌹Vote dulu ya ghaiss🌹🌹
🌹🌹Ajak yang lain juga buat baca novel ini.🌹🌹
🌹🌹Jangan khawatir, nanti Serial Bastian akan muncul kok.🌹🌹
“Sayang, aku berangkat,” ucap David mencium pipi istrinya kemudian berangkat sendirian.
Anak anak sudah berangkat lebih dulu, tidak ada lagi keributan seperti biasanya dengan anak anak.
Oma yang memperhatikan sambil sarapan di ujung sofa itu tertawa. “Lihat bukan, Lily, anak anakmu sangat mudah Oma beritahu. Mereka ini penurut, apalagi kalau dalam urusan menyiksa daddy mereka. Buahahahah.”
Lily tersenyum. “Oma, bisakah kita mengakhiri ini?”
“Huh?” tanya Oma mengangkat alisnya. “Mengakhiri bagaimana?”
“Ini sudah mau seminggu, dan setiap harinya David semakin pendiam. Teman temannya juga jarang datang lagi, mereka hanya mengirim beberapa makanan atau menelpon menanyakan keadaan anak anak.”
Oma menyimpan omelet nya, dia menatap Lily. “Dia mungkin belum benar benar kapok, Lila. Perlahan saja, jangan terburu buru.”
“Aku tidak terburu buru, Oma. Hanya saja beberapa hari ini dia semakin terlihat seperti zombie.”
Oma menghela napas. “Lalu apa sekarang? Kau akan memindahkan ranjangnya.”
“Tidak secepat itu, Oma. Aku paham, aku akan bicara dulu dengannya.”
“Lalu dengan bisnis kita?” Tanya Oma, dia sebenarnya sudah mulai menikmati aktivitas barunya sebagai pemilik toko bunga. Dia sedikit sedih jika harus mengakhiri.
Dan Lily paham dengan kalimat sedih Oma, maka dari itu dia berkata, “Bisnis kita akan berjalan seperti biasa, Oma. Jangan khawatir, David sudah mengizinkanku untuk melakukan apa pun. Aku rasa ini seperti hadiah karena dikurung olehnya begitu lama.”
“Oma setuju itu, apalagi jalan jalan dan melihat lihat bunga bagus sangat bagus untuk kandunganmu.”
Lily mengangguk, dia tersenyum. “Tapi mungkin aku juga akan mengurangi jam kerja.”
“Kasihan pada David?”
“Walau bagaimana pun dia sangat menyayangiku Oma.”
Oma berdecak. “Oma paham, santai saja,” ucapnya kembali memakan sarapan sambil berjalan ke dapur.
“Biar aku saja yang menyimpan piringnya, Oma.”
“Siapa bilang yang akan disimpan?” tanya Oma dengan kening berkerut. “Oma ingin memakan omelet di atas meja itu.”
“Oh astaga,” gumam Lily.
Dia membiarkan Oma berpindah tempat makan menjadi di ruang makan.
“Bagaimana dengan rutinitas kalian membuat adonan?”
Lily ingin tertawa, dia ingat bagaimana David pernah menginginkannya suatu malam, tapi dia takut mengatakannya. “Dia belum memintanya sejak itu.”
“kemajuan pesat.”
Lily tertawa. “Aku pikir mala mini boleh, Oma.”
Lily diam tidak akan mengatakan apa yang ada dalam otaknya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti biasa, David mengendarai mobilnya dengan malas. Dan saat kemacetan melanda, David menatap seorang pedagang asongan anak anak yang mencoba mengetuk pintu mobilnya.
David menurunkan kaca.
“Aksesorisnya, Pak. Untuk pacar, nanti kan malam minggu.”
David tidak tertarik dengan aksesoris di pinggiran jalan, dia terbiasa membelikan Lily barang barang mewah. Namun, melihat anak itu membuatnya merasa kasihan.
“Ada anting, ada kalung, ada juga gelang. Bapak mau? Beli tiga gratis satu.”
Dan saat melihat ke dalam box yang dimaksud, David terkejut bukan main, itu adalah aksesoris anak punk.
“Baiklah, berikan aku tiga kalung. Berapa harganya?”
“Lima puluh ribu.”
Karena kasihan, David memberikan satu lembar seratus ribu dan tidak meminta kembalian. Kebetulan juga saat itu kemacetan mulai hilang.
Saat kembali ke rumah, David terkejut melihat mobil yang sering ditumpangi istrinya dan anak anak sudah tiba. Tidak biasanya seperti ini.
Yang mana membuat David buru buru masuk.
“Daddy!” teriak Ares yang mendekat berlari kemudian memeluk kakinya.
Yang membuat David merindukan masa masa itu, dia segera mengangkat putranya dan menggendongnya. “Huaaaa, Daddy merindukanmu.”
“Ayo ke kamar. Ares punya sesuatu yang akan dikatakan.”
Dan dengan hati bahagia, David masuk. Di sana dia melihat Athena yang di bagian ruangannya sedang tertidur. “Ssssshhtttt….. Thea sedang tidur, ada apa?”
“Ares punya nama untuk calon adik nanti.”
“Benarkah?” tanya David antusias. “Siapa namanya?”
“Ares sedang menyukai power ranger.”
David terkejut. “Namanya bukan power ranger bukan?”
“No, Daddy! Power ranger itu Ares, dan Thea adalah putrinya.”
“Lalu adikmu?”
“Ini Ares, itu Athena, semuanya berawalan dari huruf A. Dan bagusnya posisi Alien belum ada.”
“What?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TBC