
🌹VOTE🌹
"Apa Oma selalu bermain game seperti ini?"
David menggeleng dengan tatapan terpaku pada banyaknya alat permainan online yang dipesan Oma menuju ke kamarnya.
Di ambang pintu, Oma bertepuk tangan riang saat benda benda itu masuk ke dalam.
"Oma….," Ucap Lily mendekat. "Oma, Lily membawakan roti untuk Oma. Ayo kita makan itu bersama."
"Nanti, Lila," ucap Oma bahkan tidak menatap Lily.
"Oma, Eta baru saja menghangatkannya, ayo kita makan sebelum dingin."
"Lila, Oma ingin mencoba game baru."
David yang kesal istrinya diabaikan segera menyahut, "Teruslah terpaku pada Gam Online sampai Oma lupa waktu, lalu Oma tidak sadar orang orang tersayang Oma menjauh. Lalu Oma mati dalam keadaan gagal Booyah. Apa yang akan Oma lakukan?"
"Cucu tengik, beraninya mendoakan Oma seperti itu."
"Aku berani karena Eta bilang Oma sampai lupa makan siang. Bukannya menegakan punggung yang ada Oma semakin bongkok. Gaun brides maid Oma akan semakin terangkat di bagia belakang, dan bagian bawah yang panjang."
"Berisik," ucap Oma ingin menjahit mulut David dalam benaknya. "Tutup mulutmu."
"Astaga," ucap David tidak percaya.
David berhenti menyahut saat Lily memberikan tatapan agar David mencari kegiatan lain. David memilih untuk membawa beberapa anggur ke apartemennya.
"Oma, bagaimana kalau kita makan roti, setelahnya melihat permainan baru Oma? Dengan begitu tenaga Oma akan terkumpul, Oma."
"Ide bagus," ucap Oma bergegas menuju ke ruang makan, dia duduk di hadapan roti kedelai yang sudah dipanaskan. "Ayo makan bersama, Lila."
"Baik, Oma."
Lily tersenyum menerima potongan roti dari Oma.
"Oma."
"Hmmmm?"
"Kapan Oma mulai suka bermain game?"
"Beberapa hari yang lalu," ucap Oma sambil mengunyah.
"Bagaimana Oma bisa suka game Online?"
Oma mengunyah semakin pelan hingga akhirnya dia menarik napas panjang, Oma mengeluarkan napasnya berat. "Setelah Oma merasa sangat kesepian, bayangkan saja di rumah sebesar ini Oma sendirian. Oma sangat kesepian, Oma merindukan kalian."
Lily tertegun melihat Oma yang terlihat sangat sedih, membuat Lily menggenggam tangan Oma pelan. "Oma, Lily akan datang ke sini setiap akhir pekan."
"Tetap saja saat malam hari Oma merasa kesepian."
Lily mencoba berpikir. "Setiap akhir pekan Lily dan David akan menginap, bagaimana? Jadi kita hanya tidak bermalam lima hari. Lagipula kan jarak dari sini ke apartemen hanya beberapa menit, Oma bisa senam bersamaku tiap hari."
Oma mengangguk senang seketika, dia tersenyum memperlihatkan giginya hingga gusi. Oma memeluk Lily seketika. "Terima kasih, Lila. Kau memang yang terbaik."
🌹🌹🌹
Lama Lily menatap bagaimana enerjik nya Oma memainkan game online 3D terbaru, Oma menggunakan stick dan melayang layangkannya seolah di sana ada manusia untuk dia pukul.
Lily yang berdiam di atas ranjang menatap tidak percaya pada apa yang dilihatnya.
Sampai Eta datang dan memberitahukan, "Nyonya Muda, makan malam sudah siap."
"Kami akan segera turun, Eta."
Kemudian tatapan Lily terpaku pada Oma.
"Oma, ayo makan malam."
"Sebentar lagi."
Oma fokus pada game nya, sampai dia berhenti ketika mendengar keluhan Lily dengan perutnya yang terasa tidak enak.
Oma melepaskan kacamata game nya. "Ada apa? Kau merasa tidak enak perut?"
"Sedikit, Oma. Hanya pegal."
"Apa yang telah kau lakukan sampai merasa seperti ini?"
Lily diam, dia menggeleng pelan.
"Apa kau makan makanan pedas?"
"Tidak, Oma."
"Apa David masih meminta jatah setiap hari?"
Lily mengangguk.
"Astaga, saat Oma mengandung dulu, gara gara itu Oma jadi kontraksi, seharusnya kau melarangnya, Lila."
"Tapi David bilang dia sudah menggunakan helm pada anak anaknya dalam mimpinya."
Seketika Oma memasang wajah speechless. "Si tengik itu," ucapnya menahan kesal. "Ayo kita makan ke bawah."
"Baik, Oma."
Oma berjalan lebih dulu, dia mendekati David dulu yang ada di mini bar. Sementara Lily membantu Eta menyiapkan dessert.
"Heh, David!"
"Astaga, Oma membuatku terkejut."
"Lila bilang perutnya merasa tidak enak, apa yang kau lakukan?"
"Ck, Oma, itu urusan pribadi. Kenapa Oma sangat sibuk mengurusi gaya orang muda?"
"Cucu bau, beraninya kau."
David tidak menghiraukan, dia tetap memilih beberapa anggur dari sana
"David, kau mengimingi Lila dengan helm?"
David berusaha menahan tawanya.
"David, helm apa?! Kenapa kau membohongi istrimu?"
"Oma berisik," ucap David yang membelakangi.
Membuat Oma kesal dan melemparkan es batu pada punggung David. "Aw, dingin."
"Helm apa?"
"Astaga, Oma berisik. Helm ojeg online, puas?" Ucap David meninggalkan Oma yang masih sangat kesal.
🌹🌹🌹
Tbc.