
🌹Votee dong ya ghaisss🌹
🌹Kalian kan sayang sama emak, jadi jangan lupa buat follow ig emak : @RedLily123 yaa meski emak jarang bales maaf yak, soalnya kan emak punya anak dua. Buka ig paling malem, mau bales juga keburu liat dede TXT, jadi emak gak bisa berpaling. Awok awok, maklum meski anak dua kan emak masih muda. Ahahaha, sukanya dede gemesh gitu.🌹
🌹Udah deh, selamat membaca.🌹
“David, waktunya kau mandi. Kita akan makan malam,” ucap Lily dari luar.
Yang mana membuat David segera meninggalkan Ares, dia mencium puncak kepala anaknya lebih dulu sebelum pergi.
“Thea tertidur, apa kita tidak perlu membangunkannya?”
“Tidak, kasihan dia.”
“Apa yang terjadi?” tanya David menyempatkan diri mendatangi istrinya dan memeluknya dari belakang sambil menciumi puncak kepalanya. Tangan David mengusap perut istrinya yang buncit, di mana di dalamnya ada calon anak mereka. “Apa dia dan Ares kembali bertengkar?”
“Bukan dengan Ares, tapi dengan teman sekelasnya.”
“Astaga, tidak biasanaya anak kita melakukan itu.”
Lily memutar badan menatap suaminya. “Mandilah, nanti aku ceritakan.”
David mengerucutkan bibirnya. “Maukah kau mandi denganku, Sayang?”
Sudah lama Lily mengabaikan David, dan dia rasa suaminya itu sudah cukup menanggung semua kejahatannya sendiri.
Maka dari itu, Lily berkata pada pelayan, “Tolong selesaikan makan malamnya.”
“Baik, Nyonya.”
Yang mana membuat senyuman David merebak. “Kita mandi bersama?”
“Bukankah ini yang kau inginkan?”
David sangat senang, dia menggandeng tangan istrinya. Satu langkah lagi kemajuan.
“Tapi aku sudah mandi, David. Jadi aku hanya akan memandikanmu saja.”
Seketika wajah David cemberut, membuat Lily menatapnya. “Aku sudah mandi.”
“Baiklah, mandikan aku. Dan ceritakan tentang Thea.”
David menatap istrinya yang menyiapkan bak mandi, rasanya sudah sangat lama dia tidak melakukan itu sejak anak anak besar. David duduk dan menatap saja. “Athena, Sayang.”
“Ya, dia bertengkar dengan murid lainnya karena mereka berebut mainan.”
“Athena tidak pernah menginginkan mainan anak lain.”
“Itu mainannya, anak itu sedikit punya gangguan jiwa.”
“Lalu kenapa sekolah di sana?” tanya David kesal. “Jika dia punya sesuatu seperti itu harusnya di sekolah khusus.”
“Apa ibunya tinggal di sini? Sekitar sini?”
“Kau mau apa? Menemuinya?”
“Tidak, akan aku utus Holland ke sana.”
“Hentikan, dia berprestasi hingga masuk ke sana. Dibalik kekurangannya ada kelebihan. Dan ibunya sudah meminta maaf, Athena juga baik baik saja. aku dengar dia akan dipindahkan.”
“Seharusnya sejak dulu, memang selalu begitu.”
“Begitu bagaimana?”
“Tidak, Sayang. Lupakanlah.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
David duduk di ranjang yang sudah dia tiduri selama seminggu terakhir ini. Membuatnya menelan ludah kasar karena harus berjauhan dengan sang istri,
Maka darinya, saat Lily masuk ke dalam kamar, David segera duduk tegak bersiap untuk bicara. “Sayang?”
“Ya?” jawab Lily sambil memakai skincare malamnya.
“Aku ingin bicara.”
“Kau sedang melakukannya.”
David menarik napas dalam. “Aku sadar aku salah, kau melakukan ini juga demi kebaikanku. Kau ingin aku hidup lebih lama bersamamu, bersama anak anak. Dan aku tidak memikirkan itu, aku terus saja berkata pada diri sendiri bahwa ini yang terakhir kalinya, dan itu terus saja terjadi. Seharusnya aku ingat bagaimana kau merawatku dengan baik. Maafkan aku, Sayang.”
Lily tersenyum di sana, dia menatap suaminya lewat pantulan cermin. “Kau juga harus minta maaf pada Oma, kau tau dia kesal padamu?”
David mengangguk. “Akan aku lakukan.”
Lily tersenyum, dia berbalik menatap suaminya. “Aku memaafkanmu. Kau harus tau perbuatan itu membuat kondisimu memburuk, aku ingin hidup lebih lama denganmu.”
Seketika David duduk bersimpuh di depan istrinya. “Aku ingin hidup lebih lama denganmu.”
“Maka jangan lakukan itu lagi, paham?” tanya Lily mengusap kepala suaminya penuh kasih sayang. “Jika aku tidak sayang padamu, aku akan mengacuhkanmu dan membiarkanmu mati dengan mudah. Kau harus tau perasaanku, rasanya hancur melihatmu meracuni diri sendiri dengan hal hal seperti itu.”
David mengangguk. “Maafkan aku, aku mencintaimu, Sayang.”
“Aku juga mencintaimu, David.”
Dan kemudian terdengar suara, “Cieeeeee…..”
Saat melihat ke arah pintu, Lily dan David kaget bukan main melihat Ares yang sedang menjilat lollipop. “Acieeeeee….”
🌹🌹🌹🌹🌹
TBC