
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹
Ares dan Athena pulang dari sekolah. Diperjalanan pulang mereka saling bercanda tawa satu sama lainnya.
Sampai Nina yang membawa mobil itu mengingat apa yang harus dikatakannya pada anak anak, untuk memberitahukan kalau hewan peliharaan mereka itu sakit dan sudah dibawa pergi.
“Tuan Ares?”
“Ada apa, Nanny?”
“Hewan peliharaan anda sakit, jadi tadi ada dokter hewan yang membawanya untuk dirawat.”
“Hewan yang mana?”
“@***** anda.”
“Oh….., Cat,” ucap Ares mengangguk angguk. “Kapan dia akan kembali?”
“Itu belum dipastikan karena dia sangat sakit.”
Ares menghela napasnya dalam, membuat Athena menepuk bahu saudaranya. Ares menengok. “What?”
“Cat akhil akhil ini menjadi jahat, dia tidak mau aku sentuh.”
“Itu karena tanganmu bau.”
“Ales jahat!” teriak Athena kesal. “Thea tidak mau bicala dengan Ales lagi.”
“Syukurlah, aku tidak perlu mendengarkanmu.”
Saat mobil sampai di rumah, Athena keluar dan berlari ingin mengadukan apa yang Ares katakan pada Mommy nya.
“Jangan berlari seperti itu, Nona Thea,” ucap Nina yang melihatnya.
Pengasuh yang lain segera menyusulnya. “Nona, berjalan dengan pelan.”
“Mommy!” teriak Athena memanggil ibunya. “Mommy?! Whele ale you?”
Tidak mendapati ibunya di sana, membuat Athena berfikir kalau ibunya ada di rumah Oma. Athena kembali keluar rumah.
“Mau kemana?” tanya Ares.
“Ke lumah Oma, menemui Mommy.”
“Oh….,” ucap Ares memilih masuk ke rumahnya.
Pengasuh itu kembali dibuat lelah oleh Athena yang terlalu aktif. “Hati hati, Nona!”
“Mommy?!” teriak Athena begitu masuk ke rumah Oma. “Mommy?!”
Tidak ada jawaban sama sekali di sana. “Mommy?!”
Sampai Athena mendengar suara mobil berhenti di halaman, itu adalah mobil yang biasa dinaiki Oma.
“Oma? Mana Mommy?” tanya Athena pada Oma yang baru saja turun.
“Thea Sayang, kemarilah,” ucap Oma menuntun Athena menuju ke dalam rumah dan mendudukan cicitnya di pangkuannya.
“Mana Mommy? Di toko bunga?”
“Mommy ada di rumah sakit.”
Oma mengangguk.
“Kenapa? Bayinya akan keluar?”
Oma kembali mengangguk.
Membuat Athena tersenyum lebar. “Bisakah Thea menemuinya?”
“Bayinya sudah keluar,” ucap Oma dengan suara yang pelan sambil mengusap rambut Athena. “Tapi dia harus pulang karena Tuhan membutuhkannya.”
“Bayinya meninggal?” tanya Athena dengan sinar di mata yang mulai meredup.
“No, no, jangan mengatakannya seperti itu. Itu memang terjadi, tapi karena Tuhan sangat menyayanginya, Tuhan belum siap melepaskan bayi lucunya.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ares mendengar kabar itu, dia diberi pengertian oleh Nina ketika terus bertanya tentang ibunya. Sambil duduk mendengarkan, Ares menghela napas dalam dan berdiri.
“Mau kemana?” tanya Nina.
“Menemui Oma, menyusul Thea.”
“Baiklah, ayo saya antar.”
“Tidak perlu, Nanny. Kau bisa beristirahat di sini,” ucap Ares keluar sendirian.
Dia berjalan lewat halaman belakang. Dan di sana Ares berpapasan dengan Athena dan pengsuhnya. Athena digendong oleh sang pengasuh dengan wajah yang tertutup rambut.
Wajah sedih Athena membuat Ares paham, anak it uterus berjalan.
“Anda mau kemana, Tuan?” tanya pelayan yang menggendong Athena.
“Menemui Oma,” jawabnya.
Dan Ares berjalan ke sana sendirian,
Karena pintu rumah terbuka, Ares berjalan begitu saja tanpa suara. Membuat Oma tidak sadar kalau ada Ares di sana, dan dia bersama Eta sedang membicarakan masalah Lily.
“@***** itu sudah disingkirkan?” tanya Oma.
“Sudah, Nyonya.”
“Astaga, ini membuatku frustasi. Kenapa @***** itu tiba tiba menyerang? Bukankah sebelumnya itu baik baik saja?”
“Dokter yang memeriksanya bilang ada yang salah dengannya, dia sakit.”
“Pastikan hewan itu tidak kembali, Lily pasti akan sedih jika melihatnya. Kita berikan saja yang lainnya untuk Ares.”
“Baik, Nyonya Besar.”
Dan setelah Oma selesai mengatakannya, tiba tiba terdengar suara tangisa. “Huaaaaaaa…….!”
Yang membuat Oma kaget, dia segera melihat siapa yang ada di balik sekat.
“Ares Sayang.”
“Huaaaaa….. Ares jahat ya, Oma? Huaaa….. Ares jahat ya?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE