Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : David yang sial



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Terus follow juga igeh emak ya anak anak kesayangan emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


Malam ini, anak anak tidur di rumah baru Oma. Jadi, David bisa leluasa berduaan dengan sang istri sambil mengelus ngelus perutnya. David tidak sabaran menanti anak ketiga mereka. Meskipun dia masih merasa pusing dengan kedua anak kembarnya, David senang masa tuanya bisa dikelilingi anak anak yang lucu.


Dan dia masih berniat membuat banyak anak dengan sang istri.


Sambil berbaring di belakang istrinya, David memeluk dengan halus dan usapan lembut.


“Sayang…..”


“Oh iya, bagaimana dengan Luke?”


“Aku pikir aku akan pergi dengan Sebastian dan istrinya.”


Lily mengerucutkan bibirnya, dia merasa bersalah tidak bisa ikut. Kehamilannya yang membuatnya cepat lelah. Bahkan saat bekerja di toko bunga pun, Lily lebih banyak diam di kantor daripada melayani pembeli dan berkecimpung langsung memperhatikan bunga bunga miliknya.


“Maaf aku tidak bisa menemanimu.”


“Tidak apa apa, Sayang. Aku memang tidak akan mengajakmu.”


Lily berdecak, dia tidak mungkin melarang suaminya pergi mengingat ketiga persahabatan itu tidak bisa dipisahkan.


“Tapi…. Kenapa tidak menggunakan pesawat sendiri, David?”


“Hemat bahan bakar, Sayang. Lagipula Sebastian hanya pergi bersama istrinya.”


“Nah… kau bisa menjadi obat nyamuk, David.”


David mengerutkan keningnya. “Tapi di pesawat tidak ada nyamuk, Sayang.”


“Astaga, David. Maksudku nanti kau akan mengganggu mereka berdua. Kau ingat bagaimana aku dan dirimu saat masih berbulan madu.”


David tertawa lepas, kini dia paham apa yang dimaksud sang istri. “Oh, kami akan berada di kabin yang berbeda.”


“Tetap saja itu mungkin mengganggu mereka.”


“Tidak usah khawatir, Sayang. Aku menumpang bukan berarti miskin, aku hanya ingin menghemat biaya. Dan membantu istri Sebastian.”


“Bantuan macam apa?” tanya Lily.


“Jika aku di sana, Sebastian tidak akan macam macam. Ahahaha.”


“Astaga,” gumam Lily memutar bola matanya.


Perlahan, David melentangkan posisi Lily supaya dirinya bisa menciumnya.


Dan tidak ada penolakan, membuat David mengatakan, “Bisakah aku mengunjungi anak kita? Aku akan merindukanmu jika aku pergi ke Swiss.”


Dan Lily mengangguk tanpa ragu.


Namun saat bibir mereka saling bertautan, terdengar ketukan.


“Mommy! Daddy! Tolong celitakan dulu dongeng!” teriak Athena dari luar sana.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini David tidak bekerja, dia ingin beristirahat sejenak di rumah. Sayangnya, waktunya tidak tepat karena Lily dan Oma harus menemui beberapa petani bunga, sedangkan anak anaknya pergi ke sekolah.


Alhasil, David sendirian di rumah yang besar ini. Hanya ada penjaga yang tidak dia kenal. Sisa pekerjaannya dia serahkan kepada Holland. Mungkin itu sebabnya sebagian dari mereka mengira Holland pemilik perusahaan. Selain sering mewakili segala hal, Holland memang memiliki vibe seorang CEO yang membuat David tidak bisa membantahnya.


“Aku akan segera pulang setelah menemui mereka.”


“Baiklah, tapi jangan terburu buru. Aku baik baik saja,” ucap David pada sang istri yang mengkhawatirkannya.


“Lila! Cepat!” teriak Oma dari dalam mobil.


Lily menengok ke sana. “Aku berangkat dulu.”


“Bisa aku mendapatkan ciuman?”


Lily tersenyum malu malu, dan…. CUP. David mendapatkannya.


“Bisa aku mendapatkannya satu kali lagi?”


“Oma sudah menungguku.”


“Ayolah.”


“Lila!”


“Dengar?”


“David! Jangan buat Oma membawa Lila ke salon nanti!”


“Oke kau boleh pergi.”


David mengerucutkan bibirnya saat melambaikan tangan. Setelah mobil hilang, David berjalan menuju rumah baru Oma. Di sana hanya ada pembantu yang sedang bersih bersih, Eta seperti biasa ikut dengan Oma dan Lily.


David masuk ke kamar Oma, keningnya berkerut kemudian dia bergumam, “Apa ini kasur kapuk?”


Oma memang tidak bisa dipisahkan dari kasur kapuk, yang membuat David menggeleng. “Kenapa Oma kuno?”


Kemudian David berbaring di sana. “Tapi lumayan nyaman juga sih.”


David berbaring di sana sendirian. Dan saat David mulai memejamkan matanya, dia tidak sadar ada kucing liar yang masuk lewat jendela kemudian naik ke atas ranjang.


Beberapa menit terlewati sampai David mencium sesuatu yang aneh. Dia membuka matanya dan terkejut dengan sesuatu yang ada di depannya. “Apakah itu…… SHIIIIITTT!”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE