Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Perihal Kasur



🌹Jangan lupa kasih vote sebelum membaca ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Jangan lupa juga follow igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Emak sayang kalian, selamat membaca yak.🌹


David berdehem, dia segera bangkit dan mencoba tenang dengan kotoran kucing yang ada di kasur Oma. Mungkin itu alasan Oma tidak membuka jendela sebelumnya, ada kucing liar di sekitar sini.


David menarik napas dalam, tapi dia malah mencium bau amis. “Aduh bau,” gumamnya menutup hidung.


David segera keluar dari kamar Oma untuk mencari pembantu, namun tiba tiba saja orang orang itu pergi. Saat melihat keluar, David melihat orang orang itu hendak menaiki mobil. 


“Kalian mau kemana?” tanya David dari teras rumah.


“Apa anda perlu sesuatu, Tuan?” tanya salah satu pelayan di sana.


“Iya, jawab pertanyaanku. Kalian mau kemana?”


“Kami hendak membeli sayuran, Nyonya Lily dan Nyonya Besar memintanya.”


David menatap jam di tangannya, sepertinya mereka akan segera pulang. “Apa mereka meminta kalian untuk memasak sesuatu?”


Pelayan itu mengangguk. “Iya, Tuan. Apa ada yang bisa kami lakukan untuk anda?”


“Tidak, berangkat saja,” ucap David, dia tidak bisa membuat istrinya kecewa dengan pulang dan belum ada makanan yang dia pesan.


David kembali ke kamar Oma. “Mungkin jika spreinya dibawa, itu tidak akan bau,” ucapnya sambil mencoba membuka sprei.


David menggulungnya kemudian berlari membawanya keluar untuk dimasukan ke dalam tempat sampah.


David bahkan mual dengan baunya.


“Sudah selesai,” ucap david kemudian kembali masuk ke dalam kamar Oma.


Namun saat mencium kembali kasur itu, David merasa mual. “Hoekkk! Bau!” teriaknya frustasi.


David bingung harus melakukan apa, apalagi dia tahu itu kasur kapuk kesayangan Oma yang didapatkannya dari suaminya dulu. Meskipun lepek dan jelek, Oma sangat menyayanginya.


“Apa yang harus aku lakukan?” gumam David.


“Haruskah aku mencucinya?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Oma terlihat senang karena dia berhasil membujuk petani bunga untuk menjadi pemasok di toko mereka. Kini mereka berdua dalam perjalanan pulang karena David ada di rumah dan Lily ingin menghabiskan waktu bersama suaminya.


“Oma, bagaimana kalau kita membeli ice cream?? Mumpung anak anak belum pulang.”


“Jika kau menginginkannya maka belilah.”


Nina yang menyetir itu berhenti di depan swalayan. “Ada lagi yang ingin anda beli, Nyonya?”


“Belikan aku kuaci,” ucap Oma.


“Baik, Nyonya Besar.”


“Kuaci?” tanya Lily heran.


Oma mengangguk. “Kalian pasti akan berduaan, jadi Oma butuh kuaci untuk menonton film india sendirian.”


Lily tertawa dan memeluk Oma dari samping. “Aku akan menemani Oma menonton.”


“Jika David di rumah, kau selalu berada di kamar.”


Dan Lily tidak bisa membantah kalimat itu, karena itu memanglah kenyataannya. Setelah membeli beberapa makanan, mereka melanjutkan perjalanan pulang.


Mobil berhenti di rumah Oma, Lily juga turun di situ karena akan menemani Oma.


“Oma sudah memilih filmya?”


“Tentu sudah, coba kau pasangkan flash disk nya.”


Saat masuk, di sana sudah ada pelayan yang menyambut dan membantu mereka.


Sambil mengecek flashdisk, Lily berkata, “Aku akan menyusul David dulu di rumah.”


Yang membuat seorang pelayan menyahut, “Tuan David ada di belakang, Nyonya.”


“Benarkah? Apa yang sedang dia lakukan?”


“Kami tidak diizinkan ke sana.”


Kalimat itu membuat Oma penasaran dan curiga. Tanpa berkata apa apa lagi, Oma melangkah menuju halaman belakang untuk melihat apa yang David lakukan.


Dan alangkah terkejutnya Oma melihat David yang sedang mencuci kasur kapuk miliknya.


“David!”


BUK!


Oma seketika memukul punggung David. “Apa yang kau lakukan, Cucu Tengik?”


David yang sedang berjongkok sambil memegang selang air dan sikat itu menjawab dengan santai, “Aku sedang mencuci kasur kapuk milik Oma.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE