Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


“Ares….., apa yang kau lakukan?” tanya Cantika kaget.


“Aku bilang aku menyukaimu, kita pacaran ya?”


Cantika yang masih menegang itu menunduk, masih bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan situasi ini. Dia menelan ludahnya kasar dan tidak bisa mendeskripsikan perasaannya, dia tidak tahu harus melakukan apa saat ini. 


“Ca…, kau mau ‘kan? Menjadi pacarku?”


“Huh…? Kau tidak serius kan?”


“Kau pikir aku berbohong? Tentu tidak, aku benar benar ingin dirimu menjadi pacarku.”


“Laura bilang, kalau kau ad⸻”


“Berhenti membicarakan orang itu, kami tidak ada hubungan apapun. Kau mau ‘kan?”


Cantika masih diam, sibuk menjelaskan perasaannya.


“Ya, awalnya aku pikir aku menyukainya. Tapi ternyata aku lebih suka menghabiskan waktu bersamamu daripada dengannya. Aku lebih banyak mengkhawatirkan dirimu daripada tetanggamu itu, kau mau ‘kan aku berkontribusi lebih banyak dalam hidupmu?”


Keterdiaman Cantika membuat jantung Ares berdetak kencang, dia terlalu takut menerima kenyataan kalau dia ditolak. Apalagi Cantika enggan mengadukan pandangan mereka, Ares benar benar setakut ini.


“Kau mau ‘kan?”


“Berikan aku waktu ya, aku perlu mencerna semua ini.”


“Kau mulas?”


“Pikiranku yang mencerna, Ares.”


“Baiklah,” ucap Ares dengan bahu yang terasa lemas. “Tapi aku tidak menerima penolakan, aku hanya menerima kata iya darimu. Dan batasnya sampai besok jam 12 malam.”


“A⸻apa? Kau tidak bisa menentukannya sendiri.”


“Aku bisa, karena aku cinta pertamamu,” ucap Ares kembali memberikan kecupan di pipi Cantika.


Membuat perempuan itu tersipu malu, dan hal itu membuat Ares berfikir positive, Cantika masih tersipu karena perbuatannya. Bahkan saat Ares mengusak pemilik rambut sebahu itu, Cantika tersipu malu.


“Astaga menggemaskan, besok aku jemput oke?”


“Oh, tidak perlu. Besok aku ada janji sarapan dengan kakek di luar.”


“Kalau begitu aku akan ikut sarapan dengan kalian di luar,” ucapnya dengan penuh percaya diri.


Sampai akhirnya Ares memakai kembali hem.


“Um, ini helmnya,” ucap Cantika.


“Tidak perlu, itu kini milikmu. Kau jadi penumpang tetap jok belakangku. Sampai jumpa dengan jawaban iya di besok hari, Cantik,” ucapnya menggoda sebelum akhirnya mengendarai motor itu pergi, meninggalkan Cantika yang tersipu malu sendirian di sana.


🌹🌹🌹🌹🌹


“Tidak apa, Cantika, kau bisa mengatakan iya sekarang juga,” ucapnya mengambil ponselnya untuk menghubungi Ares.


Dan kagetnya Cantika saat di sana dia mendapati banyak pesan dari Ares yang berisikan;


Bagaimana dengan jawabannya? Kau akan menyesal jika menolak pria paling tampan itu.


Jangan lupakan kalau dia adalah cinta pertamamu.


Bayangkan bagaimana ketampanannya, itu akan membuatmu semakin bersemangat setiap harinya.


Ayolah, Centini, aku sangat menyukaimu. 


Aku ingin mengubah ucapanku, terakhir jawabannya besok hari pulang sekolah.


Supaya kita langsung berkencan, heheh.


Bisakah kau mengangkat telponku?


Dan ternyata, di sana ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Ares.


“Dia benar benar menyukaiku ya?” gumam perempuan berambut sebahu itu.


Sampai… “Cantika, ada Laura di depan!” teriak sang Nenek.


Yang mana membuat Cantika menghela napasnya dan keluar dahulu untuk melihat Laura. Wanita itu sudah menunggu di depan pintu, sepertinya enggan masuk ke dalam.


“Ada apa?”


“Lihat ini,” ucap Laura memperlihatkan foto Ares dan Cantika yang sedang berciuman tadi.


Mata Cantika membulat.


“Kau kaget? Bayangkan jika aku menyebar foto ini, dan anak anak satu sekolah akan membencimu.”


“Apa yang kau inginkan?”


“Sudah jelas, aku ingin Ares. Tinggalkan dia, atau satu sekolah akan menertawakanmu.”


Cantika memejamkan matanya sesaat sebelum membalas tatapan Laura. 


“Kenapa?”  tanya laura. “Kau takut?”


“Aku khawatir, mereka akan iri padakku. Dengar, Laura, aku tau kau hanya mengincar harta Ares saja, dan Ares tidak bahagia denganmu.”


“Apa? Kau menyombongkan diri? Ingin aku sebarr foto ini?”


“Sebar saja jika itu membuatmu lebih baik. Dengar, Laura. Tidak baik memaksakan kehendak.”


“Ares milikku.”


“Kalau begitu kau harus hargai dia. Dan maaf, ancamanmu ini tidak akan merubah pemikiranku tentang Ares, selamat malam,” ucap Cantika menutup pintu setelah melambaikan tangan.


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE