
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹Igeh EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
“Akhir pekan nanti, bisakah kau datang ke rumahku?” tanya Ares sambil mendorong troli. Kini mereka sedang berada di mall untuk memilih bahan cookies.
“Aku tidak tahu, bisa saja Nenek meminta bantuanku,” ucap Cantika sambil menyedot minumannya, dia melihat lihat sekeliling untuk mengambil bahan terbaik untuk cookies nya nanti. “Akan aku usahakan.”
“Centini, kau harus membantuku. Aku tidak mau kau tiba tiba saja membatalkannya, itu tidak sopan.”
“Maka dari itu aku tidak bisa berjanji, Ares yang tampan.”
Ares berdehem, dan seperti kebiasannya saat ada yang memanggilnya tampan maka dia akan mengibaskan tangannya mengusap rambut ke belakang. “Bilang pada Nenek untuk jangan meminta bantuan akhir pekan nanti, akan aku sogok dia. Nenek suka apa?”
“Nenek suka pria tampan.”
Ares terkekeh dan kembali mengguyar rambutnya. “Aku tidak bercanda, Centini. Kau ingin aku menemani Nenekmu?”
“Nenek suka botol tampan, seperti itu,” tunjuk Cantika pada botol teh yang dimana di sana ada foto idol korea.
“Tunggu, Nenekmu seorang fangirl?”
“Ya, Nenek suka hal hal berbau Korea. Kau bisa menyogoknya dengan orang orang tampan itu.”
“Apa melihatku saja Nenek tidak cukup? Aku tidak cukup tampan?”
“Bukan begitu,” ucap Cantika dengan segera. “Nenek suka pusing jika melihat seseorang yang terlalu tampan, jadi dia tidak bisa melihatmu. Kau jauh diatas mereka.”
“Oh begitulah,” ucap Ares tersenyum manis.
Yang mana membuat Cantika tersennyum melihat Ares yang sangat tampan. “Wah…., tampannya.”
“Melihatku tidak akan membuatmu kenyang, ayo pilih bahannya.”
Saat keduanya sedang memilih barang barang, Ares mengerutkan keningnya melihat di lantai pertama ada seseorang yang dikenalnya. Pria itu mendekat ke arah makanan juga.
“Pilih dulu.”
“Kau mau kemana?”
“Sebentar, kau akan melihat wajah tampan ini lagi.”
Ares melangkah menemui David. “Dad?”
David membalikan matanya kaget. “Kau? Daddy pikir ada anak aneh memanggilku Daddy.”
“Apa yang Daddy lakukan di sini?”
“Menabung, kau pikir apa yang dilakukan orang di sini, Son?”
“Daddy datang sendirian?”
David terkekeh, dia menunjuk seseorang dengan tatapannya. Di sana ada sekretarisnya sedang membeli satu kotak….. “Kond🌹m?”
“Hanya sebatas formalitas, kau akan tetap mendapatkan adik, Son.”
🌹🌹🌹🌹
Keduanya Cantika tengah duduk sambil memakan burger. Ares yang selesai memesan menu lainnya duduk di hadapan Cantika dengan menyimpan nampan tersebut.
“Ini.”
“Wah, terima kasih, kau sangat baik.”
“Dan?”
“Dan…..,” ucap Ares sambil menatap wajahnya di cermin ponsel.
“Dan tampan.”
Ares menyibakan rambutnya ke belakang, sepertinya Cantika sudah hafal betul setiap gerak gerik Ares bahkan dalam perkataannya.
Saat hendak makan, Ares mendapatkan telpon dari Mommy nya.
“Sebentar, aku akan mengangkat telpon dulu.”
Cantika mengangguk dan membiarkan Ares pergi.
“Hallo, Mom?”
“Ekhem.”
“Mommy kenapa?”
“Ekhem.”
“Mom? Apa perlu aku berikan obat batuk? Mommy sakit ya?”
“Hish, Apa yang sedang kau lakukan, Ares Sayang?”
“Eum… di mall?”
“Bersama Cantika?”
“Bagaimana Mommy tahu?”
“Daddy mu memberitahu. Kalian sedang kencan? Jika kencan, bawalah ke rumah, jangan kelayapan di luar rumah.”
Ares terdiam seketika, ternyata ini ulah Daddy nya. “Mom, kita akan bicara lagi nanti.”
Ares mematikan telpon dan kembali ke meja, dia melihat Cantika yang terpana dengan akuarium tabung di sampingnya. Dimana itu menampilkan ikan hias yang besar sampai yang kecil.
“Woaaahhh, wuihhhh, wooooo bagus sekali, cantik,” begitulah bibir Cantika mengeluarkan kekagumannya.
Ares duduk di sana dengan wajah tidak percaya. “Bagaimana kau bisa berfikir positive saat melihat ikan ikan itu?”
Cantika kebingungan. “Memangnya apa yang kau pikirkan? Bukankah mereka cantik dan bagus?”
“Wah… aku suka fikiranmu.”
“Bagaimana dengan fikiranmu saat melihat ikan ikan itu memangnya?” tanya Cantika penasaran.
“Ah, yang itu,” tunjuk Ares pada ikan besar panjang. “Sepertinya enak jika dikukus. Dan ikan kecil itu, pasti enak jika diacar. Tidakah kau memikirkan bagaimana enaknya ikan itu jika digoreng kering? Krauk krauk, seperti itu.”
🌹🌹🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE