Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Sindrom



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA YA KESAYANGAN.🌹


“Mommy, kita serius akan ke Swiss?”


“Iya, kita akan merayakan paskah di sana,” jawab Lily yang sedang berkemas, dia tidak sabar bertemu dengan teman temannya yang lain. Sebelum bayinya lahir dan juga membuatnya sibuk kembali, Lily rasa ini adalah waktu yang sangat tepat untuk bisa bertemu mereka dan menghabiskan waktu bersama sama. “Kau mmerindukan Uncle Bas mu?”


“Kami jarang berbicara akhir akhir ini, apa dia sudah tua?”


“Heh.”


Ares melah tertawa sambil berguling guling di atas ranjang, Ares tipikal orang yang santai, dia tidak masalah bertemu dengan siapa saja nantinya. Hanya main yang ada dalam pikirannya. “Katanya anak Uncle Bas itu perempuan ya?”


“Heh, kau mau apa?”


“Kalau dia seperti Cantika, aku akan menyukainya.”


“Kau benar benar menyukai Cantika?”


“Mommy aku tidak menyukainya, aku hanya menghargainya sebagai penggemarku.”


“Astaga, sudah sana ikut bermain bersama Thea dan Oma.”


“Malas,” ucap Ares yang menguap dan berguling di atas karpet ke sana kemari mencari kenyamanan. Sampai dia melihat perut ibunya yang mengembung, membuat tangan Ares terangkat dan menyentuhnya. “Uh… keras.”


“Dia sering bergerak, ingin merasakannya?”


“No, itu menakutkan,” gumam Ares yang memilih untuk menarik tangannya kembali.


“Hei ayolah, ini akan sangat menyenangkan. Kemari dan pegang perut Mommy.”


“No, tidak mau,” ucap Ares malah berlari.


Lily tersenyum melihatnya, Ares memang sedikit sensitive jika membahas tentang bayi, apalagi tau jika calon adiknya itu laki laki. Sedikit tersaingi sepertinya, tapi janji Lily dia tidak akan pernah membeda-bedakan kasih sayang kepada anak anaknya.


Sementara itu, Ares melangkah menuju rumah Oma, dia ingin ikut bermain dengan dua orang itu. Ternyata mereka sedang memasak, membuat Ares tersenyum lebar. “Wahh……, Ares mau.”


“Omaaa! Ales datang! Bagaimana ini?!” teriak Athena histeris.


Yang mana membuat Ares mendengus dan masuk tanpa menghiraukan Athena yang menyuruhnya untuk pergi. “Sana pelgi, jangan ganggu. Tadi kau melebut Mommy, jangan Oma lagi.”


“Aku rindu Oma, bukan dirimu,” ucap Ares melangkah menemui Oma yang ada di gudang makanan di belakang. “Oma?”


“Eh ayam ayam!” teriak Oma latah, dia menengok dan mendapati anak kecil yang tersenyum tanpa dosa. “Jangan mengagetkan Oma seperti itu.”


“Hehehe, Oma sudah lama tidak jalan jalan bersama Ares, ayo kita keluar.”


“Mau apa?”


“Mau beli hadiah untuk anak anak Uncle Sebastian dan Uncle Luke.”


“Hadiah apa?”


“Entah, ayo kita ke mall,” ucap Ares memajukan bibirnya sambil memohon.


“Apa yang akan kau beli? Oma dengar, anaknya Luke sangat suka membaca.”


“Maka dari itu ayo kita beli kamus saja untuknya.”


Membuat Ares berfikir sejenak sebelum berkata, “Kamus bahasa Spanyol terjemahan Bahasa Jawa.”


“Heh! Jangan mengadi-ngadi!”


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam telah tiba, setelah berkeliling mall akhirnya Ares kembali bersama Oma. Dia berjalan sambil sesekali melompat lompat, tangannya menggenggam tangan Oma. Matanya sesekali menatap Oma dan tertawa, yah Quality time bersama cucu nakalnya tidak buruk juga, begitu batin Oma berkata.


“Mommy! Ares pulang.”


“Akhirnya kalian pulang,” ucap David yang sedang duduk menemanis istrinya yang sedang memasak. “Athena marah karena kalian tidak mengajaknya.”


“Tapikan Ares tidak kebagian Oma beberapa hari terakhir ini.”


“Sudah sudah, Oma membelikan sesuatu untuknya,” ucap Oma. “Biar Oma yang menemuinya.”


“No, Ares saja.”


Seketika Oma dan David menatap Ares sambil menggeleng. “Jangan coba coba,” ucap keduanya memberikan peringatan.


Yang mana malah membuat Ares tersenyum. “Ares janji tidak akan mengganggunya, hanya akan memberikan hadiah. Tenang saja,” ucap Ares berlari lebih dulu menaiki tangga


“Panggil dia untuk makan malam juga.”


“Oke, Mommy!” teriak Ares sebelum hilang dibalik pintu kamar Athena. Dia mendapati adiknya sedang bermain boneka dan memebelakanginya. “Hei, Theodore.”


“Kau menyebalkan.”


“Ayolaaaahhh, aku hanya meminjam Oma. Besok aku latihat karate jadi tidak bisa bersama Oma lagi. Ini untukmu,” ucap Ares mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


Membuat Athena melirik, itu adalah sebuah jepit


“Mau aku pakaiakan?”


Athena tetap diam, dan Ares dengan sendirinya mengambil kembali jepit itu untuk dipakaikan di rambut Athena. “Kemarilah kau,” ucap Ares menarik kepala Athena untuk ditempelkan jepit.


“Aduh sakit!”


“Nah sudah.”


Athena mendumal kesal, dia menatap dirinya di cermin. “Jangan lakukan itu lagi, Ales,” ucapnya memperbaiki letak jepit.


“Oh ya.. bagaimana dengan Daddy? Dia menemukan kontak Centini? Dimana dia?”


“Kau lindu padanya bukan? kau menyukainya?”


“Hahahaahha.” Ares tertawa hambar. “Ini bukanlah rasa rindu, ini hanya syndrome psychosensory hysteria teliosis. Centini membuatku merasakan syndrome aneh itu, jadi aku harus menemukannya.”


“Ta… tapi itu sama saja.”


Ares kaget. “Bagaimana kau tau?”


“Aku baca buku.”


Oh tidak, Ares melupakan kalau Athena ini lebih pintar daripada dirinya.


🌹🌹🌹🌹


Ada yang tau syndrome psychosensory hysteria teliosis itu apa? Itu adalah nama ilmiah dari rindu ya gais, si Ares ini jaim.