
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Setelah keluar dari kamar mandi, Ares memegang perutnya. “Sepertinya aku sakit.”
“Astaga, kau sakit. Ayo ke UkS untuk beritirahat.”
“Tapi aku harus belajar.”
“Mari periksa dirimu dulu, ayok.”
Ares digendong oleh guru terebut, membuatnya tersenyum dalam pangkuan.
Dia dibawa ke UKS untuk dilakukan pemeriksaan. Karena Ares tidak mau kembali ke kelas, dia bilang saja kalau dirinya sakit perut.
Membuat dokter di sana mengerutkan keningnya, “Kau yakin sakit perut, Nak? Kau tidak kelihatan kesakitan.”
Ares berdecak, “Bu dokter, yang merasakan sakit itu aku sendiri. Bagaimana bisa dokter merasakannya? Ini perutku bukan? Aku yang mulas, aneh rasanya jika dokter ikut merasakan sakit.”
“Oh baiklah, berbaringlah di sana setelah minum obat ini.”
“Baik.”
Ares membaringkan tubuhnya di sana dengan senyuman sambil menutup mata. “Ini alasan Daddy suka UKS saat sekolah?”
“Dokter akan mengobati anak yang jatuh, jika ada apa apa beritahu asisten dokter di ruangan itu.”
“Baik.”
Dan sedang asyik berbaring selama beberapa menit, bahkan hampir terlelap, tirai tiba tiba dibuka.
“Apa kau benal benal sakit?”
“Thea, jangan buat aku membuka mata. Aku sakit perut, pergilah.”
Athena memajukan bibirnya. “Aku hanya ingin membelimu pudding.”
“Aku tidak punya uang.”
“Aku yang membelikannya padamu,” ucap Athena kesal karena Ares yang mempermainkannya
Dia meninggalkan puddingnya di sana sambil keluar. “Ales menyebalkan!”
🌹🌹🌹🌹🌹
Ares dan Athena pulang ke rumah dengan wajah yang saling memalingkan diri, mereka masih saling marah. Athena marah karena Ares telah mempermalukannya dan membuatnya kesal, sedangkan Ares kesal karena dirinya tidak mendapat nilai bagus.
“Lain kali, keljakan sendili pl mu supaya tidak membuat Thea kesulitan.”
Athena terdiam seketika, dia menatap Ares yang berdiri di sampingnya dengan mata berair.
“Thea…. Bukan begitu maksudku.”
“Ales jahat!” teriak Athena dan masuk ke kamarnya.
BRUK! Kamar itu tertutup dengan sangat kencang, yang mana membuat Ares dan pengasuhnya kaget di sana.
“Theaaa!” teriak Ares sambil bercanda dan mencoba masuk, tapi ternyata Athena menguncinya dari dalam. “Thea, buka dulu pintunya.”
“Ales menyebalkan! Thea tidak mau belmain dengan Ales lagi!”
Ares kemudian mengangkat pandangannya menatap pengasuhnya yang juga kebingungan. “Nona, baagaimana kalau kita membuat Ice Cream?”
“Tidak mau, aku mau tidul.”
Kemudian pengasuh itu menatap Ares. “Mungkin kita harus memberi Nona muda waktu sebentar, Tuan.”
“Dimana Mommy? Mommy!” teriak Ares yang hendak meminta bantuan ibunya.
“Mommy anda sedang keluar.”
“Bersama siapa? Ke toko?”
“Mungkin, bersama Oma juga pergi.”
Ares terdiam, dia masuk ke dalam kamarnya dan memikirkan bagaimana cara membuat Athena berhenti kesal padanya.
“Ah, haruskah aku mulai mengerjakan pr sendiri? Tapi gotong royong itu lebih baik, Daddy yang bilang.”
Kemudian Ares berputar putar di kasurnya memikirkan apa yang telah dilakukannya. “Tapi aku tidak salah, Thea mendapatkan kudaan malamku.”
Sampai dia mendapatkan ide, Ares membawa buku gambarnya. Dia menggambar elsa kesukaan Athena dan membuatnya sedang menginjak power rangers kesukaannya.
Hanya dalam waktu singkat, Ares selesai dengan gambarnya. Dia kemudian menyelipkannya ke bawah pintu kamar Athena. “Lihatlah itu, aku bersalah. Aku minta maaf.”
Ares menunggu di sana selama beberapa saat, sampai Athena keluar dan memegang gambarnya. “Thea mau belmain belsama Ales lagi.”
Ares tersenyum. “Gambarku bagus bukan? Aku seperti Leonardo DiCaprio selanjutnya.”
“Leonaldo DiCaplio?”
“Ya, pelukis terkenal itu.”
“Itu Leonaldo Da Vinci.”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE