
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA🌹
Athena menunggu Ares di dalam mobil bersama Nina. Dia sesekali mengupi merasa bosan.
Dan Nina yang melihat itu langsung menyodorkan tissue basah.
"Pakai ini, Nona."
"Oh!" ucap Athena terkejut dia telah didapati sedang mengupil oleh Nina. "Ales seling melalukannya, jadi Thea tidak sadal mengikuti."
"Tidak apa, kotoran memang harus dikeluarkan di tempat yang tepat."
Athena menatap keluar jendela mobil. "Kenapa anak laki laki belum kelual?"
"Apa Tuan Ares membawa kelas tambahan?" tanya Nina.
Yang mana membuat Athena menggeleng. "Aku lasa tidak."
Sampai akhirnya anak laki laki yang memiliki wajah blasteran itu keluar dari gedung dengan gerombolan anak laki laki lain dan juga diantarkan oleh guru mereka.
Nina keluar untuk menjemput kedatangannya dan mempersilahkannya masuk mobil.
"Apa kau dihukum lagi? Kau menculi mangga?"
"Aku ditawari untuk masuk klub sepak bola."
"Kau suka bukan?"
"Ya, tapi jika serius itu tidak menyenangkan."
"Hah?" tanya Athena tidak paham.
"Itu menyita waktu, untuk mengganggumu bermain."
"Ish!" Athena kesal dan mendorong Ares untuk menjauh.
"Jadi, apa yang terjadi hari ini?"
"Bisakah kita membicarakannya sambil makan roti, Nanny?" tanya Ares.
"Ingin makan roti?"
"Ya, aku yang akan bayar."
"Wah itu sangat menyenangkan," ucap Nina sang pengasuh sekaligus penjaga mereka.
Berbeda dengan Athena yang mengerutkan keningnya. "Kau punya uang?"
"Tentu saja punya, anak siapa aku?"
"Anak manusia?"
"Astaga," gumam Ares.
Sesuai keinginan Ares, mereka berhenti di kedai roti. Ares dan Athena menyebutkan apa yang mereka inginkan dahulu.
"Baik, tunggulah di sana. Nanti Nanny akan bawakan makanannya."
Ares otomatis menautkan tangannya dengan Athena. "Agar kau tidak hilang," ucapnya kemudian melangkah ke meja yang kosong di dekat jendela.
Di pinggir mereka, ada juga wanita tua yang sedang menunggu pesanan. Dia melihat Ares dan Athena bergantian. "Kalian kembar?"
"Tapi kalian tidak mirip, apa ibu kalian berbeda?"
Athena menjawab lagi. "Memang sepelti ini."
"Kenapa kalian tidak mirip?"
Sebelum Athena menjawab, Ares lebih dulu berkata pada adiknya, "Dia tidak tahu konsep manusia kembar, ayo kita lihat telletubies saja di tablet."
🌹🌹🌹
Karena Oma ingin pergi mendaki dan berhasil meyakinkan Lily, kini giliran Lily meyakinkan David.
Bersamaan dengan itu, Lily juga sadar kalau dirinya sudah lama tidak bermesraan dengan David.
Lily sedikit gugup mengingat itu sudah cukup lama, bahkan memikirkannya saja membuat pipi Lily memerah malu.
Dia memegang pipinya yang terasa panas dan menggeleng. "Astaga, apa yang harus aku lakukan? Padahal ini bukan pertama kalinya."
Karena itulah Lily yang sedang memilih gaun malam itu segera meminta bantuan dengan menelpon Nana.
Tidak menunggu lama, akhirnya istri dari Sebastian itu mengangkat panggilannya.
"Hallo, Nana?"
"Iya?"
"Apa kau sedang sibuk?"
"Jika sibuk aku tidak akan mengangkat telponmu."
"Astaga," gumam Lily yang mulai terbiasa dengan sikap Nana yang memang savage seperti ini. "Aku ingin bertanya."
"Aku akan menjawab."
"Apa kau pernah sudah lama tidak melakukan hubungan dengan suami kemudian mulai merasa malu lagi? Seperti gugup?"
"Tidak, aku masih melakukannya setidaknya dua hari sekali."
"Nana aku tidak bertanya tentangmu."
"Aku memberitahumu aku tidak pernah merasa gugup karena tidak melakukannya untuk waktu lama."
"Kau punya saran?"
"Jika kau meminta duluan?"
"Ya," jawab Lily. "Tapi aku malu jika harus menggunakan kata kata, aku selalu merasa gugup."
Nana terdiam beberapa saat di sana.
"Nana? Apa kau masih di sana?"
"Ya."
"Bagaimana caranya? Agar tanpa kata kata?"
"Pegang kuat saja pusakanya, nanti berdiri sendiri. Lalu pilihan apa yang bisa dilakukan suamimu?"
🌹🌹🌹
TBC