
🌹🌹Vote dong gahis🌹🌹
🌹🌹Ajak yang lain yak supaya baca ini oke?🌹🌹
🌹🌹Terus follow ige emak : @REdLily123🌹🌹
Suara dering telpon mengganggu tidur David yang telah bergadang semalam. Dia berdecak dalam balutan selimut dan berulang kali menutup speaker ponselnya dengan bantal. Namun dering itu tidak berhenti berbunyi. Membuatnya terpaksa mengangkatnya.
“Hallo?” david mengatakan dengan malas. “Siapa ini?”
“Ini Oma! Apa kau belum bangun, huh?”
“Oma?” tanya David membuka matanya, dia mlihat jam. Biasanya pada jam segini Oma masih terelap. “Kenapa Oma menelpon? Uang bulanan sudah aku transfer bukan?”
“Dasar penuduh, kau pikir Oma menelponmu akan meminta uang?”
“Oma yang mengatakannya sendiri, bukan aku.”
Di sana Oma mendumal tidak jelas, membuat David memilih memejamkan matanya mencari aman.
“Sebenarnya apa yang ingin Oma lakukan padaku? Ini masih hari liburku, Oma. Aku berhak bergadang semalaman dengan Lily.”
“Eoh, kau pikir Oma menelpon untuk itu? Bawa anak anak kemari, Oma punya banyak makanan. Ada arisan di sini.”
Seketika mata David terbuka, dia senang sekali jika anak anak pergi di hari libur terakhir, memberinya waktu berduaan dengan Lily.
“Oma…..,” ucap David penuh haru.
“Oma tau kau terharu, cukup kirimkan uang ke rekening Oma oke?”
“Oma akan menjemput mereka?”
“Ya, siapkan mereka jam 9 nanti.”
“Baik, Oma.”
David bergegas keluar, dia terseyum lebar melihat anak anaknya sedang dimandikan Lily di dalam bathub. David datang dan mencium kepala anak anaknya. “Hallo, apakah kalian tidur nyenyak?”
“Tidak senyenyak Dadduy,” ucap Ares. “Daddy menyita waktu Mommy bersama kami.”
“Aishh…., hari ini Oma sangat kesepian. Maukah kalian menemaninya?”
“Oma akan ke sini?” tanya Lily.
David menjawab dengan anggukan. “Dia akan mengadakan arisan, ingin Ares dan Athne datang.”
“Mereka baru saja tiba.”
“Its okay, Mommy,” ucap Ares. “Kami akan pergi.”
“Benarkah?” tanya David bahagia.
“Dengan jus buatan Daddy dulu.”
“Asiap itu mudah,” ucap David keluar kamar mandi sambil berjoget senang, dia akan berduaan dengan istrinya lagi.
Sambil berjoget diiringi music retro, David membuat jus kesukaan anak anaknya.
Namun baru juga beberapa menit dia bahagia, telpon kembali berbunyi. Itu dari Sebastian.
“Hallo? Mau apa?” tanya David langsung.
“Aku akan ke rumahmu, ada hal yang harus dibicarakan.”
“Aku sedang malas menerima tamu.”
“Kalau kau tidak menerimaku maka akan aku kirimkan fotomu ke dalam group.”
“Dasar sialaaaan,” gumam David penuh penekanan.
Membuat Sebastian tertawa di sana. “Aku akan ke sana saat makan siang, tolong minta istrimu membuat sup ayam. Aku suka.”
“Hei, apa yang kau suka?!”
“Supnya, bukan istrimu. Tenang saja. Lakukan dengan baik maka fotomu aman.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Kau bicara padaku, Sayang?”
“Ada yang mengganggu pikiranku.”
“Apa itu?”
“Si sialaan Sebastian akan datang dan makan siang di sini.”
“Dia akan datang?!” tanya Lily terkejut. “Kenapa tidak bilang?”
“kenapa kau terkejut dia akan datang?”
“Setidaknya dia harus kita sambut, aku prihatin padanya.”
“Karena dia jomblo ngenes?”
Lily menggeleng tidak percaya. “Dia dekat dengan keluarga kita, kasihan saja.”
“Aku juga kasihan, dia jomblo ngenes,” ucap David berenang kembali.
“Aku akan masak makan siang, ada yang ingin kau makan?”
“Bas bilang dia ingin sup ayam buatanmu. Kalau aku akan makan apa pun yang kau masak, Sayang.”
“Baiklah.”
“Eh, Tunggu!”
Lily berbalik. “kenapa?”
“Aku ingin makan capcay.” Dia berenang mendekat. “Tolong buatkan maknan itu untuk suamimu yang tercinta ini. Aku tahu kau menyayangiku, Sayang, maka buatlah dengan penuh kasih sayang.”
“Tentu,” ucap Lily sambil tersenyum, kenarsisan dan harga diri David selalu tinggi dia atas langit.
Lily turun untuk memasak sup ayam dan capcay, sayangnya di sana hanya ada kol ungu. “Nina?”
“Iya, Nyonya?”
“Apa kau belum belanja?”
“Anda butuh sesuatu, Nyonya?”
“Astaga, aku lupa memberikan daftar belanjaan padamu.”
“Saya bisa keluar sekarang, Nyonya.”
“Tidak perlu, aku akan memasak bahan seadanya. Lagipula waktunya meped.”
Alhasil, Lily memasak dengan bahan seadanya. Termasuk sup ayam dan capcay yang diinginkan suaminya.
Sayang, warna kol ungu membuat yang lainnya terkontaminasi. “Astaga, ini aneh,” gumam Lily.
Tapi tidak ada waktu, saat itu terdengar mobil Sebastian berhenti di depan, dia datang dengan membawa papper bag yang diyakini Lily isinya adalah kue.
Saat itu pula David turun dari lantai dua.
“Kau datang?”
“Astaga, David, kau menyiapkan makan siang untukku?”
“Waktumu hanya satu jam berada di sini.”
“Diam kau, siaaalan.”
Beginilah jika dua sahabat saling bertemu, mereka bergaduh lalu kemudian berpelukan hingga membuat Lily memundurkan langkahnya.
Sampai kedua mata pria itu focus pada makanan di meja.
“Ya ampun, kenapa ayamnya babak belur?”
Davi ikut menambahkan, “Astaga ayam! Dia babak belur, Sayang. Apa kau bertengkar dengannya sebelum dia dimasak jadi sup?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TBC