
🌹Jangan lupa buat kasih emak vote ya anak anak.🌹
🌹Terus follow juga igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca dan emak sayang sama kalian.🌹
“Jadi, Oma….,” ucap David yang kini sedang bicara dengan Oma, ditemani Lily di sisinya.
Sementara anak anak sedang makan cemilan sambil bermain di awasi oleh pelayan yang bekerja di sini.
“Apa? Cepat katakan,” ucap Oma sambil makan roti.
“Bagaimana kalau Oma pindah rumah?”
“Ke mana? Mars?” tanya Oma yang malas membicarakan ini.
David menarik napas dalam, dia mencoba membuat Oma nyaman. “Maksudku Oma, rumah ini terlalu besar untuk Oma.”
“Baiklah, Oma akan belajar sepatu roda sehingga semua ruangan terpakai.”
“Oma,” rengek David pada akhirnya. “Kau paham maksudku, aku hanya khawatir pada Oma dan tidak ingin tinggal jauh bersama Oma. Ayo tinggal di dekatku, aku akan membelinya, jadi anak anak bisa mengunjungi Oma tiap hari.”
Oma menghela napasnya dalam, dia tidak bisa meninggalkan rumah berlantai tiga yang seluas istana ini. Rumah ini menjadi saksi bisu bagaimana dirinya bersama sang suaminya dulu hidup.
“Aku tidak akan menjual rumah ini, Oma. Tenang saja, Oma bisa mengunjunginya kapan saja yang Oma mau.”
“Kenapa kau buang buang uang untuk memebelikan Oma rumah?” tanya Oma.
Dan setelahnya kini Lily yang menjawab, “Karena uang bukanlah segalanya, kami menyayangi Oma dan selalu ingin melihat Oma tiap hari.”
Oma mengerucutkan bibirnya. “Bagaimana kalau kalian saja yang pindah kemari?”
“Tempat ini juga terlalu besar untuk anak anak,” ucap David. “Aku ingin mengajarkan kesederhanaan pada mereka, supaya mereka mudah bersyukur.”
Lily yang melihat rasa keberatan di mata Oma itupun berkata, “Jika Oma tidak menginginkannya tidak apa, kami hanya memberi saran dan… kami sayang sekali pada Oma.”
Oma terdiam sesaat. “Biarkan anak anak tidur di sini.”
“Hah?”
“Kalian pulang saja, biarkan Oma bermain dengan anak anak, oke?”
David dan Lily menatap satu sama lain, Lily memberi isyarat lewat tatapan mata yang akhirnya membuat David mengatakan, “Tapi mereka besok sekolah.”
“Suruh Nina menjemput dari sini, oke?”
Tangan Lily menggenggam tangan suaminya supaya memberi izin, sepertinya ada hal yang ingin dilakukan Oma. Jadi mereka mengizinkan.
🌹🌹🌹🌹🌹
Dan saat Oma masuk, Athena pura pura terlelap. Membuat Oma tertawa. “Thea, Oma tahu kau belum tidur.”
Karena itu Athena membuka matanya kembali dan tersenyum. “Oma tahu?”
“Apa?”
“Ada gigi Thea yang copot. See.”
Athena membuka mulutnya lebar lebar.
“Wah, kau pergi ke dokter gigi?”
“Iya.”
“Apa rasanya sakit saat dicopot?”
“No, lasanya sepelti digigit semut.”
“Wah, kau sangat hebat.”
“Oma mau tidul belsama Thea?”
“Tidak,” jawab Oma yang memang bingung harus tidur di mana.
Tadinya Oma akan mengajak kedua cucunya untuk tidur bersama, tapi sayangnya Ares sudah tidur lebih dulu.
“Apa Thea ingin dibacakan dulu dongeng pengatar tidur?”
“No, thank you,” ucap Athena yang membuat Oma tersenyum.
“Kalau begitu lekaslah tidur, perlu Oma temani?”
“No, Thea akan tidul sekalang.”
“Oma akan keluar kalau begitu.”
“Good night Oma.”
“Good night, Thea,” ucap Athena tersenyum sambil melambaikan tangan.
Seolah paham apa yang diinginkan Oma, Athena bergerak menuju ranjang untuk mendekati Ares kemudian dia mengguncang tubuh saudaranya. “Ales, apa kau sedang tidul?”
Dengan malas, Ares menjawab, “Tidak, aku sedang terjun payung.”
🌹🌹🌹🌹
To Be Continue