Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Api Cemburu Membara



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak tersayang.🌹


🌹Jangan lupa juga buat follow igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian anak anak kesayangan emak.🌹


Oma melangkah mengikuti Lily untuk melihat harta timbunan yang disebutkan oleh Lily. Oma sangat penasaran, dia takut Lily malah menimbun barang barang tidak berharga. 


“Oma tahu?”


“Tentu saja tidak.”


“Maksudku, Oma…. Di rumah ini ada ruangan yang tidak David tahu.”


“Ruangan apa itu? Apa kau jangan jangan seorang mata mata, Lila?”


“Bukan seperti itu, Oma,” ucap Lily mengajak Oma menaiki tangga perlahan menuju lantai atas di mana di sana biasanya hanya untuk ruangan bermain atau bersantai. Tidak ada kamar, hanya ruangan luas dengan teknologi canggih yang bisa diganti ganti sesuka hati.


“Di sini tidak ada harta, hanya ada mainan.”


“Mainan itulah hartanya, Oma,” ucap Lily yang membuat Oma menghela napasnya dalam.


Dia sudah menduga hal ini, Lily tidak pandai dalam menyimpan sesuatu. “Lila… astaga… kau membuat Oma pusing,” ucap Oma mendudukan diri di sofa.


Dia sudah sangat kelelahan menaiki tangga. Tangan Oma membuka laci di mana di dalamnya ada minuman dingin. Oma meminum air putih dingin. 


Saat sedang minum, mata Oma tetap memperhatikan Lily yang membuka lemari mainan anak anak. Di dalam sana berjajar mainan Athena berupa boneka Barbie.


“Lihat ini, Oma,” ucap Lily menarik bagian belakang lemari sehingga terbukalah sebuah ruangan yang tidak diduga.


Oma terbatuk batuk seketika.


“Uhuk! Uhuk! Apa itu?” tanya Oma sedikit panic.


Lily tersenyum. “Ini bukan ruangan, ini adalah bagian dari lemari, aku meminta mereka menempelkannya ke dalam tembok supaya tidak ada yang curiga.”


Oma mendekat, apalagi saat Lily menyalakan bagian belakang lemari yang gelap itu. Ternyata lemari itu luas hingga terlihat seperti ruangan di belakang sana.


“Lila ini menakjubkan,” ucap Oma masuk. Dan matanya melotot saat melihat ada banyak tumpukan emas batangan. “Lila!”


Lily ikut masuk dan melipat tangannya di dada. “David selalu memberiku uang lebih, aku membelikan ini untuk menimbun harta. Bukan maksud apa apa, aku hanya tidak ingin saat David sudah lelah bekerja, dia tidak makan dengan baik.”


Ternyata, ini tidak berhasil. Dulu David dibawa ke pasar oleh sang istri dan langsung mendapatkan pelajaran. Mungkin ini memang bukan waktu yang tepat untuk anak anak.


David membawa mobil masuk ke pekarangan rumah Oma, karena dia akan memasak di sana sambil menonton bersama anak anak juga.


“Auo turun anak anak,” ucap david.


Tapi tidak ada jawaban dari anak anak membuat David menoleh, ternyata anak anakya sudah terlelap di sana.


David menarik napas dalam dan tersenyum melihat kedua anaknya terlelap dengan begitu lucu. Oleh karena itu, David membawanya satu per satu ke rumah Oma yang hangat kemudian menidurkannya di ruangan tengah supaya dia bisa mengawasinya saat sedang memasak.


“Lily dan Oma kemana?” tanya David pada salah satu pelayan di sana.


“Pergi ke rumah Nyonya Lily, Tuan.”


“Oh benarkah?” tanya David mengeluarkan belanjaan dan masuk ke dapur sambil memakai apron.


“Apa Tuan ingin membuat sesuatu? Biarkan saya saja,” ucap pelayan yang bertugas di dapur itu.


David menggeleng, dia menghentikan dengan tangan yang menggerakan telnjuk. “No, no, no,” ucap David.


“Keluarlah, aku butuh ruang untuk memasak.”


“Baik, Tuan.”


Akhirnya David ditinggal bertiga bersama anak anak di rumah itu.


“Seblak ya?” gumam David sambil menonton video tutorial di youtube untuk melakukan resepnya.


“Lily dan Oma pasti akan senang melihat ini,” gumam David.


Dan saat David berhasil melakukan sesuai dengan resep dan tinggal menunggu airnya sedikit kering, David ingin bersiap siap supaya terlihat lebih tampan saat istrinya kembali.


“Aku harus menyisir,” ucap David pergi ke kamar mandi.


Namun sayangnya, saat berhadapan dengan kaca, David tidak bisa berhenti mengagumi ketampanannya. Sampai sampai dia melupakan sesuatu hingga terdengar teriakan Oma….., “David! Lila! Api cemburu membara! Tolong!”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE