
🌹Jangan lupa kasih vote buat emak yaaa.🌹
🌹Terus juga follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Emak sayang kalian.🌹
🌹Selamat membaca.🌹
Akhirnya hari pernikahan Sebastian dan Nana tiba. Namun sayang, mereka datang terlambat karena sebelumnya Ares diare. Bahkan sampai sekarang, dia masih merasakan sakit dan memaksa ingin menemui Uncle nya.
“Ares, ayo beristirahat bersama Mommy,” bujuk Lily agar mereka kembali ke hotel.Â
David mengangguk. “Lagipula Uncle dan Aunty sedang sibuk sekarang, kita baru bisa menemui mereka besok.”
Dan akhirnya Ares mengangguk, dia meminta digendong oleh sang daddy untuk kembali ke kamar hotel. Berbeda dengan Athena yang digandeng Lily yang masih memilih beberapa makanan.
“Sayang,” panggil David. “Ayo kembali.”
“Aku ingin itu,” tunjuk Lily pada canapé yang sangat ingin dia cicipi.
“Nanti Nina akan membawakannya, ayo kembali ke kamar hotel.”
Keadaan tidak kondusif untuk David saat tahu kalau putranya sakit perut, dia bahkan memberi isyarat pada Luke untuk membantu mengawasi keadaan.
Sesampainya di kamar hotel, Ares berbaring sambil memeluk daddy nya.
Setelah meninggalkan Athena dengan Nina, Lily segera bergabung bersama Ares dan David. Dia mengusap kepala putranya, sebelumnya mereka juga sudah membawa Ares ke dokter.
Lily juga niatnya tidak akan datang ke pernikahan Sebastian, tapi Ares bersikeras untuk menemui Uncle dan Aunty barunya.
“Ares ingin bertemu dengan Uncle Sebastian.”
“Kalian akan menemuinya besok, oke? Sekarang istirahat dan tidur dulu,” ucap Lily mengusap kepala putranya.
Sampai akhirnya Ares terlelap, Lily berucap, “David, apa tidak apa kita tidak bertemu mereka?”
“Tidak apa, Sebastian membatasi beberapa tamu supaya Nana tetap aman.”
“Astaga, aku sangat ingin bertemu dengannya,” ucap Lily mengingat gadis kampong yang pernah dikerjai oleh ibu dan saudara tirinya.
“Kalian bisa bertemu besok, kurasa jika Sebastian tidak mengurung mereka di kamar.”
Lily mengangguk anggukan kepalanya. “Dan David….”
“Iya, Sayang?”
“Aku belum mendapatkan canapé.”
David tersenyum, dia paham betul maksud dari istrinya. “Akan aku bawakan, Sayang.”
David segera bangun dan memakai jaketnya, membuat Athena yang sedang menonton televisi sambil bermain bersama pengasuhnya dan Nina.
“Daddy mau kemana?”
“Kau mau canapé, Thea Sayang?”
“Bawakan sosis juga.”
“Oh astaga, baiklah.”
🌹🌹🌹🌹🌹
David tidak akan melakukannya sendirian, dia menyuruh Luke untuk melakukannya sementara dirinya menunggu di luar ruangan. Saat Luke datang dengan berbagai makanan, David tersenyum.
“Kau membawanya sendiri?”
“Tidak sembarangan orang bisa membawa makanan sebanyak ini kau tahu, itu sebabnya pembantumu tidak bisa.”
“Mereka sudah pergi.”
“Acara belum selesai bukan?”
Luke mengangguk. “Kau paham bagaimana Sebastian, pemain wanita.”
“Kau lihat Oma?”
“Aku lihat tadi dia membuntuti Sebastian.”
“Aduh gawat,” ucap David segera pergi.
“Hei! Kau mau kemana!”
David tidak menjawab. Dengan membawa keranjang berisi makanan, dia mencari Oma takut Oma malah mengganggu Sebastian. David takut Oma akan mengarahkan Sebastian terlalu detail.Â
Dan ketika belok di koridor, kening David berkerut melihat sosok bongkok yang sedang mengintip di balik tembok. David berjalan mendekat dan menyentuh punggungnya perlahan.
“Dragon,” ucap Oma terkejut sambil menoleh ke belakang. “David! Dasar cucu tengik!”
“Apa yang sedang Oma lakukan?”
“Shhhttttt… lihatlah.”
David ikut mengintip dan menatap ada Lucille yang sedang merokok sambil menatap sebuah kamar hotel di sana.
“Oma mencoba menghubungi Sebastian, tapi ponselnya mati. Menggunakan telpon kamar hotel tidak bisa.”
“kenapa tidak bisa?”
“Oma tidak tahu nomornya.”
“Minta saja pada pelayan hotel.”
“Kau tahu itu berbayar.”
David mengeluarkan napas dengan tatapan malas.
Saat itulah Oma sadar, dia berbalik menghadap David. “Lakukan itu, telpon Sebastian dan bilang padanya kalau Oma menyiapka bulan madu untuknya. Suruh dia jangan melakukannya sekarang ya, bilang juga Oma melihat Lucille melakukan hal jahat.”
“Oma,” rengek David.
Tanpa diduga…. PLAK! Oma memukul bahu David. “Kau, Sebastian dan Luke sama di mata Oma. Lakukan!”
“Baiklah.”
“Bagus, hubungi Oma jika sudah menelponnya, Oma mau tidur.”
David menarik napasnya dalam dan kembali ke kamar hotelnya.
“Woaaahhh, makanan,” sambut Athena.
“Dimana para pengasuh?” tanya David.
“Beristirahat, ini waktunya kita berempat,” jawab Lily yang mendekat.
“Oke, makanlah ini. Aku akan memeriksa Ares dahulu.”
Lily mengangguk dan menerima keranjang berisi makanan. David masuk ke kamar untuk memeriksa Ares. Melihatnya terlelap membuat David mendekati telpon hotel. Tapi, baru juga dia mengambil gagang telpon itu, Ares bangun dan berkata, “Daddy, Ares mau poooop.”
🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue