
🌹Jangan lupa kasih emak vote sebelum membaca ya anak anak kesayangan emak.🌹
🌹Jangan lupa follow emak juga di igeh emak ya : @REDLILY123.🌹
🌹Selamat membaca, emak sayang kalian anak anak emak.🌹
Ternyata yang diberikan Sebastian adalah istana balon yang sangat besar sehingga memenuhi pekarangan rumah David dan Lily, yang mana membuat tatapan David takjub.
“Astaga,” gumam Lily yang ikut takjub, di sana bahkan ada operator yang memastikan istana balon itu duduk dengan semestinya dan sempurna. “Haruskah kita berterima kasih pada Sebastian?”
David menggeleng mengingatkan. “Lewat pesan saja, maksduku ya kita harus berterima kasih padanya.”
“Aku dengar mereka sudah pulang, akan lebih baik menemuinya secara langsung. Kau tahu rumah baru Sebastian, David?”
David menggeleng. “Bas belum mengatakan lokasi pastinya, dia masih ingin menikmati kesendirian. Aku dengar akhir akhir ini dia juga sibuk, jadi kemungkinan kami akan bertemu di pernikahan Luke nanti.”
Lily mengangguk paham. “Aku harap dia segera memiliki anak bersama Nana.”
“Aku harap juga begitu.”
“Mommy! Daddy!” teriak Ares yang sedang bermain loncat loncatan di sana. “Come here!”
Sebelum Lily menjewabnya, David sudah lebih dulu mendorong pelan istrinya untuk duduk bersantai di kursi dan tidak mengikuti perkataan anaknya.
“Jangan lakukan itu, Sayang.”
“Tentu tidak, David. Apa kau berfikir aku lupa sedang berbadan dua kan?”
David terkekeh, dia segera berjongkok untuk berhadapan dengan perut Lily. “Hallo sayangnya Daddy, Daddy mencintaimu dimana pun kau berada.”
“David, dia selalu berada di dalam perutku.”
“Itu maksudku, Sayang. Aku tidak sabar menantikan kehadiranmu.”
Lily tersenyum dan mengusap kepala suaminya, dia juga memberikan ciuman di kepala David.
“Lily Sayang, jangan sekarang.”
“Apa yang kau pikirkan? Aku tidak memintanya.”
David malah terkekeh. Dia mengalihkan perhatiannya pada ponselnya saat ada pesan masuk.
“Wah, Luke memang tukang tarik ulur.”
“Apa maksudmu?”
“Dia mengundur kembali pernikahannya. Seharusnya dia tidak bersama wanita yang mencintai pekerjaannya. Astaga kasihan sekali.”
“Jadi, kau tidak akan ke Swiss?”
“Aku akan membuat anak bersamamu, maksudku mengunjungi si kecil,” ucap David dengan senyuman bodohnya.
“Tapi kau perlu mengganti panci pink Oma.”
Lily tertawa, dia kembali mencium puncak kepala suaminya. “Ya, kau harus ke sana. Dan kembalilah dengan cepat.”
Ketika pasangan suami istri itu sedang bermesraan, terdengar suara anak anak yang mengatakan, “Cieee…. Daddy dan Mommy cie…. Cie…..”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Malam ini, Lily tidur sendiri. David berangkat ke Amerika untuk menemui adik adiknya dan juga untuk mendapatkan tanda tangan dari chef kesukaan Oma.
Karena merasa belum ngantuk, Lily keluar dari kamar dan menuju dapur.
“Anda ingin sesuatu, Nyonya?”
“Ya, buatkan aku churros.”
“baik,” ucap Nina yang segera membuatkannya.
Lily terdiam menatap keluar jendela, rumah terasa sangat sepi. Apalagi anak anak ada di rumah Oma sedang menemani Oma yang masih marah dengan suaminya.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya Nina siap dengan churros nya.
“Ini, Nyonya. Anda ingin yang lain?”
“Aku merindukan suamiku,” gumam Lily.
“Ya, Nyonya?”
“Tidak, lupakan saja,” ucap Lily membawa piring berisi makanan kesukaannya menuju ke kamar. “Dan Nina, tolong bawakan aku teh hangat.”
“baik, Nyonya.”
Sambil menunggu teh hangatnya, Lily duduk di sofa yang menghadap ke halaman depan. Dia memakan churros di sana.
Ketika mendengar suara langkah kaki, Lily berkata, “Simpan saja di meja, Nina.”
“Oke, Mommy.”
Seketika Lily menengok siapa yang bicara. “Ares? Kenapa kau ke sini? Apa Thea juga di sini?”
“thea sudah tidur,” ucap Ares menyimpan teh pesanan ibunya di meja.
“Lalu kenapa kau ke sini, Ares Sayang?”
“Ares ingin menemani Mommy, supaya tidak ada mimpi buruk menghampiri.”
“Oh… anak Mommy yang tampan, kemarilah, Nak.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE