
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
“Kenapa Nenek terlihat tidak senang dengan kedatanganku, Centini?” tanya Ares dengan khawatir, apalagi Neneknya Cantika tidak menawarinya untuk diam sejenak dan makan malam di sana. Membuat Ares memiliki pemikiran yang berbeda-beda dalam otaknya, dia sedikit khawatir. “Centini…”
“Tidak apa, Nenek suka padamu. Jangan berfikiran yang tidak tidak.”
“Hmm.., aku ingin melihat ibu mertua.”
Sontak saja membuat Cantika yang sedang mengantarkan Ares ke depan itu langsung terhenti, dia menatap Ares yang memasang wajah polos.
“Kenapa?” tanya Ares. “Beliau akan menjadi ibu mertuaku bukan?”
“Ekhem!” cantika memalingkan wajahnya malu.
“Apa? Apa tenggorokanmu sakit? Ingin diantar ke dokter?”
“Tidak usah. Dan Mamaku sedang tidur, bertemunya lain kali saja ya?” Cantika mencoba memberikan pengertian.
Yang mana membuat Ares menganggukan kepalanya paham. “Aku akan pulang sekarang, nanti malam aku akan menghubungiku.”
Cantika mengangguk. “Tapi jika tidak terhubung, mungkin ponselku padam. Besok kita bertemu ‘kan? Jangan khawatir.”
Yang mana membuat Ares terdiam, ingin sekali dia membelikan sebuah ponsel untuk Cantika. Hingga dia terburu-buru pulang. “Baiklah, sampai jumpa,” ucap Ares menaiki motornya dan pergi dari sana.
Ares dengan segala keinginannya untuk membahagiakan Cantika, dia menepi beberapa saat untuk menelpon Samuel. Ya, hanya Samuel yang dia percayai untuk membantunya.
“Hallo, ngapain lu nelpon gue?”
“Beliin cewek gue hp dong, tar gue ganti.”
“Lah kenapa gue, Bangsaat? Kan lu punya asisten pribadi banyak tuh!”
“Kan lu pacaran sama si Arin, doi pasti tau kesukaan cewek gue. Tanya! Tar gue kasih lu bonus deh. Mau kulkas buat di ruang latihan?”
“Awas lu kalau lu nipu.”
“Iya, sama isiin pulsa gue. Yang sejuta sekalian, malu gue.” Ares mendengus, mengingat dirinya selama ini hanya menggunakan internet saja. “Paham gak?”
“Iya, Pak Boss.”
“Suruh pengacara juga buat cabut tuntutannya, itu buat ancaman doang aja.”
“Anjiir, gue rasanya udah jadi asisten pribadi lu deh ah.”
“Nurut gak lu sama gue?”
“Iya, Sayang. aku tutup ya?”
“Muak anjirr,” ucap Ares langsung menutup panggilannya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Namun Ares enggan mengurusinya, dia memilih naik ke lantai atas dan mengatakan sesuatu pada Athena.
“Theaaa!” teriaknya.
BRAK! Dia membuka pintu kamar Athena dengan kuat. Membuat perempuan yang sedang memakai masker itu kaget.
“Astaga! Kau ini kenapa?”
“Apa kau dengar?”
“Apa?” tanya Athena malas, dia kembali merebahkan tubuhnya.
Ares tanpa tau malu langsung naik ke atas ranjang, yang langsung disadari oleh Athena dan langsung memukulinya.
“Jangan menginjak kasurku jika kau belum mandi, Aresss!”
“Jangan berteriak, nanti kita dimarahi.”
“Mana kau habis berlatih! Bauu!”
“Apa kau dengar beritanya?”
“Apa? Tentang Cantika?”
“Uh kau tau?” Ares bingung. Dia langsung berhenti melawan dan membiarkan Athena memukulinya dengan bantal. “Kau tau?” tanya dia lagi dengan heran. “Bagaimana bisa?”
“Bagaimana apanya bodoh? Semua orang tau sekarang, di isntagram sekolah banyak yang membicarakannya,” ucap Athena kemudian berhenti memukuli Ares, dia memegangi maskernya. “Uhhh… maskerku akan retak.”
“Lalu? Bagaimana pendapatmu?”
“Aku tau kau menyukai Cantika, jadi tidak aneh. Kau hanya terlambat mengetahuinya.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Memangnya apa yang kau pikirkan? Jangan main main dengannya,” ucap Athena kemudian membalikan badan memunggi Ares.
“Hei, aku ingin bercerita. Kenapa kau malah terlihat kesal?”
“Menjauh dariku, aku sedang kesal.”
“Katakan kenapa?” tanya Ares. “Theaaa… beritahu aku.”
“Aku merasa kasihan.”
“Pada apa? Siapa?”
“Pada Cantika. Hiks…. Aku takut dia malah… hiks… tersakiti oleh… oleh pria bau sepertimu. Dia temanku… hiks…, aku akan memukulmu jika kau meelakukannnya Ares.”
🌹🌹🌹🌹
TBC