Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Cegukan



🌹Kasih emak vote sebelum membaca yaa ghaissss.🌹


🌹Jangan lupa follow igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca.🌹


🌹Emak sayang kalian ya.🌹


“Aunty Nana sangat baik,” ucap Ares yang duduk di kursi belakang bersama Athena.


Lily dan David yang duduk di bangku mobil depan itu hanya mendengarkan percakapan kedua anaknya yang sambil asyik memakan cokelat.


“Dia cantik dan baik, sepelti Thea.”


Ares tertawa. “Thea baik jika berbagi cokelat ini.”


“Aaaaa kembalikan!” teriak Athena saat cokelatnya direbut.


Apalagi Ares mengangkat tinggi tangannya. “No! no! its mine!”


“Ales!”


“Kau bilang kau baik.”


“Aku baik jika Ales meminta baik juga.”


Dan saat mendengar suara getir anaknya yang menahan tangis, baru Lily berucap, “Ares….”


“Oke, Mommy,” ucapnya mengembalikan cemilan milik adiknya.


David tersenyum melihatnya dari kaca spion. “Tidak ada kedamaian dalam satu hari pun.”


“Kau akan kesepian jika mereka tidak ada.”


“Kau melihatnya tadi, Sayang?”


“Apa?” tanya Lily sembari menyuapi suaminya kue kering.


“Tatapan Sebastian pada Nana.”


Lily mengangguk, dia mengingat pertemuannya tadi bersama Nana dan Sebastian di hotel. Sebastian terlihat sangat mencintai Nana melebihi apa pun, dan Lily senang melihatnya. Sebajingan atau seburuknya tingkah pria, akan takluk oleh wanita jika sudah jatuh cinta.


“Dia sangat mencintainya,” ucap Lily. “Aku sangat senang dia menemukan wanita yang tepat dan menikah.”


“Aku masih mengkhawatirkan sahabatku yang lain.”


“Luke?”


David mengangguk. “Dia seharusnya sudah menikah sejak dulu, tapi si model Medina itu enggan melepaskan pekerjaannya.”


“Adakah cara?”


“Ya, membunuh Medina atau kakeknya supaya Luke bisa memilih wanita yang dia inginkan.”


“David,” tegur Lily. “Anak anak bisa mendengarkan.”


“Mereka tidur,” ucap David memastikan lagi lewat kaca spion dalam.


Lily menengok, dan benar saja anak anak telah terlelap di belakang sana.


Lily mengambil cokelat sebelum melelah. “David.”


“Iya, Sayang?”


“Kau tahu kita tidak boleh membuang buang makanan.”


David tersenyum dan dengan sukarela membuka mulutnya. “Oke, ada rasa asin di sini,” ucapnya saat mengunyah. “Dan aku tadi melihat Ares mengupil, Sayang.”


“Oh astaga.” Lily segera menerima muntahan David di tangannya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Sore ini, David dan anak anak bermain di taman. Sementara Lily sedang menjahit beberapa pakaian anak anaknya yang sobek dengan menempelkan aksesoris yang membuatnya terlihat semakin menarik. Melakukannya di gazebo, Lily masih bisa mengawasi anak anaknya.


Mereka bertiga sedang bermain air dari kran, dan tidak ada yang bisa Lily lakukan untuk menghentikannya. Apalagi jika David di rumah.


“Oke ini sudah hampir petang, ayo berganti pakaian!”


“Sebentar lagi,” teriak Ares menjawab.


Dan Lily hanya menarik napas di sana. 


Saat itu, Oma datang dengan mobil kebesarannya yang berwarna pelangi. Dan sekarang yang membuat Lily kaget, di sana ada kepala hello kity yang sangat besar.


“Lilaaaa! Oma datang.”


“Astaga,” gumam Lily saat Oma mendekat dan memakai pakaian serba pink. “Kenapa Oma tidak bilang akan datang?”


“Ini kejutan untuk anak anakmu,” jawab Oma kemudian beralih menatap anak anak yang sedang bermain air. Oma berteriak dengan memanggil mereka berdua. “Anak anak!”


Mendengar teriakan Oma, anak anaknya seketika berlari dengan keadaan basah.


“Oma dingin,” ucap Ares.


“Thea juga.”


“Uh…. Kesayangan Oma dingin? Kemarilah akan Oma peluk, masih dingin? Ini pakai handuk. Kemarilah kemari.”


Melihat anak anaknya diperlakukan manja oleh sang Oma membuat David sedikit iri, entah kapan dirinya terakhir kali diperlakukan seperti itu. 


Setelah anak anaknya masuk, David berucap dengan suara lucu mirip anak kecil yang merajuk, “Oma, aku cegukan.”


“Tahan napasmu.”


“Berapa lama?”


“Selamanya.”


David terkejut. “Tapi aku akan mati.”


“Setidaknya tidak cegukan lagi.”


🌹🌹🌹🌹🌹


TBC