
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Hari ini adalah hari yang besar, petandingan persahabatan antara sesama sekolah di kota yang sama.
Pertandingan dilakukan sepulang sekolah, membuat stand Ares begitu ramai. Apalagi klub penggemar Ares mendominasi.
Dan karena tuntutan, Arin dan Athena berjaga di pintu masuk untuk memberikan banner dukungan pada anggota klub yang baru datang. Meskipun berada di pintu masuk pengunjung, keduanya bisa melihat bahkan dengan sangat jelas bagaimana mereka bertanding.
Karena pintu masuk untuk pengunjung berada di atas, jadi Athena dan Arin bisa melihat sekitarnya dengan baik.
“Cantika belum datang?” tanya Arin.
“Kelasnya mereka bagian Pak Masduki, pasti akan sangat lama.”
“Ah, pantas saja,” gumam Arin yang merasa iba. “Padahal ini pertandingan pertama, Cantika harus melihatnya.”
Bahkan, ada fansite khusus Ares yang memotret pria itu. Foto foto itu yang biasanya akan dijadikan hiasan di lorong jika mereka meraih kemenangan.
Sementara itu, kelas Cantika yang baru ditinggalkan oleh guru itu ricuh.
“Cantika, Arin memintamu melihat pesan masuk,” ucap salah satu teman wanita sekelasnya.
“Oke, kalian akan menonton?”
“Oh tentu saja, kapten tampan kita sedang berjuang. Mau ke sana bersama?”
Cantika mengangguk. “Aku juga bagian jaga di pintu masuk bersama Arin dan Athena.”
“Wah, di sana spot yang bagus.”
“Aku tahu,” ucap Cantika tersenyum senang.
Saat dirinya hendak melangkah keluar, sebuah tangan menahannya. Cantika menengok. “Kenapa?”
“Ke sana bersama denganku.”
“Baiklah, ayo ke sana dulu.”
“Aku perlu ke kamar mandi dulu.”
“Baiklah,” ucap Cantika. Dia pergi mengantar Laura ke kamar mandi dulu.
Ternyata, dia berdandan di sana. Membuat Cantika menatap takjub bagaimana perempuan itu bisa menghias wajahnya dengan baik.
“Wah, kau sudah cantik jadi semakin cantik saja.”
Laura tersenyum penuh kesombongan. “Kau tidak memakai make-up?”
“Aku biasanya hanya memakai bedak dan lipbalm saja, aku tidak bisa memakai make-up.”
“Kenapa tidak belajar pada temanmu itu? Athena?”
“Ah, aku belum terlalu ingin memakai yang seperti ini,” ucap Cantika.
Membuat Laura berkata, “Tapi ini akan membuat wajah kusammu lebih baik.”
“Benarkah?” cantika memegang kedua pipinya. “Akan aku coba nanti.”
🌹🌹🌹🌹
“Cantikaaaaaa!” teriak Arin sambil melambaikan tangannya, yang mana membuat Cantika segera berlari kecil menuju pos di pintu masuk itu. “Masuklah.”
“Bolehkah aku bergabung?” tanya Laura.
Athena jelas tidak menyukainya dan berkata, “Tidak, ini hanya untuk tiga orang. Duduklah di sana.”
“Oh, baiklah. Kalau begitu bisakah aku mendapatkan lighstick atau semacamnya?”
Athena memberi isyarat supaya mengambil sendiri, setelahnya Laura pergi.
“Itu yang menahanmu?” tanya Athena. “Kau menemaninya berdandan?”
“Bagaimana kau tahu?” tanya Cantika dengan polosnya.
“Bukankah bedaknya tebal dengan eyeliner yang jelas.”
Arin mengangguk. “Kau berteman dengannya, Cantika?”
“Kami kebetulan juga bertetangga.”
“Wah…..” Athena menggeleng gelengkan kepalanya. “Sepertinya di kehidupan sebelumnya kau membuat masalah hingga harus bertetangga dengan orang seperti itu.”
“Tapi dia cantik, Thea,” ucap Arin.
“Cantik saja bisa apa? Dan ares menyukainya.”
“Wah… dilihat dari wajah mereka memang serasi,” gumam Arin membuat Cantika mengangguk setuju.
“Laura memiliki tubuh model, pun dengan Ares.”
“Kalian tidak cemburu?” tanya Athena bingung, keduanya sama sama menyukai Ares tapi merelakannya dengan pria lain.
Dan setiap Ares melakukan pencapaian, matanya pasti melihat ke arah Laura dengan sombongnya sambil membanggakan ketampanannya.
“Kyaaaaa! Kak Ares sangat tampan!”
“Diaaaa menakjubkan!”
“Diaaa hebat!”
“Kak Ares! I Love You!”
“Aressss! Marry me!”
Begitulah teriakan anak anak penggemar Ares.
Berbeda dengan Laura, dia malah berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar.
“Mau kemana?” tanya Cantika.
“Ini membosankan,” jawab Laura menyimpan kembali lighstick yang tadi dia pinjam. “Aku akan pulang duluan, kau ikut?”
“Tidak, aku akan melihat pertandingan sampai akhir. Bye,” ucap Cantika dengan senyuman manisnya.
🌹🌹🌹🌹🌹
“Ar, konsentrasi!” teriak Samuel saat temannya itu tidak kunjung konsentrasi setelah melihat kepergian Laura.
Yang mana membuatnya bertanya tanya dalam pikirannya. “Apa yang membuat wanita itu melihatku dengan seperti itu? Apa aku kurang menarik di matanya?”
“Ares!” teriak Samuel.
Karena ketidakosentrasian Ares, membuat lawan unggul beberapa saat.
Sampai terdengar teriakan dari para penggemarnya.
“Ares! Ares! Ares!” begitulah mereka menyemangati sang kapten.
Lalu terdengar suara melengkingn, “Aresssss!” teriak Cantika.
Yang mana membuat Ares tersedak ludahnya sendiri karena tertawa. “Perempuan itu,” gumam Ares yang kembali dipenuhi oleh semangat.
Dia mengejar tim lawan sampai akhirnya menang. Sorakan demi sorakan terdengar, apalagi nama Ares.
Sampai pertandingan selesai, mmereka beristirahat sejenak.
Biasanya mereka akan bermain main di lapangan, tapi tidak dengan Ares.
“Mau pulang sekarang lu, Ar?” tanya Samuel.
“Iya, tadi gue berangkat bawa Cantika,” ucap Ares ingat dia harus memulangkan perempuan itu.
“Ke sini lagi gak?”
“Pulang lah, gue capek. Lu mau magang jadi penjaga sekolah?”
“Game dulu lah, Ar.”
“Cape! Lu budeg apa gimana?” tanya Ares sambil melangkah pergi.
Ares mencari keberadaan Cantika. Saat mencoba dihubungi, perempuan itu tidak mengangkatnya.
Dan kebetulan, Ares melihat Arin dan Athena masih ada di sana.
“Thea!”
“Wuaaah! Ares! Selamat atas kemenanganmu, kau benar benar hebat.”
“Thanks,” ucap Ares tanpa menatap lawan bicaranya, dia focus pada Athena. “Mana Cantika?”
“Dia sudah pulang.”
“Pulang? Dengan siapa?”
“Naik angkot,” jawab Athena.
“What? Kenapa dia terburu buru?”
“Terburu-buru bagaimana? Ini sudah jam pulang, dan dia juga memiliki banyak tugas. Kau mau pulang? Aku dan Arin akan ke StarBucks dulu.”
Ares hanya mengangguk di sana, “Aku juga akan pulang.”
Ares melangkah menuju motornya yang selalu dia simpan di parkiran sekolah, dia menatap helmnya dengan tatapan heran. Bagaimana bisa perempuan yang biasa dia panggil Centini itu meninggalkannya. Ini perasaan yang aneh, seperti kesal dan juga marah.
“Aku kalah dengan tukang angkot? Kenapa dia naik angkot? Apa supirnya tampan? Kenapa dia tidak menungguku? Kenapa dia tidak memberi ucapan selamat padaku?”
🌹🌹🌹🌹🌹
NOH ARESNYA DIGANTI
TO BE CONTINUE