
🌹Jangan lupa kasih emak vote ya ghaisss.🌹
🌹Terus follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Emak sayang kalian, jadi selamat membaca ya anak anak kesayangan emak.🌹
🌹Maaf emak baru update yaaa, emak lagi gak enak badan akhir akhir ini.🌹
Ares menunduk saat sedang dinasehati oleh ibunya, dia menyesal menggunakan kaos kaki buatan ayahnya untuk calon adiknya nanti.
Lily tidak pernah berniat memarahi, dia hanya menasehati. “Tidak apa apa, Sayang. Mommy tahu kau tidak sengaja.”
“Maaf, Daddy.”
“Its okay,” jawab David saat melihat wajah putranya sendu. Dia tidak bisa melihatnya seperti ini, membuat David segera datang dan menggendongnya lalu menciumnya.
Saat digendong, Ares menangis dalam diam. Dan David merasakan itu, yang mana membuatnya tertawa, “Ayolah, Ares. Its okay, Daddy sudah memaafkanmu. Sudah jangan menangis.”
Dan Athena yang melihat di sana itu tersenyum menahan tawa, yang mana membuat Lily segera memberinya tatapan penuh isyarat agar tidak membuat kekacauan. “Jangan tertawa, Sayang.”
Athena menggigit bibir bawahnya dan berlari menuju kamar dimana Oma menginap. Di sana dia melihat Oma masih terlelap, yang mana membuatnya segera naik ke atas ranjang. “Oma!”
“Opa!” teriak Oma yang terkejut dan bangun seketika.
Dia melihat cicitnya yang tersenyum di sampingnya, membuat Oma menarik napas dalam. “Astaga Tuha, beri aku kesabaran.”
“Amen,” ucap Athena yang malah duduk di pangkuan Oma. “Oma tau?”
“Apa?”
“Ales menangis.”
Mata Oma membulat, sembari mengambil sisir dia tidak melepaskan tatapannya dari Athena. “Kenapa dia menangis?”
“Kalena dia membuang ingus menggunakan kaus kaki untuk bayi.”
“Bayi dalam kandungan?”
Athena berdecak. “Menulut Oma bayi yang mana lagi?”
Yang mana membuat Oma menelan ludahnya kasar, ternyata yang mirip David juga Athena.
“Lalu kenapa membangunkan Oma?”
Athena diam seribu bahasa, dia juga tidak tahu kenapa melakukan ini. Jadi sekarang yang dia lakukan adalah turun dari ranjang kemudian mengangkat bahunya. “Good Molning, Oma.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini Lily tidak pergi ke toko bunga bersama Oma, melainkan mereka mempersiapkan untuk mengisi rumah baru Oma yang ada di samping rumah Lily dan David.
Oma menatap banyaknya barang barang yang dibawa dari rumahnya, membuatnya mengingat setiap memori barang barang berharga itu.
Sambil mengawasi, Lily dan Oma makan cemilan di beranda rumah. Eta dan Holland yang bertanggung jawab atas segalanya mengingat Nina memegang tanggung jawab mengantarkan anak anak. Holland diperintahkan David untuk mengawasi semuanya.
“Lila.”
“Iya, Oma?”
“Menurutmu apa yang harus Oma lakukan dengan rumah tiga tingkat itu?”
“Apa Oma merencanakan sesuatu?”
Oma mengangguk. “Kau tahu bukan rumah itu dekat dengan sekolah menengah atas yang bagus itu?”
“Iya,” jawab Lily sambil memakan cemilan. “Ada apa, Oma?”
“Oma berencana membiarkan Ares menempatinya jika dia akan sekolah di sana nantinya.”
Lily tertawa, tidak terbayang jika Ares akan terpisah darinya. Anak nakal itu harus selalu dalam pengawasan, meskipun jarak antara rumah besar Oma dan rumahnya ini hanya 30 menitan.
“Dia masih kecil, Oma.”
“Maksudku nanti jika dia sudah dewasa, apa kau sudah merencanakan masa depannya?”
“Aku dan David belum bicara sejauh itu. Yang kamu lakukan sekarang adalah menanamkan hal hal baik pada anak anak supaya kelak nanti jika sudah dewasa mereka akan memanen kebaikan juga.”
“Kau belum memikirkan akan jadi apa Ares? Maksud Oma, penerus Fernandez Corp?”
“Aku pikir itu keharusan meneruskan bisnis ayahnya, tapi semua kembali padanya. Aku tidak akan melarang dia menjadi apa pun.”
“Termasuk jadi Dragon ball? Atau Satria Megaloman?”
Lily mengedipkan matanya lebih cepat sebelum menatap Oma. “Apa, Oma?”
🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue