
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Malam hari telah datang, Ares dan Athena sudah terlelap di kamar anak yang masing masing memiliki ruang terpisah. Dan Oma, dia masih nongkrong di caffe bawah villa bersama dengan bule bule kenalannya yang baru.
David? Jangan ditanya lagi, dia sedang berusaha mengajak istrinya keluar dari Villa karena kesal berada di sana seharian dengan diganggu anak anak.
“Sayang….,” ucap David di ambang pintu, matanya menatap sang istri yang sedang mengelus kepala Athena penuh kasih sayang. “Dia sudah tidur?”
Lily mengangguk.
“Ayo kita keluar, jalan jalan di pantai.”
“Ini sudah malam, tidak dingin?”
Hanya helaan napas yang menjawab, yang mana membuat Lily tersenyum simpul. Kasihan juga suaminya yang berniat berduaan dengannya kini terganggu oleh bocah bocah itu.
Sampai akhirnya Lily mengangguk, dia menyanggupi untuk keluar bersama dengan David.
“Yes,” ucap pria itu dengan penuh semangat.
David berjalan mengambil jaket miliknya juga milik istrinya, dengan penuh kegembiraan David bahkan memakaikan jaket pada istrinya. “Aku menyewa mobil, kita jalan jalan memakai itu oke?”
Lily mengangguk.
“Aku ingin memberi ciuman dulu pada Ares.”
“Jangan,” ttahan David. “Aku takut dia terbangun.”
Yang mana membuat Lily tersenyum simpul. “Baiklah, ayo berangkat,” ucapnya memberi usapan halus di pipi sang suami.
Mereka turun dari villa, dan mendapati Oma sedang tertawa bersama dengan teman teman barunya.
“Jangan sampai ketahuan ya, Sayang. Aku tidak ingin dirampok.”
“Baiklah,” ucap Lily yang ikut memalingkan wajah dan berjalan perlahan.
Namun, bukan Oma namanya jika tidak teliti. Yang mana membuat dia menengok menatap punggung yang tidak asing. “Mau kemana kalian?”
David menghentikan langkahnya beberapa saat. “Ayo lari, Sayang.”
“Berani lari…., Oma lempar sandal padamu, bule tengik.”
“Apa yang Oma inginkan?” tanya David membalikan badan.
Lily dengan sigap mengambil dompet suaminya dari saku belakang celananya, mengambil kartu kredit kemudian memberikannya pada Oma. “Ini, Oma…. Nikmati malam indahmu dan tolong jaga anak anak.”
Oma tersenyum simpul mendapatkan kartu itu. “Tentu, nikmati juga malam kalian.”
David menggerutu tidak jelas.
“Oma dapat mendengarmu dari sini, anak durhaka.”
Sebelumnya, David membeli beberapa makanan untuk mereka nikmati di pinggir pantai sebelum kembali melajukan mobil menuju tempat yang sudah disiapkannya.
“Kita sebenarnya akan kemana? Dan kenapa sangat banyak makanan yang kita bawa?”
David hanya tersenyum simpul, tidak lupa memberikan kecupan di pipi kekasih hatinya itu.
“Fokus pada jalanan, David. Aku tidak ingin kita mati.”
“Ekhem, mulutmu perlu aku cium supaya tidak mengatakan hal hal buruk, Sayang.”
Lily hanya tersenyum, sampai dia melihat papper bag di bagian bangku belakang mobil. “Apa itu?” tanya Lily.
“Anggur merah dari Luke.”
“Kenapa membawanya? Apa kau akan mabuk lalu pulang mengendarai mobil dan membuatku dan Baby celaka?”
“Tidak, Sayang. Kita tidak akan pulang, malam ini kita akan menginap di luar tanpa anak anak dan gangguan dari Oma.”
Lily tidak berkata apa apa lagi, dia hanya diam menunggu mobil mengantarkannya sampai ke tujuan.
Namun, mobil tiba tiba saja berhenti di pinggir pantai yang begitu sepi, dan hanya diterangi oleh bulan juga bintang.
Lily pikir, mereka ke sini hanya untuk singgah dan menikmati makanan yang mereka beli. Apalagi saat David membuka atap mobil sehingga bintang bintang terlihat jelas diangkasa.
“Wowww, David…., ini sangat menakjubkan.”
“Kau suka, Sayang?”
“Kau bercanda? Aku sangat mencintai pemandangan ini.”
David mengusap pipi istrinya, menatap bagaimana mata itu bersinar menatap ke angkasa. “Kita akan tertidur di bawah taburan bintang malam ini.”
“Astaga,” ucap Lily terkejut, dia memang menyukai pemandangan ini, tapi tidak sampai tahap ektrem untuk tidur di sini. “Aku memang menyukainya, David, tapi aku tidak berniat untuk… em… tidur di sini.”
“Tidak apa, aku sudah merencanakannya. Kita memang akan tidur di sini, ada selimut di jok belakang yang sudah aku siapkan.”
Lily menelan ludahnya kasar. “Apakah kita akan tidur di sini? Apa kau bangkrut karena Oma terus meminta uang? Pantas saja berlibur ke Bali, biasanya ke luar negri.”
“Hei, hei, Sayang…. Bukan begitu,” ucap David segera membawa Lily ke pangkuannya, didudukannya perempuan itu menghadap padanya. “Aku tidak bangkrut, uangku tidak berkurang. Jangan khawatirkan apapun, Sayang.”
“Lantas?”
David berbisik di telinga istrinya, “Aku ingin ber-cinta di sini. Gaya baru,” ungkapnya sambil memberi gigitan nakal di telinga Lily.
Yang mana membuat perempuan itu merinding merasakan bulu kuduknya berdiri.
“Bagaimana? Tidak ada yang mendengar kita, aku menyewa pantai sejauh… um….. pokokbya desahanmu tidak akan terdengar. Bagaimana?”
🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE