Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Tidak setuju



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA POKOKNYA🌹


🌹MAAF TELAT, ABIS HAJATAN🌹


"Oma mau mendaki?" tanya David pada akhirnya saat dia selesai bermain dengan sang istri.


Kini Lily memeluknya sambil merebah di dada suaminya. Sambil mengusap perut David yang kotak kotak, mencoba membujuk.


"Bolehkan?"


"Sayang, kau tahu bagaimana keadaan Oma. Kita tidak bisa berbohong kalau dia sudah tua, fakta itu tidak bisa dipisahkan," ucap David mengusap rambut Lily.


Lily merasa khawatir dirinya tidak berhasil membujuk David agar memberi Oma izin. 


"Aku tidak bisa mengizinkan Oma melakukan itu, nanti katakan padanya aku tidak mengizinkan."


Lily menarik napas panjang kemudian bangun dari tidurnya.


"Sayang, mau kemana?"


"Memberitahu Oma."


"Nanti saja, tidur di sini. Kau pasti kelelahan."


"Oma mungkin menunggu, aku tidak bisa membiarkannya menunggu. Aku juga belum menemui anak anak."


"Sayang," ucap David menahan tangan istrinya. "Kau tidak marah bukan?"


"Marah? Aku menghargai keputusanmu, memang berbahaya. Oke?"


"Kau akan kembali ke sini bukan?"


Lily tertawa kemudian memberikan David ciuman di bibirnya. Yang beberapa saat ditahan oleh David.


Yang mana membuat Lily berusaha melepaskannya. "Jangan coba coba lagi."


David berdecak dan membiarkan Lily berdiri memakai baju.


Dari belakang, Lily terlihat sangat seksi apalagi punggung yang mulus dan bokong yang seksi dan montok.


"Sayang, apa kau tahu kau sangat seksi?"


"Tentu saja," ucap Lily yang sudah memakai gaun.


Dia kembali merangkak ke atas ranjang kemudian memberikan ciuman di bibir suaminya.


"Baumu aneh, Sayang."


"Ini keringatmu. Bercampur dengan milikku."


"Anaka anak mungkin menciumnya, tidak ingin mandi dulu? Mandi bersama?"


Lily menjauh dengan mata menyipit, "Aku hanya akan memberitahukan ini pada Oma, nanti aku akan segera kembali."


"Aku juga."


Lily keluar dari kamar dan mencari keberadaan anak anak juga Oma. Sampai dia melihat Nina sedang menyiapkan makan malam.


"Dimana anak anak, Nina?"


"Dirumah Nyonya besar, Nyonya."


"Kami akan makam malam di sana, tolong bawa makanannya ke sana."


"Baik, Nyonya."


Lily berjalan lewat jalan belakang untuk menemui Oma. Dan disana Oma sedang membaca di bawah mataharu tenggelam. Membuat Lily sangat bahagia melihatnya.


"Oma....?"


"Astaga," ucap Oma yang kaget. "Lila, bagaimana hasilnya?"


"Maaf, oma," ucap Lily sambil duduk di karpet di bawah, tangannta menggenggam tangan Oma. "David mengkhawatirkan Oma, dia tidak ingin Oma terluka."


🌹🌹🌹


"Anak anak, jangan buat kekacauan oke?"


"Ada apa? Kenapa Oma sedih, Mom?" tanya Ares yang melihat oma masuk ke kamar tanpa senyuman. "Apa yang membuat Oma sedih?"


"Kenapa dengan oma, Mom?" tanya athena yang ikut khawatir.


"Tidak ada. Nina akan datang dan memandikan kalian," ucap Lily menatap mereka yang bermain pasir kinetik yang membuat keduanya kotor. Dan Lily ingin mereka dimandikan di sini, sekalian supaya menemani Oma. "Jangan nakal ya, Oma sedang kesal."


"Baik, Mom."


Dan saat Lily pergi, Ares berkata, "Apa yang harus kita lakukan?"


"Diam dan jangan lakukan sesuatu."


"Tapi oma sedang sedih."


"Kau selalu membuat kekacauan, Ales."


"Hei, kekacauan macam apa," ucap Ares segera melangkah menuju kamar oma.


"Ales, Mommy bilang jangan ganggu oma."


"Aku tidak mengganggunya, apa aku terlihat sedang membawa rombongan barongsai?"


"Kau menyebalkan."


"Dan kau penyebabnya."


🌹🌹🌹


TBC