
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
“Jangan menggoda Mamaku seperti itu lagi, Ares. Dia kaget tadi.”
Ares tertawa tanpa rasa bersalah, merasakan Cantika naik ke atas motornya kemudian melingkarkan salah satu tangan di perutnya membuatnya cukup senang. “Maaf, tapi itulah kenyataanya, Caca.”
“Kenapa kau memanggilku Caca?” tanya Cantika yang diabaikan oleh Ares.
Pria itu menganggukan kepalanya pada calon mama mertua di sana sebelum dirinya melajukan motor dan membelah jalanan seperti biasanya. Di sepanjang jalan, Ares tersenyum sambil bergumam nyanyian kesukaannya.
“Ares, apa kau sedang menyanyikan lagu mahabaratha?”
“Huh? Kau bilang apa Caca?”
Seketika membuat Cantika ingat kembali dengan pertanyaannya yang belum dijawab oleh Ares. “Kenapa sekarang kau memanggilku Caca? Tidak Centini lagi?”
Bersamaan dengan itu, Ares menghentikan motor di pinggir taman seperti biasanya, membuat alis Cantika terangkat penuh tanya. “Kenapa berhenti?”
“Turunlah, Ca.”
“Kenapa?”
“Sarapan.”
“Tapi aku sudah makan.”
“Lagi,” ucap Ares bahkan sampai menggoyangkan motornya supaya Cantika turun. Membuat perempuan itu mengerucutkan bibirnya dan segera melakukannya. Dia berdiri di sana dengan helm yang masih terpasang.Â
Wajah Cantika yang penuh dengan pertanyaan membuat Ares gemas, jadi dia memukul hem itu.
BUK! Bunyinya cukup keras. “Hai, pacar,” ucapnya menggoda.
Membuat Cantika buru buru melepaskan helmnya karena salah tingkah. “Mana susu dan rotinya?”
“Kau sudah tau ternyata,” ucap Ares duduk lebih dulu di bangku taman, dia menepuk bangku itu supaya Cantika duduk di sana bersamanya. “Kemari, Ca.”
“Kenapa memanggilku Caca?”
“Itu panggilan sayang dariku, official sebagai pacarku.”
“Tapi Caca? Tidak Centini lagi?”
“Berhenti mengungkitnya,” ucap Ares memberikan makanan untuk sang kekasih. “Nah, makan ini.”
Melihat bagaimana perempuan itu memakan roti dan susu dengan lahap membuat Ares gemas.
“Ini susu strawberry baru ya? Aku akan beli lagi nanti.”
“Sesuka itu?”
“Iya,” jawab Cantika sambil meminumnya. “Nanti kita berhenti dulu ya di alfa, aku ingin membawanya ke sekolah.”
Ares tersenyum dan mengangguk, dia mengusap kepala Cantika dengan lembut. “Tahan dirimu, Ares, dia masih di bawah umur,” ucapnya pada diri sendiri.
Dan adegan itu dilihat oleh seseorang dari dalam mobil, seseorang yang dengki dengan mereka berdua.
🌹🌹🌹🌹
Kenyataan Cantika sebagai kekasih Ares sudah banyak diketahui oleh orang orang di sekolaah. Cantika tidak mempersalahkan tatapan orang orang yang masih saja iri, kesal dan beberapa yang menganggapnya tidak pantas.
Cantika tidak mempedulikannya, dia hanya focus melihat beberapa teman sekelasnya yang menyambut kedatangannya dengan hangat.
Jika masih ada satu cahaya untuk membuat tersenyum? Kenapa terpaku pada kegelapan yang tidak menjanjikan apa apa?
“Cantikaaaa! Bagaimana hari pertamamu sebagai kekasih Ares?”
“Kemana kalian berkencan?”
“Apa yang dia berikan padamu?”
“Apa kau tau berapa jumlah kekayaannya? Apa yang kau minta padanya?”
Pertanyaan itu dijawab oleh Cantika yang mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Ares berjanji padaku akan membelikan susu ini setiap pulang sekolah.”
Dan desahan kecewa terdengar dari teman temannya. “Susu? Kau serius?”
Cantika mengangguk sambil tertawa, sampai focus teman temannya teralihkan pada seseorang yang mengetuk pintu kelas. “Kak Cantika, Kak Arin dan Athena bilang dia ingin menemuimu di toilet,” ucap sosok perempuan cupu yang diyakini jika dirinya adalah adik kelas.
“Oh Athena, aku belum bertemu dengannya,” ucap Cantika yang segera berlari keluar. “Nanti lagi ya teman teman.”
Dia meninggalkan kelas dan berlari menuju toilet. Cantika harus menjelaskan semuanya pada Athena, dia khawatir jika temannya itu tidak setuju dengan apa yang dipilihnya, yakni menjadi kekasih Ares.
“Bukankah itu Cantika? Dia mau kemana?” tanya Athena keluar dari kelasnya dan menatap punggung sahabatnya yang berlari.
Mmembuat Arin dari dalam kelas ikut keluar. “Kau mengintip apa? Ayo masuk dan kerjakan PR.”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE